{"id":4596,"date":"2023-03-09T15:31:09","date_gmt":"2023-03-09T08:31:09","guid":{"rendered":"https:\/\/blog.docotel.com\/?p=4596"},"modified":"2023-03-09T15:31:09","modified_gmt":"2023-03-09T08:31:09","slug":"penggunaan-security-key-benarkah-lebih-aman","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/penggunaan-security-key-benarkah-lebih-aman\/","title":{"rendered":"Penggunaan Security Key, Benarkah Lebih Aman?"},"content":{"rendered":"<p><i><span style=\"font-weight: 400\">Security key<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> yang berfungsi sebagai pengaman ganda pada akun ataupun perangkat yang dimiliki sebenarnya cukup memudahkan dan membantu pemiliknya dalam mencegah akan adanya peretasan ataupun <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">phishing<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> yang marak terjadi di era digital seperti sekarang. Umumnya, untuk mengamankan akun atau perangkat menggunakan kata sandi atau PIN (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Personal Identification Number<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">). Penggunaan kata sandi yang digunakan pun di buat agar lebih kompleks dari biasanya. Jika biasanya kata sandi hanya berisi huruf, maka agar mempersulit orang lain atau mencegah phishing dapat menggunakan kata sandi yang lebih kompleks lagi. Kata sandi yang digunakan dapat berupa gabungan antara huruf, angka, dan juga karakter spesial. Namun, kata sandi yang dipersulit seperti ini saja masih belum menutup kemungkinan terkait orang lain yang bisa mengakses akun atau perangkat yang dimiliki ataupun dari potensi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">phishing<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> yang sering beredar di internet.<\/span><\/p>\n<h4><b>Apa itu phishing dan bagaimana cara kerjanya?<\/b><\/h4>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400\">Phishing<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> merupakan suatu upaya yang dilakukan untuk mendapatkan informasi data seseorang dengan teknik pengelabuan. Data yang menjadi sasaran oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab ini biasanya, yaitu;<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Data Pribadi<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"padding-left: 40px\"><span style=\"font-weight: 400\">Data pribadi umumnya berisikan nama, usia, alamat, dan juga informasi-informasi umum lainnya.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Data Akun yang dimiliki<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"padding-left: 40px\"><span style=\"font-weight: 400\">Data akun ini biasanya adalah data yang berisikan tentang nama pengguna dan juga kata sandi yang digunakan oleh seseorang pada akun yang dimilikinya.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Data Finansial<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"padding-left: 40px\"><span style=\"font-weight: 400\">Data finansial adalah data yang berisikan informasi seputar rekening Bank seseorang, kartu debit, hingga kartu kredit.<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_4600\" aria-describedby=\"caption-attachment-4600\" style=\"width: 707px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\" wp-image-4600\" src=\"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/cyber-security-protection-firewall-interface-concept-300x200.jpg\" alt=\"\" width=\"707\" height=\"471\" title=\"\" srcset=\"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/cyber-security-protection-firewall-interface-concept-300x200.jpg 300w, https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/cyber-security-protection-firewall-interface-concept-1024x683.jpg 1024w, https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/cyber-security-protection-firewall-interface-concept-768x513.jpg 768w, https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/cyber-security-protection-firewall-interface-concept-1536x1025.jpg 1536w, https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/cyber-security-protection-firewall-interface-concept-2048x1367.jpg 2048w, https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/cyber-security-protection-firewall-interface-concept-370x247.jpg 370w, https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/cyber-security-protection-firewall-interface-concept-270x180.jpg 270w, https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/cyber-security-protection-firewall-interface-concept-740x494.jpg 740w\" sizes=\"auto, (max-width: 707px) 100vw, 707px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-4600\" class=\"wp-caption-text\">(sumber foto: freepik)<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Setelah memperoleh informasi data di atas, maka oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab ini bisa menggunakan informasi tersebut untuk hal-hal yang mereka inginkan yang memiliki kemungkinan untuk merugikan pemilik akun ataupun perangkat. Dapatkah <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">phishing<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> di cegah? Tentu saja bisa. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Phishing<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> ini akan sangat bisa di cegah apabila kita mengetahui bagaimana biasanya cara kerja dari <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">phishing<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> ini. Berikut jenis-jenis <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">phishing<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> dan juga cara kerjanya :\u00a0<\/span><\/p>\n<p><strong><i>1. Email Phishing\u00a0<\/i><\/strong><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400\">Phishing<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> ini biasanya dilakukan dengan melalui surat elektronik (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">email<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">) dalam menargetkan calon korbannya. Jumlah aksi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">email phishing<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> ini cukup marak dilakukan oleh oknum dengan cara membuat alamat surat elektronik yang serupa sehingga apabila orang yang melihat kurang teliti, maka bisa terjerat oleh <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">email phishing<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> ini.<\/span><\/p>\n<p><strong><i>2. Spear Phishing<\/i><\/strong><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400\">Spear Phishing <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">ini hampir serupa dengan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">email phishing<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> yang sebelumnya. Namun, untuk <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">spear phishing<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> ini sudah memiliki targetnya sendiri. Biasanya, oknum-oknum ini sudah memiliki informasi dasar tentang targetnya seperti nama dan juga alamat dari target.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><strong><i>3. Whaling Phishing<\/i><\/strong><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Istilah <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">whaling phishing<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> ini merupakan jenis <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">phishing<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> yang biasanya menargetkan individu yang memiliki kewenangan tinggi dalam suatu organisasi atau perusahaan. Misalnya, direktur perusahaan atau pemilik dari suatu bisnis. Apabila <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">phishing<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> ini berhasil maka keuntungan yang didapatkan bisa sangat banyak walaupun dengan cara yang tidak baik ini.<\/span><\/p>\n<p><strong><i>4. Web Phishing<\/i><\/strong><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Jenis <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">phishing<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> ini sesuai seperti namanya yang diawali dengan Web, yaitu upaya dalam melakukan penipuan dengan menggunakan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">website<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> yang palsu. Alamat domain yang digunakan juga biasanya serupa. Hal serupa ini biasanya disebut dengan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">spoofing<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">. Misalnya, jika <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">website<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> Apple Store beralamatkan di <\/span><span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/store.apple.com<\/span><span style=\"font-weight: 400\"> sedangkan untuk web <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">phishing<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">nya beralamatkan di <\/span><span style=\"font-weight: 400\">http:\/\/store.apple.com.blogspot. Sekilas mungkin tidak akan terlihat bedanya, namun jika di lihat secara lebih teliti akan bisa terlihat bahwa dari web yang asli menggunakan domain .com sedangkan domain yang bertujuan untuk\u00a0<em>phishing<\/em> ini ada tambahan .blogspot dimana akan lebih mudah di buat oleh oknum-oknum tersebut.<\/span><\/p>\n<h4><b>Bagaimana agar bisa terhindar dari <\/b><b><i>phishing<\/i><\/b><b>?<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Dengan sudah diketahuinya jenis-jenis <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">phishing<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> di atas, maka kita bisa melakukan pencegahan agar terhindar dari <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">phishing<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">. Ada <\/span><a href=\"https:\/\/www.detik.com\/edu\/detikpedia\/d-6551843\/waspadalah-ini-6-cara-hindari-phising\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span style=\"font-weight: 400\">langkah-langkah pencegahan <\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400\">yang dapat dilakukan oleh kita semua agar terhindar dari <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">phishing<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">, yaitu;<\/span><\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Berhati-hati saat mengisi ataupun saat membagikan data pribadi.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Gunakan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">software<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> yang resmi.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Perhatikan alamat dari pengirim <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">email<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Tingkatkan keamanan perangkat yang dimiliki.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Perbarui informasi terbaru seputar <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">phishing<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Jangan klik tautan<\/span> <span style=\"font-weight: 400\">sembarangan dari internet.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400\">Phishing<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> ini bisa dihindari dengan cara menggunakan pengamanan yang lebih tinggi lagi. Pengamanan bisa dengan autentikasi keamanan dua faktor (2FA) seperti OTP ataupun dengan menggunakan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">security key<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">. Apabila OTP memerlukan adanya pulsa dan koneksi yang stabil, maka berbeda dengan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">security key<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Security key<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> hanya memerlukan sambungan langsung antara <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">security key<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> dengan perangkat yang dimiliki. Dengan penggunaan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">security key<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">, maka dari perangkat yang digunakan hingga akun yang disambungkan dengan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">security key<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> ini akan membuat lebih kompleks saat di retas oleh orang lain sehingga akan lebih aman. Selain itu, kelebihan yang dimiliki oleh <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">security key<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> ini sangatlah memudahkan karena penggunaan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">security key<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> ini bisa tanpa baterai ataupun konektivitas sehingga bisa digunakan kapan pun dan dimana pun.\u00a0<\/span><\/p>\n<h4>Kesimpulan<\/h4>\n<p><em>Security key<\/em> membantu dalam meningkatkan keamanan pada akun atau perangkat yang dimiliki agar tidak bisa di akses oleh orang lain ataupun di retas oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.\u00a0 Penggunaan <em>security key<\/em> juga lebih mudah karena bisa digunakan tanpa memerlukan adanya konektivitas apa pun dan juga tanpa baterai.<\/p>\n<h4>Baca Juga : <a href=\"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/google-security\/\">Apa itu <em>security key<\/em>?<\/a><\/h4>\n<h4>Tentang Docotel<\/h4>\n<p><a href=\"https:\/\/www.docotel.com\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\" data-type=\"URL\" data-id=\"https:\/\/www.docotel.com\/\"><span style=\"color: #3366ff\">Docotel 4.0<\/span><\/a> Terdiri dari tim yang berdedikasi dan berpengalaman dalam menyediakan produk dan solusi di bidang IT yang dibutuhkan oleh klien dari berbagai bidang. Docotel 4.0 hadir dengan visi menjadi problem solver dan menciptakan pengalaman terbaik bagi klien.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Security key yang berfungsi sebagai pengaman ganda pada akun ataupun perangkat yang dimiliki sebenarnya cukup memudahkan dan membantu pemiliknya dalam mencegah akan adanya peretasan ataupun phishing yang marak terjadi di era digital seperti sekarang. Umumnya, untuk mengamankan akun atau perangkat menggunakan kata sandi atau PIN (Personal Identification Number). Penggunaan kata sandi yang digunakan pun di [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":19935,"featured_media":4603,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2,1467,1466],"tags":[],"coauthors":[1462],"class_list":["post-4596","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-knowledge","category-produk-solusi","category-security"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4596","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/19935"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4596"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4596\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4603"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4596"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4596"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4596"},{"taxonomy":"author","embeddable":true,"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/coauthors?post=4596"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}