{"id":789,"date":"2017-02-02T02:28:42","date_gmt":"2017-02-02T02:28:42","guid":{"rendered":"http:\/\/localhost\/blog.docotel\/?p=789"},"modified":"2018-05-03T08:01:39","modified_gmt":"2018-05-03T08:01:39","slug":"kesalahan-umum-pada-pembuatan-web-responsive","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/kesalahan-umum-pada-pembuatan-web-responsive\/","title":{"rendered":"Kesalahan Umum pada Pembuatan Web Responsive"},"content":{"rendered":"<p>Membangun sebuah situs web bisa menjadi hal yang cukup rumit. Tantangan pada pembuatan web ini terletak pada fungsionalitas dari apa yang sudah didesain. Salah satu<\/p>\n<div class=\"_all_wplink_ZnQXsWJQ_cc\"><a href=\"http:\/\/www.passitexams.com\/642-996.html\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">642-996 pdf<\/a><\/div>\n<p>yang menjadi tantangan terbesar yang dihadapi oleh web desainer di era mobile ini adalah membuat desain yang responsive untuk halaman web mereka. Pada umumnya masalah terbesar yang berhubungan dengan perancangan web responsive adalah banyaknya jenis\u00a0<em>device<\/em>\u00a0dengan berbagai ukuran layar. Berikut ini kesalahan yang biasanya terjadi pada saat pembuatan web responsive:<\/p>\n<ol>\n<li>Disable Zoom Option<\/li>\n<\/ol>\n<p>Mendisablekan pengaturan\u00a0<em>zoom<\/em>\u00a0dan membiarkan dikendalikan secara manual oleh\u00a0<em>user<\/em>, itu termasuk hal yang cukup buruk. Nah, hal ini akan membuat\u00a0<em>user<\/em>\u00a0merasa bahwa website tersebut tidak \u201cmemanjakan\u201d mereka.<\/p>\n<ol start=\"2\">\n<li>Kurang Mempelajari Kebiasaan User<\/li>\n<\/ol>\n<p>Untuk membangun sebuah website yang responsive juga harus menganalisis pasar. Dengan melakukan analisis ini, desainer dapat mengetahui dan menentukan langkah awal dalam proses perancangan. Analisis ini juga akan memberi petunjuk mengenai hal mendasar seperti perangkat yang sering\u00a0<em>user<\/em>\u00a0gunakan saat membukan halaman website.<\/p>\n<ol start=\"3\">\n<li>Menggunakan Satu Program Untuk Desain yang Berbeda<\/li>\n<\/ol>\n<p>Banyak perusahaan yang membuat semua dalam satu program perangkat lunak untuk perancangan. Namun, hal tersebut tidak menjadi solusi yang tepat. Misalnya, platform mobile sering membutuhkan perlakuan khusus. Ketika bekerja dengan iOS, web desainer biasanya menggunakan Kakao dan Xcode sementara membangun sebuah website dari awal tapi itu tidak berarti bahwa ini dapat digunakan untuk semua platform.<\/p>\n<ol start=\"4\">\n<li>Tidak Memperhatikan Masalah Navigasi<\/li>\n<\/ol>\n<p>Kesalahan dalam pembuatan website yang paling umum terjadi adalah navigasi yang tidak jelas, tata letak bagian web yang berantakan, pengaturan warna yang aneh, dan desain yang tidak selaras dengan tujuan perusahaan. Padalah navigasi yang sederhana dan jelas dapat membantu para pengunjung website mencari apa yang mereka perlukan di website tersebut.<\/p>\n<ol start=\"5\">\n<li>Kurangnya Pengujian<\/li>\n<\/ol>\n<p>Pengujian. Ini merupakan salah satu hal penting yang harus dilakukan sebelum mempublish situs tersebut ke publik. Setidaknya, pembuat harus menguji arus pengguna di web untuk beberapa browser utama dan juga untuk beberapa perangkat mobile yang populer. Nah, dengan begitu bisa dilihat apakah terjadi banyak miss function pada website tersebut atau tidak. Jika ya, berarti perlu dilakukan perubahan terlebih dahulu.<\/p>\n<p>Itulah beberapa kesalahan yang terjadi pada pembuatan web responsive. Dengan menghindari kesalahan-kesalahan di atas, maka nantinya akan membuat web lebih efisien untuk<\/p>\n<div class=\"_all_wplink_ZnQXsWJQ_cc\"><a href=\"http:\/\/www.passitexams.com\/642-996.html\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">642-996<\/a><\/div>\n<p>kepuasan user.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Membangun sebuah situs web bisa menjadi hal yang cukup rumit. Tantangan pada pembuatan web ini terletak pada fungsionalitas dari apa yang sudah didesain. Salah satu 642-996 pdf yang menjadi tantangan terbesar yang dihadapi oleh web desainer di era mobile ini adalah membuat desain yang responsive untuk halaman web mereka. Pada umumnya masalah terbesar yang berhubungan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":790,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"quote","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"coauthors":[],"class_list":["post-789","post","type-post","status-publish","format-quote","has-post-thumbnail","hentry","category-knowledge","post_format-post-format-quote"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/789","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=789"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/789\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/790"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=789"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=789"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=789"},{"taxonomy":"author","embeddable":true,"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/coauthors?post=789"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}