{"id":4036,"date":"2020-04-07T09:22:38","date_gmt":"2020-04-07T09:22:38","guid":{"rendered":"http:\/\/blog.docotel.com\/?p=4036"},"modified":"2020-07-20T07:43:04","modified_gmt":"2020-07-20T07:43:04","slug":"sim-swap-bobol-ponsel-hingga-rekening-bank","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/sim-swap-bobol-ponsel-hingga-rekening-bank\/","title":{"rendered":"SIM Swap: Bobol Ponsel hingga Rekening Bank"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menyertakan\nidentitas pada kartu <em>Subscriber Identity Module<\/em> (SIM) agar bisa mengakses <em>smartphone<\/em> dapat menjadi bumerang\napabila kita tidak berhati-hati. Modus kejahatan yang dikenal dengan SIM S<em>wap<\/em>\ntengah marak terjadi. Awal Januari 2020, kejahatan ini menimpa seorang wartawan\nsenior Ilham Bintang. Sebelumnya pada Oktober 2018, seorang bapak bernama\nRobert Ross kehilangan seluruh tabungannya sebesar satu miliar US dollar akibat\nSIM <em>Swap<\/em>. Jadi sebenarnya, apa itu SIM <em>Swap<\/em> dan bagaimana cara\nagar kita terhindar dari kejahatan tersebut?<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><strong>Kenali Modus Penipuan SIM <em>Swap<\/em><\/strong><\/h4>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-embed-youtube wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio\"><div class=\"wp-block-embed__wrapper\">\n<iframe loading=\"lazy\" title=\"This man lost his life savings in a SIM hack\" width=\"770\" height=\"433\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/jKggXifrSD4?feature=oembed\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture\" allowfullscreen><\/iframe>\n<\/div><figcaption><em>Property of <\/em>CNN <em>Business<\/em><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Robert Ross\nsedang bersantai di halaman rumahnya di San Francisco pada Oktober 2018. Saat mengecek iPhone\nmiliknya, ia mendapati jaringan pada kartu SIM menghilang sehingga\ntidak bisa mengakses ponselnya sama sekali. Beberapa jam kemudian, ia\nkehilangan sejumlah uang, termasuk tabungan untuk biaya pendidikan anaknya\nsebesar satu miliar US dollar.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ross mengaku sebelum\njaringan ponselnya mati, ia menerima pemberitahuan penarikan uang dari lembaga perbankan\ntempatnya menabung. Ross heran karena ia tidak pernah mengajukan permintaan\npenarikan uang. \u201cSetelah itu saya mengecek ponsel dan baru menyadari, ponsel\nsaya dalam keadaan tidak ada layanan dan saya tidak bisa mengakses apa-apa,\u201d\nungkapnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kasus ini merupakan wujud kejahatan\nSIM <em>Swap<\/em>, yaitu pelaku mengambil alih (meretas) nomor kartu SIM\nkorban dan memindahkannya pada kartu SIM baru yang telah dikontrol dan mengaku\nsebagai korban untuk mendapatkan akses pada ponselnya. Setelah mendapatkan\nakses <em>e-mail<\/em>, peretas bisa mengetahui\ndata-data penting hingga nomor rekening korban untuk mengakses seluruh riwayat\nperbankan dan mengambil sejumlah uang yang tersimpan. Beberapa peretas kelas\natas bahkan sengaja menargetkan pemilik kartu SIM yang memiliki simpanan pada\nmata uang kripto (<em>cryptocurrency<\/em>). Ross tercatat memiliki tabungan\nsenilai lebih dari satu miliar US dollar di dua lembaga <em>cryptocurrency<\/em>\nsaat ia diserang.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kejahatan SIM <em>Swap\n<\/em>juga sudah terjadi di\nIndonesia dan dialami oleh seorang wartawan senior\nIlham Bintang pada Januari 2020. Melansir CNN, delapan tersangka terlibat dalam\nkasus ini. Tersangka utama yang berinisial D berhasil melacak data-data pribadi\nIlham yang tercatat di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) setelah menduplikasi kartu\nSIM-nya. Dalam menjalankan aksinya, D bekerja sama dengan dua orang tersangka\nlain yang memiliki akses ke Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) OJK. Setelah\nberhasil masuk ke dalam sistem SLIK OJK, maka diperoleh data terkait\nbatas penarikan uang dalam rekening, nomor telepon, hingga Nomor Induk\nKependudukan (NIK).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tersangka D kemudian membuat KTP palsu untuk\nmendapatkan kartu SIM baru dengan nomor telepon milik Ilham. Setelah kartu SIM\nbaru diperoleh, D kemudian mengakses <em>e-mail<\/em>\ndengan meminta <em>reset <\/em>ulang <em>password <\/em>yang dikirimkan via kode <em>One\nTime Password <\/em>(OTP) ke nomor telepon baru. Dengan akses <em>e-mail <\/em>yang\nsudah terbuka, D bisa mengakses data-data bank di dua rekening Ilham dan\nmengambil seluruh uang yang ada di rekening tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kasus yang dialami Robert Ross dan Ilham Bintang\nmerupakan <em>phishing, <\/em>yakni kejahatan siber yang dilakukan untuk\nmemperoleh informasi pribadi seperti <em>user<\/em>\n<em>ID<\/em>, <em>password<\/em>, dan data-data sensitif lainnya dengan menyamar sebagai orang\natau organisasi yang berwenang melalui sebuah <em>e-mail<\/em>. Melansir DITSTI ITB, istilah ini muncul dari kata <em>fishing\n<\/em>yang berarti memancing, dalam hal ini memancing target untuk memberikan\ninformasi penting, utamanya <em>password<\/em>\nuntuk masuk ke akun yang berkaitan dengan keuangan. <\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><strong>Cara agar\nTerhindar dari Pembobolan Rekening Melalui SIM <em>Swap<\/em><\/strong><\/h4>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menghadapi\nkejahatan siber butuh pengetahuan dan kesadaran teknologi informasi yang baik\ndari pengguna. Yeo Siang Tiong, General Manager of SEA Kapersky menyarankan\nagar pengguna memisahkan kartu SIM untuk melakukan komunikasi dan yang\nterkoneksi dengan media sosial juga perbankan. Hal ini bertujuan untuk melindungi\ndata-data pribadi dengan mengelompokkannya sesuai kebutuhan, sehingga dapat\nmeminimalkan penipuan seperti SIM <em>Swap<\/em>. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebagai\npengguna, kita juga harus sadar akan keamanan data di internet. Apabila masuk pesan dari\nnomor tak dikenal atau <em>e-mail <\/em>yang menyertakan <em>link <\/em>tanpa\nkejelasan sumber, kita harus berhati-hati dan tidak asal klik. Ketika ada pesan masuk yang juga\nmenyertakan kode OTP untuk membuka akses pada aplikasi di ponsel kita,\nsebaiknya segera ganti <em>password <\/em>dan segera hapus data-data pribadi dari\naplikasi tersebut untuk menghindari pencurian dan penipuan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Para pengguna <em>mobile banking<\/em> juga harus memastikan apakah aplikasi\ntersebut memiliki standar keamanan yang tinggi. Simpan nomor-nomor darurat dari\npihak perbankan yang sewaktu-waktu bisa kita hubungi apabila terjadi hal-hal\nyang tidak diinginkan. Buatlah <em>username <\/em>dan <em>password <\/em>dengan\ntingkat kerumitan yang disarankan oleh perbankan agar akun tidak mudah dibobol\noleh peretas. Sangat\ndisarankan memilih aplikasi perbankan yang memiliki\nfitur <em>login <\/em>tidak hanya dengan <em>username <\/em>dan <em>password<\/em>,\nmelainkan juga SMS, <em>e-mail, <\/em>OTP atau karena lebih aman jika memiliki\nsistem autentikasi dua tahap atau (<em>two step authentication<\/em>).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jika mengalami kejadian kartu SIM yang mendadak\ntidak aktif seperti kasus Robert Ross atau Ilham Bintang, segera hubungi <em>customer\nservice <\/em>provider kartu SIM dan verifikasi data dengan benar. Pastikan untuk\nmelaporkan kejadian mencurigakan yang kita alami sehingga operator dapat\nmelacak apakah ponsel kita sedang diretas atau tidak guna meminimalkan risiko\npembobolan akun pribadi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hal penting yang\nperlu diingat saat kita memutuskan untuk membeli ponsel baru, pastikan membeli di gerai resmi\nyang berstandar keamanan sesuai ketentuan yang berlaku. Jangan membeli\nponsel di gerai-gerai pasar gelap atau <em>black market <\/em>(BM) yang sebagian\nbesar menjual ponsel rekondisi atau telah digunakan sebelumnya. Hal itu dapat meningkatkan\nrisiko ponsel kita diserang oleh <em>malware <\/em>yang akan membocorkan data-data\nsehingga rentan diretas. Selain itu, apabila ponsel rusak dan perlu untuk\ndiperbaiki, pastikan kartu SIM diserahkan kepada kita untuk disimpan, jangan\nmembiarkan orang lain menyimpan kartu SIM karena kita tidak pernah tahu kejahatan yang mungkin terjadi. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Baca Juga:<\/strong> <a href=\"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/hoaks-jadi-bencana-fact-checking-solusinya\/\">Ketika Hoaks Menjadi Bencana, Fact Checking Bisa Menjadi Solusinya<\/a><\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><strong>Tentang\nDocotel<\/strong><\/h4>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><a rel=\"noreferrer noopener\" href=\"https:\/\/www.docotel.com\/\" target=\"_blank\">Docotel<\/a>\u00a04.0 meliputi tim yang berdedikasi, berpengalaman, dan ahli dalam menyediakan produk dan solusi yang bernilai tinggi di semua industri. Kami hadir dengan visi mengatasi permasalahan sehingga dapat menciptakan pengalaman terbaik bagi klien.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Menyertakan identitas pada kartu Subscriber Identity Module (SIM) agar bisa mengakses smartphone dapat menjadi bumerang apabila kita tidak berhati-hati. Modus kejahatan yang dikenal dengan SIM Swap tengah marak terjadi. Awal Januari 2020, kejahatan ini menimpa seorang wartawan senior Ilham Bintang. Sebelumnya pada Oktober 2018, seorang bapak bernama Robert Ross kehilangan seluruh tabungannya sebesar satu miliar [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":16938,"featured_media":4037,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1465,2],"tags":[277,1393,1394,302,1392],"coauthors":[1125],"class_list":["post-4036","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-ai-data","category-knowledge","tag-cybercrime","tag-fraud","tag-penipuan","tag-sim","tag-simswap"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4036","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/16938"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4036"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4036\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4037"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4036"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4036"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4036"},{"taxonomy":"author","embeddable":true,"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/coauthors?post=4036"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}