{"id":762,"date":"2017-03-29T02:08:39","date_gmt":"2017-03-29T02:08:39","guid":{"rendered":"http:\/\/localhost\/blog.docotel\/?p=762"},"modified":"2018-05-03T08:12:00","modified_gmt":"2018-05-03T08:12:00","slug":"apa-itu-perangkap-clickbait","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/apa-itu-perangkap-clickbait\/","title":{"rendered":"Apa Itu Perangkap &#8220;Clickbait&#8221; ??"},"content":{"rendered":"<p>Jika anda pengguna aktif sosial media, pasti anda sudah sering menemukan artikel yang tersebar di berbagai sosial media dan menggunakan judul yang terkesan \u201cheboh\u201d, namun setelah dibuka ternyata artikel tersebut tidak berhubungan dengan judul yang digunakan. Mungkin artikel itu termasuk\u00a0<em>clickbait<\/em>.<\/p>\n<p>Apa itu\u00a0<em>clickbait<\/em>?\u00a0<em>Clickbait<\/em>\u00a0adalah istilah yang merujuk kepada artikel atau konten web yang memiliki judul yang hiperbola atau dilebih-lebihkan, dan kebanyakan tidak sesuai dengan apa yang dijelaskan pada konten tersebut.\u00a0<em>Clickbait<\/em>\u00a0berperan sebagai \u201cumpan\u201d dengan mengandalkan rasa penasaran anda sebagai pembaca untuk memancing anda mengunjungi website mereka dengan mengorbankan kualitas serta akurasi berita yang disampaikan. Ironisnya,\u00a0<em>Clickbait<\/em>\u00a0terbukti efektif untuk meningkatkan trafik, pengunjung, atau\u00a0<em>pageviews<\/em>.<\/p>\n<p>Selain artikel yang tidak berhubungan dengan judul, artikel yang disajikan juga tidak sesuai fakta, dan tidak memiliki data yang cukup untuk dipertanggungjawabkan, bahkan tak jarang berisi pandangan pribadi yang subjektif. Oleh karena itu artikel atau konten dengan judul\u00a0<em>Clickbait<\/em>\u00a0bisa dikategorikan sebagai salah satu pencetus berita HOAX. Tak jarang orang yang membaca merasa tertipu dengan artikel tersebut, dan menyebutnya \u201cartikel sampah\u201d. Faktanya,\u00a0 hampir semua media pernah melakukan trik ini demi meningkatkan trafik mereka, tak terkecuali media-media besar sekalipun.<\/p>\n<p>Jika diperhatikan lebih dalam, kesadaran masyarakat terhadap membaca masih sangat rendah. Masyarakat dengan mudah terjebak kedalam judul\u00a0<em>clickbait<\/em>\u00a0berulang-ulang<em>,<\/em>\u00a0dan mereka langsung dapat menyimpulkan, berkomentar hingga menyampaikan kritik pedas terhadap sesuatu hanya dari membaca judulnya saja. Tak jarang mereka langsung membagikan artikel tersebut sebelum membaca isinya. Ini adalah salah satu alasan mengapa berita HOAX menjadi sangat cepat menyebar di kalangan masyarakat.<\/p>\n<figure id=\"attachment_3450\" class=\"wp-caption aligncenter\">\n<figure><a class=\"fancybox\" title=\"\" href=\"https:\/\/storage.googleapis.com\/blog.images.docotel.com\/wp-content\/uploads\/2017\/03\/nativeadvertisingcom.jpg\" rel=\"article0 noopener\" target=\"_blank\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/storage.googleapis.com\/blog.images.docotel.com\/wp-content\/uploads\/2017\/03\/nativeadvertisingcom.jpg\" alt=\"\" title=\"\"><\/a><\/figure><figcaption class=\"wp-caption-text\">nativeadvertising.com<\/figcaption><\/figure>\n<p>Lalu, apa\u00a0<em>clickbait<\/em>\u00a0adalah sesuatu yang salah? Sebenarnya tidak,\u00a0<em>clickbait<\/em>\u00a0termasuk salah satu strategi marketing. Namun, seringkali disalahgunakan untuk meningkatkan\u00a0<em>profit<\/em>. Anda sebagai pembaca harus pintar membedakan mana\u00a0<em>clickbait<\/em>\u00a0yang positif dan negatif. Ciri-ciri\u00a0<em>clickbait<\/em>negatif antara lain judul terlalu bagus bahkan terkesan mustahil untuk menjadi kenyataan, hiperbola, terlalu heboh, memicu kontroversi. Seperti:<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Ini tips<\/strong>\u00a0mendapatkan ratusan juta dalam sehari<\/li>\n<li><strong>Astaga!<\/strong>\u00a0Ternyata\u00a0<strong>buah ini<\/strong>\u00a0berbahaya jika di konsumsi!<\/li>\n<\/ul>\n<p>Bagian yang di tebalkan memperlihatkan bagaimana\u00a0<em>clickbait<\/em>\u00a0bekerja, kata-kata tersebut seringkali digunakan untuk mengundang rasa penasaran pembaca. Lalu, bagaimana cara menghindari\u00a0<em>clickbait<\/em>? Sebagai pembaca, pastikan anda harus membaca dengan baik judulnya sebelum anda meng-klik berita atau artikel tersebut, jangan sembarang meng-klik jika terkesan berlebihan, kenali juga medianya, periksa kebenarannya, dan bentengi diri anda dari berita-berita yang tersebas luas di media sosial.<\/p>\n<figure id=\"attachment_3448\" class=\"wp-caption aligncenter\">\n<figure><a class=\"fancybox\" title=\"\" href=\"https:\/\/storage.googleapis.com\/blog.images.docotel.com\/wp-content\/uploads\/2017\/03\/blogterminologiaetcit.jpg\" rel=\"article0 noopener\" target=\"_blank\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/storage.googleapis.com\/blog.images.docotel.com\/wp-content\/uploads\/2017\/03\/blogterminologiaetcit.jpg\" alt=\"\" title=\"\"><\/a><\/figure><figcaption class=\"wp-caption-text\">blog.terminologiaetc.it<\/figcaption><\/figure>\n<p>Pada akhirnya, sikap Anda lah yang menjadi penentu kapan akhir dari perjalanan\u00a0<em>clickbait<\/em>negatif ini. Media sebagai pemberi informasi hanya memberikan apa yang anda inginkan. Jika anda masih saja gemar mengkonsumsi artikel dan berita-berita\u00a0<em>clickbait<\/em>\u00a0maupun\u00a0<em>hoax<\/em>, media akan terus menyediakan berita-berita seperti itu kepada anda.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jika anda pengguna aktif sosial media, pasti anda sudah sering menemukan artikel yang tersebar di berbagai sosial media dan menggunakan judul yang terkesan \u201cheboh\u201d, namun setelah dibuka ternyata artikel tersebut tidak berhubungan dengan judul yang digunakan. Mungkin artikel itu termasuk\u00a0clickbait. Apa itu\u00a0clickbait?\u00a0Clickbait\u00a0adalah istilah yang merujuk kepada artikel atau konten web yang memiliki judul yang hiperbola [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":763,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"quote","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"coauthors":[],"class_list":["post-762","post","type-post","status-publish","format-quote","has-post-thumbnail","hentry","category-knowledge","post_format-post-format-quote"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/762","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=762"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/762\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/763"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=762"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=762"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=762"},{"taxonomy":"author","embeddable":true,"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/coauthors?post=762"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}