{"id":4250,"date":"2022-10-27T13:41:36","date_gmt":"2022-10-27T06:41:36","guid":{"rendered":"https:\/\/blog.docotel.com\/?p=4250"},"modified":"2022-10-28T11:04:14","modified_gmt":"2022-10-28T04:04:14","slug":"whatsapp-down-lagi-duh","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/whatsapp-down-lagi-duh\/","title":{"rendered":"Whatsapp down lagi? Duh!"},"content":{"rendered":"<p>Tidak dapat dipungkiri, <a href=\"https:\/\/www.docotel.com\/wappin\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><em><i>Whatsapp<\/i><\/em><\/a>\u00a0menjadi aplikasi <em><i>chatting<\/i><\/em> yang paling banyak digunakan oleh orang diseluruh dunia. Pengguna internet di Indonesia sebanyak 171 juta, sedangkan 83 persen dari 171 juta itu sendiri adalah pengguna <em>Whatsapp<\/em>. Dilansir dari situs <a href=\"https:\/\/databoks.katadata.co.id\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">databoks.katadata.co.id<\/a>, Indonesia duduk diperingkat ke-3 terbesar dunia sebagai negara pengguna aplikasi <em><i>Whatsapp<\/i><\/em>. Dengan jumlah pengguna sebesar itu, sangat berisiko jika aplikasi tersebut tidak dapat digunakan dalam waktu tak tentu.<\/p>\r\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-large wp-image-4256\" src=\"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/dootel_whatsapp-1024x576.webp\" alt=\"\" width=\"770\" height=\"433\" title=\"\" srcset=\"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/dootel_whatsapp-1024x576.webp 1024w, https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/dootel_whatsapp-300x169.webp 300w, https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/dootel_whatsapp-768x432.webp 768w, https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/dootel_whatsapp-370x208.webp 370w, https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/dootel_whatsapp-270x152.webp 270w, https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/dootel_whatsapp-740x416.webp 740w, https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/dootel_whatsapp.webp 1280w\" sizes=\"auto, (max-width: 770px) 100vw, 770px\" \/><\/p>\r\n<p>credits: pixbay.com<\/p>\r\n<h3><strong><b>Bukan kali pertama!<\/b><\/strong><\/h3>\r\n<p>Baru-baru ini aplikasi <em><i>Whatsapp <\/i><\/em>tidak dapat digunakan. Dilansir dari situs tekno.kompas.com, pada Selasa (25\/10\/2022) <em><i>Whatsapp<\/i><\/em>\u00a0mengalami gangguan sehingga penggunanya tidak dapat mengirim ataupun menerima pesan dalam waktu kurang dari 2 jam.<\/p>\r\n<p>Gangguan terjadi bukan hanya di Indonesia, tapi juga di 49 negara lain. Ini bukan kali pertama <em><i>Whatsapp<\/i><\/em>\u00a0mengalami gangguan. Tercatat pada Senin (04\/10\/2021), <em><i>Whatsapp<\/i><\/em>\u00a0dan teman-temannya mengalami gangguan selama hampir 7 jam. Terparah, pada 2019 layanan milik Mark Zuckerberg ini juga mengalami gangguan selama lebih dari 12 jam.<\/p>\r\n<h3><strong><b>Apa penyebabnya?<\/b><\/strong><\/h3>\r\n<p>Pada tahun 2021 <em><i>Vice President Infrastructur Facebook Inc<\/i><\/em>\u00a0yang saat ini berganti nama menjadi <a href=\"https:\/\/about.meta.com\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Meta<\/a>, Santosh Janardhan, menyampaikan bahwa tim teknisnya menemukan ada perubahan konfigurasi pada <em><i>router backbone<\/i><\/em>\u00a0yang mengkoordinasikan lalu lintas jaringan diantara <em><i>data center<\/i><\/em>.<\/p>\r\n<p>Dia juga mengatakan masalah ini memengaruhi banyak alat dan sistem internal yang digunakan tim pada operasional sehari-hari sehingga mempersulit perusahaan melakukan diagnosis dan menyelesaikan masalah dengan cepat. Santos Janardhan juga membantah soal kemungkinan pemadaman karena adanya penyusup. \u201cPihak perusahaan tak ada bukti data pengguna telah disusupi\u201d, ungkapnya.<\/p>\r\n<p>Ahlipun ikut berpendapat tentang penyebab gangguan yang dialami oleh aplikasi raksasa ini. Salah satunya adalah ahli keamanan siber yang menyebut masalahnya ada pada <em><i>Domain Name System (DNS)<\/i><\/em>. Divisi analisis <em><i>internet Cisco Thousand Eyes<\/i><\/em>\u00a0mengatakan pengujian menunjukkan pemadaman karena kegagalan DNS. DNS adalah sistem yang menyulap nama situs <em><i>web <\/i><\/em>menjadi <em><i>IP address<\/i><\/em>\u00a0yang dapat dibaca oleh komputer. \u00a0<\/p>\r\n<h3><strong><b><em>Down Whatsapp<\/em>, keuntungan untuk kompetitor.<\/b><\/strong><\/h3>\r\n<p>Menurut pantauan tim admin, <em>down<\/em>-nya <em>Whatsapp<\/em> memberi peluang kenaikan pengguna baru pada aplikasi <em>Telegram.\u00a0<\/em>Sebagai contoh, salah satu anggota tim kami mendapatkan notifikasi 50 pengguna baru yang menggunakan <em>Telegram<\/em> dari kontaknya selama <em>Whatsapp down<\/em> dalam waktu kurang dari dua jam. Bagaimana dengan kamu?. Apakah kamu juga beralih ke Telegram atau kamu menerima banyak notifikasi pengguna baru?.<\/p>\r\n<p><strong>Baca Juga: <\/strong><a href=\"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/whatsapp-business-chat-platform-untuk-para-pebisnis\/\">WhatsApp Business, Chat Platform untuk Para Pebisnis<\/a><\/p>\r\n<p><strong>Tentang Docotel<\/strong><\/p>\r\n<!-- \/wp:post-content -->\r\n\r\n<!-- wp:paragraph -->\r\n<p><a href=\"https:\/\/www.docotel.com\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Docotel<\/a> 4.0 terdiri dari tim yang berdedikasi dan berpengalaman dalam menyediakan produk dan solusi dibidang IT yang dibutuhkan oleh klien dari berbagai bidang. Docotel 4.0 hadir dengan visi menjadi <em>problem solver<\/em> dan menciptakan pengalaman terbaik bagi klien. \u00a0 \u00a0<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tidak dapat dipungkiri, Whatsapp\u00a0menjadi aplikasi chatting yang paling banyak digunakan oleh orang diseluruh dunia. Pengguna internet di Indonesia sebanyak 171 juta, sedangkan 83 persen dari 171 juta itu sendiri adalah pengguna Whatsapp. Dilansir dari situs databoks.katadata.co.id, Indonesia duduk diperingkat ke-3 terbesar dunia sebagai negara pengguna aplikasi Whatsapp. Dengan jumlah pengguna sebesar itu, sangat berisiko jika [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":18424,"featured_media":4267,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"coauthors":[1433],"class_list":["post-4250","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-knowledge"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4250","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/18424"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4250"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4250\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4267"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4250"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4250"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4250"},{"taxonomy":"author","embeddable":true,"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/coauthors?post=4250"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}