{"id":4139,"date":"2020-06-08T10:45:10","date_gmt":"2020-06-08T10:45:10","guid":{"rendered":"http:\/\/blog.docotel.com\/?p=4139"},"modified":"2020-06-10T11:10:26","modified_gmt":"2020-06-10T11:10:26","slug":"telemedicine-bukan-pendatang-baru","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/telemedicine-bukan-pendatang-baru\/","title":{"rendered":"Telemedicine, (Bukan) Pendatang Baru yang Makin Bersinar"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>Telemedicine<\/em> bukan wajah baru di dunia kesehatan. Kenyataan ini dikupas oleh Dokter\nDian Jauhari, MHM., VP of Clinical &amp; Technology dari Divisi Health\nInformation System (HIS) Docotel Group pada 11 Mei 2020 saat Live Webinar yang dapat\ndilihat di <em>channel<\/em> YouTube \u2018Docotel\nGroup\u2019. Penanganan&nbsp; kesehatan dengan\nmetode jarak jauh sebenarnya sudah terjadi sejak era 1800-an. Tapi, mengapa\nakhir-akhir ini kita seperti baru menyadari adanya kemudahan mengakses\npelayanan kesehatan hanya dengan mengandalkan perangkat seluler?<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tentu jawaban atas pertanyaan itu berkaitan\ndengan perkembangan teknologi dan relevansinya bagi situasi dan kondisi yang\nterjadi di masyarakat. Kita perlu mundur sebentar untuk bisa memahami perkembangan\n<em>telemedicine<\/em>. Pengobatan jarak jauh\nmenggunakan teknologi terdata pada 1859 saat adanya pengiriman grafik denyut\njantung pasien penyakit jantung bawaan melalui telegraf dari Boston ke\nCambridge. Tak hanya di Eropa, telegraf juga digunakan di Australia untuk\nmenangani warga yang trauma akibat bentrok dengan suku Aborigin di Alice\nSprings (Australia Utara) oleh dokter di Adelaide (Australia Selatan) pada\n1874.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Metode pengobatan ini makin berkembang dengan\nditemukannya elektrokardiogram (EKG). Pada 1906 Willem Einthoven, sang penemu\nEKG melakukan pengiriman EKG melalui jaringan telepon. Penggunaan radio,\ntelegram dan telepon juga diandalkan untuk menangani korban sipil dan militer\nselama perang dunia 1905-1945. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Relevansi\n<em>telemedicine<\/em> di tengah pandemi\nCOVID-19<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Duka dan kekhawatiran yang ditimbulkan Pandemi\nCOVID-19 berpasangan dengan tuntutan untuk disiplin menerapkan pola hidup yang\ndapat menghindari dan memutus rantai penyebarannya. Misalnya, tidak berkerumun\ndi ruang publik seperti rumah sakit. Lalu, bagaimana jika kita harus berobat\natau berkonsultasi dengan tenaga kesehatan?<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Beradaptasi dengan pola hidup baru membutuhkan dukungan teknologi agar tepat tujuan. Kehadiran <em><a href=\"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/keuntungan-telemedicine-saat-harus-dirumahaja\/\">telemedicine<\/a><\/em> menjadi jawaban atas kondisi saat ini. Kekhawatiran terjadinya penularan virus antarmanusia di semua tempat termasuk pelayanan kesehatan membuat inovasi teknologi kesehatan ini perlu dimanfaatkan semaksimal mungkin. Apalagi, keterbatasan penyediaan alat perlindungan diri (APD) di pelayanan kesehatan belum maksimal dan kini pengalihan sumber daya kesehatan ke penanganan COVID-19 masih terjadi secara masif. Kita benar-benar perlu mengandalkan teknologi pengobatan <em>online<\/em> agar tidak bergantung dengan pola lama yang penuh risiko.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>Telemedicine<\/em> memungkinkan kita berkonsultasi dengan dokter dan mendapatkan\npengobatan tanpa harus bertemu langsung di rumah sakit atau lokasi pelayanan\nkesehatan. Hanya dengan memanfaatkan aplikasi di ponsel, kesehatan kita dapat\ntetap terpantau oleh tenaga medis ahli. Syaratnya cukup dengan melek teknologi\nyang saat ini semua sudah diciptakan sesederhana dan seramah mungkin bagi\npengguna. Jadi, sebenarnya tidak ada lagi alasan bahwa tenaga medis tidak dapat\nmemikirkan kondisi masyarakat yang membutuhkan pelayanan secara cepat karena\nterhambat aturan <em>physical distancing<\/em>.\nMasyarakat pun bisa lebih berhemat (efisiensi) waktu, tenaga, juga biaya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Aplikasi\n<em>telemedicine<\/em> seperti apa yang perlu\ndigunakan?<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Memanfaatkan internet dan teknologi <em>telemedicine<\/em> haruslah bijak. Pilih\naplikasi terbaik yang memang dapat benar-benar mempermudah dan memenuhi\nkebutuhan kesehatan. Beberapa hal berikut perlu dipertimbangkan saat memilih\naplikasi <em>telemedicine<\/em>:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li><em>user interface<\/em>\/<em>user experience<\/em> sederhana\ndan mudah<\/li><li>memiliki jaminan keamanan dan privasi<\/li><li>terintegrasi\/mudah diintegrasikan dengan:<ul><li>sistem pendaftaran<\/li><\/ul><ul><li>penjadwalan konsultasi\/ pemeriksaan<\/li><\/ul><ul><li>fitur konsultasi video\/suara\/<em>chat<\/em>\/kirim\ndan terima dokumen\/<em>screenshare<\/em><\/li><\/ul><ul><li>rekam medik elektronik <\/li><\/ul><ul><li>Pembayaran non-tunai (transfer, VA, <em>digital\nwallet<\/em>)<\/li><\/ul><\/li><li>rekaman konsultasi (<em>chat<\/em>,\nsuara, video)<\/li><\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tentunya <em>telemedicine<\/em> diharapkan dapat memberi manfaat bagi masyarakat juga tenaga medis. Sejatinya teknologi diciptakan dan dikembangkan untuk mempermudah kehidupan manusia. Jika kita bijak dan tepat memilih dan mengaplikasikannya, teknologi akan tepat sasaran dan tepat guna di kehidupan kita bersama.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Tentang Docotel<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><a href=\"https:\/\/www.docotel.com\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Docotel<\/a>&nbsp;4.0 meliputi tim yang berdedikasi, berpengalaman, dan ahli dalam menyediakan produk dan solusi yang bernilai tinggi di semua industri. Kami hadir dengan visi mengatasi permasalahan sehingga dapat menciptakan pengalaman terbaik bagi klien.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Telemedicine bukan wajah baru di dunia kesehatan. Kenyataan ini dikupas oleh Dokter Dian Jauhari, MHM., VP of Clinical &amp; Technology dari Divisi Health Information System (HIS) Docotel Group pada 11 Mei 2020 saat Live Webinar yang dapat dilihat di channel YouTube \u2018Docotel Group\u2019. Penanganan&nbsp; kesehatan dengan metode jarak jauh sebenarnya sudah terjadi sejak era 1800-an. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":4208,"featured_media":4140,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[790],"tags":[1237,353,1399],"coauthors":[695],"class_list":["post-4139","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-health-information-system","tag-healthcare","tag-his","tag-telemedicine"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4139","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4208"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4139"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4139\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4140"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4139"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4139"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4139"},{"taxonomy":"author","embeddable":true,"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/coauthors?post=4139"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}