{"id":4106,"date":"2020-05-08T08:00:19","date_gmt":"2020-05-08T08:00:19","guid":{"rendered":"http:\/\/blog.docotel.com\/?p=4106"},"modified":"2020-05-08T08:00:19","modified_gmt":"2020-05-08T08:00:19","slug":"manfaat-artificial-intelligence-human-resources","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/manfaat-artificial-intelligence-human-resources\/","title":{"rendered":"Manfaat Artificial Intelligence (AI) bagi Human Resources (HR)"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tim <em>human resources<\/em> (HR) harus berhadapan dengan banyak data untuk menemukan kandidat terbaik bagi perusahaan. Jelas, proses menganalisis data bukanlah perkara mudah. Ini merupakan tugas yang cukup memakan waktu dan melelahkan. Mulai dari mengumpulkan informasi terkait kandidat di media sosial dan media lainnya, cek silang latar belakang kandidat, memeriksa portofolio, dan masih banyak lagi lainnya yang harus dilakukan seorang perekrut. Alurnya panjang sekali! Apa memungkinkan jika proses rekrutnya jadi lebih cepat?<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tentu bisa. Kini perekrutan karyawan bisa lebih\nefisien dengan memanfaatkan <em>artificial<\/em>\n<em>intellegence<\/em> (AI) alias kecerdasan\nbuatan. Perangkat lunak\nyang menerapkan AI dikembangkan untuk\nmempersingkat atau mengotomatiskan beberapa bagian dari alur kerja perekrutan. <em>M<\/em><em>achine learning <\/em>(ML) diperintahkan\nuntuk menyaring kandidat dan menganalisis jenis pekerjaan yang tepat bagi calon karyawan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Salah satu <em>platform <\/em>rekrutmen\nyang mungkin sudah akrab di telinga para pencari kerja adalah Kalibrr. Layanan yang diberikan Kalibrr mampu memberi rekomendasi ke perusahaan terkait kandidat yang\ntepat dan sebaliknya bisa menawarkan jenis pekerjaan yang sesuai dengan\nkeahlian individu atau\npencari kerja. Kalibrr menyatakan mampu mengurangi biaya dan waktu yang dibutuhkan dalam proses\nmencari karyawan dan telah diimplementasikan oleh 250 perusahaan, mulai dari\nperusahaan rintisan, internasional, hingga konglomerasi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Berikut beberapa keuntungan yang ditawarkan\n<em>platform<\/em> berteknologi AI untuk bidang <em>human resorces<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><strong>Menghindari Berbagai Kerugian<\/strong><\/h4>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Mencari karyawan baru bisa dikatakan sebagai sesuatu yang mahal,\n<em>lho! <\/em>&nbsp;Bukan tanpa sebab, tim HR perlu memasang\nlowongan pekerjaan, mewawancari kandidat, hingga memberikan pelatihan pada\nkaryawan. Jelasnya, perusahaan ingin berinvestasi pada individu yang tepat. Dengan\nmerekrut karyawan yang tepat, maka akan mengurangi<em>turnover<\/em> karyawan dan\nmenghemat uang untuk pelatihan, bonus, atau biaya\nlain.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">AI berpotensi mengurangi segala bentuk pengeluaran dan kerugian\nyang diakibatkan oleh salah rekrut, baik waktu, materiil, maupun imateriil. Hasil\nlaporan Ideal, perusahaan teknologi di sektor perekrutan, menyebutkan kehadiran\nAI pada perangkat lunak rekrutmen menurunkan pergantian karyawan hingga 35 persen\ndan mengurangi biaya perrekrutmen sebanyak 75 persen. Sementara, <a href=\"https:\/\/www.theguardian.com\/technology\/2019\/oct\/25\/unilever-saves-on-recruiters-by-using-ai-to-assess-job-interviews\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Unilever<\/a> mengklaim telah menghemat ratusan ribu pound per tahun dengan\nmenerapkan kecerdasan buatan untuk proses rekrutmen. Perusahaan multinasional\nini juga menghemat 100.000 jam dalam setahun terakhir dengan menggunakan\nperangkat lunak yang mampu menganalisis video wawancara. Sistemnya mampu\nmemindai ekspresi wajah kandidat, bahasa tubuh, dan pemilihan kata, serta mengetahui\nkarakter kandidat yang dianggap prediktif terhadap kerberhasilan suatu pekerjaan\nsaat menjadi karyawan.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><strong>Mengotomatiskan Tugas Perekrut<\/strong><\/h4>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jika AI\ntelah bertindak, teknologi ini bisa menjadi asisten pribadi bagi perekrut untuk\nmengotomatiskan berbagai tugas yang selama ini dilakukan secara manual. Misalnya, perangkat lunak penjadwalan atau pemeriksa surat\nlamaran otomatis dapat mempercepat tugas seorang perekrut untuk menentukan\njadwal, mengingatkan waktu wawancara, dan memeriksa surat lamaran kandidat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Cara lain yang dapat memudahkan pekerjaan seorang perekrut adalah dengan layanan\npesan otomatis atau sering dikenal <em>chatbots.<\/em>\nDengan mengotomatiskan suatu percakapan terkait perekrutan atau pertanyaan\npekerjaan, maka kandidat dapat memperoleh jawaban yang mereka cari setiap saat.\nHal ini juga dapat mengurangi tugas perekrut untuk menanggapi surat elektronik atau\npanggilan telepon dari para kandidat. <\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><strong>Mengurangi Bias Dalam Perekrutan<\/strong><\/h4>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selain menghemat waktu dan meningkatkan pengalaman kandidat,\nmenggunakan AI di bidang HR juga memiliki kemampuan untuk mengurangi bias dalam\nproses rekrutmen. Munculnya bias dari seorang perekrut bisa terjadi saat\nmelakukan penyaringan kandidat, biasanya karena kencenderungan manusia dalam\nmenentukan pilihan dan melakukan stereotipe berdasarkan ras, gender, dan lain\nsebagainya. Nah, munculnya AI mampu membantu menyaring kandidat tanpa terbentur subjektivitas. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menerapkan AI dalam proses rekrutmen dapat mendorong terciptanya\nsuatu tim yang beragam, menentukan peringkat kandidat berdasarkan kualifikasi,\ndan menghilangkan bias dari keputusan seseorang. Ternyata, hal ini\njuga dapat berpengaruh pada tingkat pendapatan perusahaan. Senada dengan artikel\nUndercover Recruiter, para peniliti menyebutkan perusahaan di sektor ritel yang\nmemiliki karyawan dengan gender beragam memperoleh pendapatan 14% lebih tinggi\ndibanding perusahaan yang kurang beragam. Adapun peningkatan 15 kali lipat\ndalam pendapatan penjualan perusahaan yang dipengaruhi oleh tingkat keragaman\nras yang tinggi. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Itulah, tadi beberapa manfaat dari penerapan AI di dunia HR. Apakah kamu pernah merekrut atau melamar pekerjaan dengan bantuan AI?<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Baca Juga: <\/strong><a href=\"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/ubur-ubur-bionik-pantau-perubahan-iklim\/\">Ubur-ubur\nBionik, Si Jago Pantau Perubahan Iklim di Lautan<\/a><\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><strong>Tentang Docotel<\/strong><\/h4>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><a href=\"https:\/\/www.docotel.com\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Docotel<\/a>&nbsp;4.0 meliputi\ntim yang berdedikasi, berpengalaman, dan ahli dalam menyediakan produk dan\nsolusi yang bernilai tinggi di semua industri. Kami hadir dengan visi mengatasi\npermasalahan sehingga dapat menciptakan pengalaman terbaik bagi klien.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tim human resources (HR) harus berhadapan dengan banyak data untuk menemukan kandidat terbaik bagi perusahaan. Jelas, proses menganalisis data bukanlah perkara mudah. Ini merupakan tugas yang cukup memakan waktu dan melelahkan. Mulai dari mengumpulkan informasi terkait kandidat di media sosial dan media lainnya, cek silang latar belakang kandidat, memeriksa portofolio, dan masih banyak lagi lainnya [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":10557,"featured_media":4108,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"coauthors":[789],"class_list":["post-4106","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-knowledge"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4106","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/10557"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4106"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4106\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4108"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4106"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4106"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4106"},{"taxonomy":"author","embeddable":true,"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/coauthors?post=4106"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}