{"id":688,"date":"2017-08-14T18:00:55","date_gmt":"2017-08-14T18:00:55","guid":{"rendered":"http:\/\/localhost\/blog.docotel\/?p=688"},"modified":"2018-05-03T09:26:33","modified_gmt":"2018-05-03T09:26:33","slug":"mengenal-perbedaan-http-dan-https","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/mengenal-perbedaan-http-dan-https\/","title":{"rendered":"Mengenal perbedaan HTTP dan HTTPS"},"content":{"rendered":"<p>Bagi Anda yang sering berselanjar di dunia internet, istilah HTTP dan HTTPS pasti sering Anda dengar ataupun lihat. Biasanya HTTP dan HTTPS akan muncul di address bar pada browser ketika Anda akan menjelajah di dunia maya. Meskipun HTTP dan HTTPS hanya berbeda satu huruf, ternyata mereka memiliki perbedaan yang cukup besar loh, apa perbedaan keduanya? Dibawah ini Docotel akan menjelaskan kepada Anda.<\/p>\n<p><strong><em>Hypertext Transfer Protocol<\/em>\u00a0(HTTP<\/strong>) adalah protokol yang mengatur komunikasi antara\u00a0<em>client<\/em>dan server. Siapakah\u00a0<em>client<\/em>\u00a0yang dimaksud? Yang menjadi\u00a0<em>client<\/em>\u00a0disini adalah web browser atau perangkat lainnya ya mengakses, menerima, atau menampilkan konten lain. HTTP bekerja saat\u00a0<em>client<\/em>\u00a0melakukan request ke server, kemudian server mengirmkan respon terhadap\u00a0<em>client<\/em>. Respon yang diberikan dapat berupa file HTML yang ditampilkan di browser atau data lain yang di-request oleh\u00a0<em>client<\/em>. Semua kegiatan itu, telah diatur oleh HTTP.<\/p>\n<p>Sedangkan\u00a0<strong><em>Hypertext Transfer Protocol Secure<\/em>\u00a0(HTPPS)<\/strong>\u00a0adalah versi yang lebih aman dari HTTP. HTTPS dikembangkan oleh Netscape Communication pada tahun 1993.<\/p>\n<p><strong>Lalu, apa perbedaan HTTP dan HTTPS?<\/strong><\/p>\n<p>HTTP tidak menjamin keamanaan data yang ditransfer antara\u00a0<em>client<\/em>\u00a0dan server, sementara HTPPS mencakup autentikasi server, integritas, dan kerahasiaan data. HTTPS menambahkan pengaman lebih agar komunikasi dan pertukaran data yang dilakukan oleh\u00a0<em>client<\/em>\u00a0dan server dapat berlangsung dengan aman.<\/p>\n<ol start=\"2\">\n<li><strong>Menggunakan port yang berbeda<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p>Perbedaan utama yang terlihat dari HTTP dan HTTPS adalah penggunaan port. Dalam proses kerjanya, HTTP menggunakan port 80 sementara port yang digunakan HTTPS adalah port 443.<\/p>\n<ol start=\"3\">\n<li><strong>Penggunaan SSL<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p>Sebenarnya, protokol yang digunakan untuk komunikasi antara \u00a0_client-server_\u00a0adalah HTTP.\u00a0Sementara untuk dapat menggunakan protokol HTTPS, Anda diharuskan memiliki sertifikat SSL atau\u00a0<em>Secure Socket Layers<\/em>. SSL adalah teknologi keamanan yang memungkinkan Anda untuk melakukan enkripsi terhadap data yang akan ditransmisikan antara\u00a0_client_\u00a0dan\u00a0<em>server<\/em>. Jadi, SSL memungkinkan Anda untuk dapat mengirim informasi penting, seperti nomor kartu kredit dan\u00a0<em>informasi pribadi lainnya<\/em>\u00a0dengan aman.<\/p>\n<p>Itulah tadi penjelasan singkat mengenai perbedaan HTTP dan HTTPS. Semoga bermanfaat, ya!<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bagi Anda yang sering berselanjar di dunia internet, istilah HTTP dan HTTPS pasti sering Anda dengar ataupun lihat. Biasanya HTTP dan HTTPS akan muncul di address bar pada browser ketika Anda akan menjelajah di dunia maya. Meskipun HTTP dan HTTPS hanya berbeda satu huruf, ternyata mereka memiliki perbedaan yang cukup besar loh, apa perbedaan keduanya? [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":689,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"quote","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"coauthors":[],"class_list":["post-688","post","type-post","status-publish","format-quote","has-post-thumbnail","hentry","category-knowledge","post_format-post-format-quote"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/688","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=688"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/688\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/689"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=688"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=688"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=688"},{"taxonomy":"author","embeddable":true,"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/coauthors?post=688"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}