{"id":4111,"date":"2020-05-14T09:31:23","date_gmt":"2020-05-14T09:31:23","guid":{"rendered":"http:\/\/blog.docotel.com\/?p=4111"},"modified":"2020-07-20T07:41:43","modified_gmt":"2020-07-20T07:41:43","slug":"bersahabat-dengan-teknologi-di-tengah-pandemi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/bersahabat-dengan-teknologi-di-tengah-pandemi\/","title":{"rendered":"Diari Karantina: Bersahabat dengan Teknologi di Tengah Pandemi"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bill Gates Si Miliuner dan bos\nMicrosoft menjadi ilmuwan teknologi yang cukup sering dibicarakan di tengah pandemi COVID-19 saat ini. Materi yang disampaikannya di TED Talks pada 2015 diulik kembali dan dijadikan bahan refleksi atas\nkelalaian dunia yang dianggap tidak fokus berinvestasi di bidang teknologi kesehatan. Melalui berbagai pernyataan\nyang diungkapkan Bill Gates saat itu, jelas kita diajak untuk mengandalkan teknologi. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ya, benar, hidup harus terus berjalan dan kita tidak bisa selamanya berduka atau meratapi keadaan yang terjadi. Oleh karena itu, teknologi diharapkan bisa menjadi salah satu sumber yang solutif untuk tetap produktif dan \u2018waras\u2019 ketika mengarantina diri. Mungkin awalnya, para pekerja yang harus menjalani <em>work from home <\/em>(WFH)<em> <\/em>menikmati privilese waktu di pagi hari dengan lebih tenang tanpa harus terburu-buru mengejar transportasi umum, tidak kelelahan karena jarak puluhan kilometer yang harus ditempuh untuk sampai kantor, juga tidak perlu menghadapi kemacetan. Kemewahan-kemewahan ini terasa menyenangkan, tapi di pertengahan pemberlakuan WFH banyak yang mengaku jenuh hingga melakukan hal-hal tak biasa yang mungkin tidak pernah mereka pikirkan sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kali ini penulis merangkum beberapa kisah tentang diari karantina (<em>quarantine diaries<\/em>) dari beberapa\nnegara<em>.<\/em> Ini tentang bagaimana masyarakat dunia bertahan hidup di tengah Pandemi\nCOVID-19 dengan memanfaatkan teknologi yang ada.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Serunya Bangun Pulau di Gim Animal Crossing Besutan Nintendo<\/strong><\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"740\" height=\"416\" src=\"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/05\/animal-crossing-nintendo.jpg\" alt=\"Bersahabat dengan Teknologi di Tengah Pandemi - Animal Crossing Nintendo\" class=\"wp-image-4114\" title=\"\" srcset=\"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/05\/animal-crossing-nintendo.jpg 740w, https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/05\/animal-crossing-nintendo-300x169.jpg 300w, https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/05\/animal-crossing-nintendo-370x208.jpg 370w, https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/05\/animal-crossing-nintendo-270x152.jpg 270w\" sizes=\"auto, (max-width: 740px) 100vw, 740px\" \/><figcaption>Animal Crossing: New Horizons<br>Nintendo<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Almie Palmer,  Jurnalis <a href=\"https:\/\/www.cnbc.com\/2020\/04\/05\/coronavirus-animal-crossing-to-sourdough-how-were-spending-time.html\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">CNBC<\/a> asal Brooklyn, New York menceritakan pengalaman <em>quarantine diaries<\/em> melalui gim Animal Crossing. \u201cNintendo merilis gim ini di waktu yang tepat. Animal Crossing menurutku adalah permainan yang sehat dan menenangkan. Setelah melalui hari-hari yang panjang bergelut dengan berita-berita mengenai COVID-19, aku butuh pelarian di tengah dunia yang setiap hari terasa terbakar. Kita bisa memancing, berbelanja, berkunjung ke pulau tetangga dan mengatur kehidupan sosial versi virtual dengan kawan kita. Semua itu terasa menyenangkan sampai tiba waktunya kita dikejar oleh tarantula,\u201d kisah Almie. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Gim Animal\nCrossing: New Horizons yang baru saja dirilis pada akhir 20 Maret 2020 lalu mendapat\nperhatian khusus dari para pecinta <em>video games <\/em>Nintendo Switch.\nPermainan ini berhasil terjual sebanyak lebih dari 1,88 juta kopi dalam waktu\ntiga hari sejak peluncurannya. Gim ini berhasil mengalahkan pesaing utamanya,\nSuper Smash Bros. Ultimate dalam kurun waktu yang sama.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Permainan ini\nberhasil menarik hati para pecinta Nintendo dengan tampilan visual yang apik,\njuga karakter yang menggemaskan. Animal Crossing menawarkan teknik permainan <em>petting<\/em>,\ndi mana kegiatan-kegiatan domestik di rumah menjadi poin utama yang harus\ndiraih untuk menjadi pemenang. Kegiatan-kegiatan itu antara lain membangun\nrumah, memancing, menggali dan menanam, menangkap serangga, hingga berinteraksi\ndengan tetangga sekitar. Sekilas, mirip seperti Harvest Moon, ya?<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Berbeda dengan\nHarvest Moon, pengguna Animal Crossing bisa menata pulau yang ditinggalinya\ndengan kegiatan mencari fosil. Sembari menunggu pandemi berakhir, sesekali kita bisa\nmengambil peran menjadi arkeolog di gim ini. Keunikan yang dimiliki permainan\nini yakni zona waktu yang selaras dengan dunia nyata. Ketika bermain pada pukul\n10 pagi, maka waktu dalam gim juga akan menunjukkan yang sama.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Meski berbayar,\nmasyarakat dunia cukup antusias untuk membeli gim ini, bahkan sebuah perusahaan\ndi Jepang melakukan rapat secara <em>online <\/em>lewat gim ini. Nah, bagi kamu\npara pecinta gim, Animal Crossing bisa menjadi salah satu alternatif untuk\nmenghabiskan waktu di tengah pandemi COVID-19 ini.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Diari Virtual Para Seniman<\/strong><\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"aligncenter is-resized\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/05\/oakImage-1585065221885-jumbo.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-4116\" width=\"360\" height=\"455\" title=\"\" srcset=\"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/05\/oakImage-1585065221885-jumbo.jpg 668w, https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/05\/oakImage-1585065221885-jumbo-237x300.jpg 237w, https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/05\/oakImage-1585065221885-jumbo-370x469.jpg 370w, https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/05\/oakImage-1585065221885-jumbo-270x342.jpg 270w\" sizes=\"auto, (max-width: 360px) 100vw, 360px\" \/><figcaption> &#8220;Just Because There\u2019s No School Doesn\u2019t Mean There\u2019s No Homework.\u201d (Deb Monti) <\/figcaption><\/figure><\/div>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><a href=\"https:\/\/www.nytimes.com\/2020\/03\/30\/style\/coronavirus-diaries-social-history.html\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">The New York Times<\/a> merilis artikel \u201cThe Quarantine Diaries\u201d yang menceritakan sejarah lukisan sebagai refleksi atas pengalaman para seniman yang menghasilkan karya-karya hebat di tengah pandemi. Sebagian besar diari berupa lukisan tersebut dilukis kembali menggunakan teknologi visual dan disebarkan melalui internet. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Di dalam artikel\ndijelaskan tentang satu lukisan karya Margaux Rebourcet, seorang pelukis yang\nhidup di Nanterre, Perancis. Ia menghasilkan sebuah karya yang menggambarkan\nbetapa terisolasinya seluruh manusia di dunia. <em>A Solace <\/em>ditampilkannya\nsembari mengaku, \u201cKita semua terisolasi sekarang.\u201d Lukisan ini hanya salah satu\ndi antara lukisan lain yang ditampilkan oleh seniman-seniman di seluruh dunia.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Gambar-gambar yang ditampilkan tak jauh dari pemandangan di sekitar rumah yang baru mereka sadari tak kalah indahnya dengan pemandangan pada lukisan-lukisan yang selama ini mereka buat. Suasana dapur, rumah-rumah dari balik jendela, dinding kamar yang penuh pertanyaan akan masa depan, dan lukisan-lukisan lain yang tiba-tiba menjadi penting untuk disebarkan melalui media sosial.<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-gallery aligncenter columns-2 is-cropped wp-block-gallery-1 is-layout-flex wp-block-gallery-is-layout-flex\"><li class=\"blocks-gallery-item\"><figure><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"684\" height=\"1024\" src=\"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/05\/oakImage-1585065202943-superJumbo-684x1024.jpg\" alt=\"\" data-id=\"4117\" data-link=\"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/?attachment_id=4117\" class=\"wp-image-4117\" title=\"\" srcset=\"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/05\/oakImage-1585065202943-superJumbo-684x1024.jpg 684w, https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/05\/oakImage-1585065202943-superJumbo-200x300.jpg 200w, https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/05\/oakImage-1585065202943-superJumbo-768x1150.jpg 768w, https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/05\/oakImage-1585065202943-superJumbo-370x554.jpg 370w, https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/05\/oakImage-1585065202943-superJumbo-270x404.jpg 270w, https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/05\/oakImage-1585065202943-superJumbo-740x1108.jpg 740w, https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/05\/oakImage-1585065202943-superJumbo.jpg 1368w\" sizes=\"auto, (max-width: 684px) 100vw, 684px\" \/><figcaption> &#8220;Miraflores de la Sierra&#8221; oleh Ruth Manning (Spanyol) sebelum Coronavirus Outbreak<\/figcaption><\/figure><\/li><li class=\"blocks-gallery-item\"><figure><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"707\" src=\"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/05\/oakImage-1585065212134-jumbo-1024x707.jpg\" alt=\"\" data-id=\"4118\" data-link=\"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/?attachment_id=4118\" class=\"wp-image-4118\" title=\"\" srcset=\"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/05\/oakImage-1585065212134-jumbo.jpg 1024w, https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/05\/oakImage-1585065212134-jumbo-300x207.jpg 300w, https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/05\/oakImage-1585065212134-jumbo-768x530.jpg 768w, https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/05\/oakImage-1585065212134-jumbo-370x255.jpg 370w, https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/05\/oakImage-1585065212134-jumbo-435x300.jpg 435w, https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/05\/oakImage-1585065212134-jumbo-270x186.jpg 270w, https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/05\/oakImage-1585065212134-jumbo-740x511.jpg 740w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><figcaption>Setelah COVID-19, Ruth menggambar tempat mencuci piring<\/figcaption><\/figure><\/li><\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ruth Manning,\nseorang seniman asal Spanyol juga membuat sketsa Miraflores de la Sierra, sebuah kota\nkecil di Madrid Utara yang ditinggali oleh putrinya selama 15 tahun. Setelah\nkarantina diberlakukan di Spanyol, Ruth beralih menggambar tempat cuci piring\nyang lengkap dengan sabun dan peralatan-peralatan dapur. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Seorang arsitek\nasal Romania, Adina-Mihaela Tudor juga melukis pemandangan luar rumah dari\nbalik jendela kamarnya. Ia memberi keterangan bahwa perjalanan dan pertarungan\nmelawan virus ini sudah bukan lagi ke luar, tetapi ke dalam. \u201c<em>It is not a\njourney outside anymore, but a journey inside<\/em>,\u201d ungkapnya. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dunia seni\nberkembang seiring dengan kemajuan teknologi pun semakin digemari di masa pandemi\nCOVID-19. Para ilustrator, tukang gambar visual, dan seniman-seniman lain\nberusaha untuk membuka <em>platform <\/em>di media sosial yang bisa memfasilitasi\nrekan-rekan sejawat untuk bergabung mengompilasi hasil gambarnya. Seorang animator dan\nilustrator andal asal Indonesia yang kini tinggal di New York, Pinot,\nmengumpulkan <em>thread <\/em>di Twitter yang mencuitkan dorongan kepada para\nseniman agar menyetorkan karyanya dalam bentuk visual. Hal itu mendapatkan\ntanggapan luar biasa dari para pengguna Twitter, banyak bakat terpendam yang\nbisa diasah oleh para seniman Indonesia dengan terus berkarya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Menjamurnya Konser Musik\nMelalui <\/strong><strong>Medsos <\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pandemi COVID-19 turut membuat para <em>event organizer <\/em>merugi karena konser-konser musik yang\nterpaksa dibatalkan akibat adanya aturan <em>physical distancing<\/em>. Tak mau\nkehilangan cara, para musisi bekerja sama dengan media juga <em>event organizer <\/em>membuat\nkonser musik digital yang semakin sering kita temui di <em>platform<\/em> digital.\n<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Beberapa musisi internasional juga harus membatalkan konser yang rencananya diadakan di Indonesia, seperti Green Day, Dream Theater dan Slipknot. Namun, beberapa grup musik lain tidak kehilangan semangat untuk terus menyajikan hiburan di tengah pandemi yang semakin meresahkan ini. <em>Boyband <\/em>asal Korea, misalnya SuperM dan NCT Dream yang bekerja sama dengan Naver menggelar konser virtual sejumlah artis yang berdiri di bawah naungan produksinya. SuperM melangsungkan konser bertajuk Beyond Live ini pada Minggu, 26 April 2020 pukul tiga sore waktu Korea Selatan yang disiarkan melalui V Live.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selain SuperM,\nNCT Dreams juga tampil pada 10 Mei, sedangkan NCT 127 pada 17 Mei. Penonton yang dapat\nmenyaksikan konser ini harus merogoh kocek sebesar USD30 atau setara R 469\nribu. Dengan tarif ini, penonton bisa menyaksikan konser secara <em>live <\/em>melalui\ndua perangkat sekaligus dan mendapat fasilitas akses tanpa batas <em>video on\ndemand <\/em>(VOD) yang dapat diunduh melalui Android dan iOS. Akses ini dapat digunakan\ndi lima perangkat sekaligus dengan fasilitas teks dan <em>streaming <\/em>dengan\nresolusi 1080p.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Konser musik\nduka yang ditujukan untuk mendiang\nmusisi kenamaan Glenn Fredly juga telah banyak\ndilakukan oleh para musisi Indonesia. Kepergiannya yang cukup mengejutkan jagad\nmusik Nusantara pada 8 April 2020 lalu meninggalkan duka bagi rekan-rekan dan\npenggemarnya. Glenn Fredly, selain terkenal dengan lagu-lagu yang seringkali\nmengisi telinga kita dengan kata-kata cinta, juga terkenal dengan aktivismenya.\nBeberapa saat sebelum\nkepergiannya, Glenn sempat mengadakan donasi untuk membantu\nmenangani COVID-19 yang kemudian dilanjutkan oleh rekan-rekan sesama musisi\nmelalui <em>live concert <\/em>di <em>platform <\/em>digital seperti Instagram dan\nYouTube.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Di tengah pandemi yang belum pasti kapan berakhirnya ini, sudah selayaknya kita bersahabat dengan teknologi untuk mengisi waktu dengan bijak selama menjalankan <em>physical distancing<\/em>. Selain sebagai media hiburan, teknologi juga bisa menjadi alternatif bagi kita untuk semakin produktif jika dimanfaatkan dengan baik. <\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-embed-youtube wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-embed-aspect-4-3 wp-has-aspect-ratio\"><div class=\"wp-block-embed__wrapper\">\n<iframe loading=\"lazy\" title=\"#dirumahaja dari Musisi Indonesia | Catatan Najwa\" width=\"770\" height=\"578\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/Sc6DzfOqS6k?feature=oembed\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture\" allowfullscreen><\/iframe>\n<\/div><figcaption>konser musik #dirumahaja<br>Catatan Najwa<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Baca Juga:<\/strong> <a href=\"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/iot-dan-big-data-bisa-putus-rantai-covid-19\/\">Memanfaatkan IoT dan Big Data dengan Benar Bisa Putus Rantai Pandemi COVID-19<\/a><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Tentang Docotel<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><a href=\"https:\/\/www.docotel.com\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Docotel<\/a>&nbsp;4.0\nmeliputi tim yang berdedikasi, berpengalaman, dan ahli dalam menyediakan produk\ndan solusi yang bernilai tinggi di semua industri. Kami hadir dengan visi\nmengatasi permasalahan sehingga dapat menciptakan pengalaman terbaik bagi\nklien.<strong><\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bill Gates Si Miliuner dan bos Microsoft menjadi ilmuwan teknologi yang cukup sering dibicarakan di tengah pandemi COVID-19 saat ini. Materi yang disampaikannya di TED Talks pada 2015 diulik kembali dan dijadikan bahan refleksi atas kelalaian dunia yang dianggap tidak fokus berinvestasi di bidang teknologi kesehatan. Melalui berbagai pernyataan yang diungkapkan Bill Gates saat itu, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":16938,"featured_media":4113,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1465,2],"tags":[],"coauthors":[1125],"class_list":["post-4111","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-ai-data","category-knowledge"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4111","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/16938"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4111"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4111\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4113"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4111"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4111"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4111"},{"taxonomy":"author","embeddable":true,"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/coauthors?post=4111"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}