{"id":4004,"date":"2020-03-27T10:58:21","date_gmt":"2020-03-27T10:58:21","guid":{"rendered":"http:\/\/blog.docotel.com\/?p=4004"},"modified":"2020-03-27T10:58:22","modified_gmt":"2020-03-27T10:58:22","slug":"social-media-officer-bermain-media-sosial-tidak-main-main","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/social-media-officer-bermain-media-sosial-tidak-main-main\/","title":{"rendered":"Social Media Officer: Bermain Media Sosial dengan Tidak Main-main"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sudah cek unggahan terbaru di akun Instagram, Facebook, atau LinkedIn Docotel Group? Pernah penasaran nggak, siapa <em>sih<\/em> yang menjalankan akun-akun tersebut? #DocoProfile kali ini akan mengupas seputar media sosial dan apa saja yang dikerjakan \u201cmimin\u201d Docotel Group dengan perannya sebagai seorang <em>Social Media Officer<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<h5 class=\"wp-block-heading\"><strong>Media Sosial: Kebutuhan yang Kekinian<\/strong><\/h5>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"576\" src=\"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/Foto_4-1024x576.jpg\" alt=\"Social Media Officer: Bermain Media Sosial dengan Tidak Main-main - Docotel Official Blog\" class=\"wp-image-4009\" title=\"\" srcset=\"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/Foto_4-1024x576.jpg 1024w, https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/Foto_4-300x169.jpg 300w, https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/Foto_4-768x432.jpg 768w, https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/Foto_4-370x208.jpg 370w, https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/Foto_4-270x152.jpg 270w, https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/Foto_4-740x416.jpg 740w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>Social Media Officer<\/em> bukanlah pekerjaan yang dituju Ismi saat baru bergabung di Docotel Grup pada 2016. Di Divisi Creative, mulanya Ismi menjalankan tanggung jawab untuk menulis artikel di blog perusahaan sebagai seorang <em>Content Writer<\/em>.\u00a0 Satu tahun berlalu, kemampuan Ismi diarahkan untuk mengelola berbagai akun media sosial Docotel Group. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Si\nSarjana Sosial ini punya <em>skill<\/em> yang patut\ndiperhitungkan dalam melakukan analisis, riset tren, dan mengolah data juga\nkata hingga menjadi suatu <em>story telling<\/em>\natau <em>copy writing <\/em>yang menarik. <em>Social Media Officer<\/em> seperti Ismi memang\ndituntut untuk bisa membawa pesan perusahaan ke publik melalui konten yang\nkekinian di dunia digital. \u201cKita harus membuat <em>bridging, <\/em>kita harus\nmemanusiakan <em>brand.<\/em> Misalnya, saat ini kita membutuhkan teknologi,\nkenapa kita butuh itu, dan apa efeknya, dengan begitu konsumen pasti lebih\ntertarik untuk membaca,\u201d jelas Ismi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Perencanaan yang baik saat menggarap sebuah konten juga penting untuk dilakukan. Memainkan media sosial tak boleh asal-asalan karena dampak positif maupun negatif dari setiap unggahan amat masif. Coba bayangkan saja, jika akun Instagram Docotel Group tiba-tiba saja mengunggah berita mengenai kehidupan artis yang sedang viral. Duh, nggak <em>nyambung<\/em>, dong! \u201cMenaikkan konten di media sosial tidak bisa sembarangan jika ingin mendapatkan <em>engagement<\/em> atau <em>feedback<\/em> dari orang. Di balik <em>posting<\/em> itu ada hal-hal yang harus diperhatikan juga,\u201d tegas Ismi kepada tim penulis. <\/p>\n\n\n\n<h5 class=\"wp-block-heading\"><strong>Peran Penting <em>Sosial Media Officer<\/em><\/strong><\/h5>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"576\" src=\"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/Foto_3-1024x576.jpg\" alt=\"Social Media Officer: Bermain Media Sosial dengan Tidak Main-main - Docotel Official Blog\" class=\"wp-image-4010\" title=\"\" srcset=\"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/Foto_3-1024x576.jpg 1024w, https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/Foto_3-300x169.jpg 300w, https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/Foto_3-768x432.jpg 768w, https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/Foto_3-370x208.jpg 370w, https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/Foto_3-270x152.jpg 270w, https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/Foto_3-740x416.jpg 740w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pemanfaatan\nmedia sosial yang tepat mampu meningkatkan <em>branding<\/em> perusahaan dan\nmenjadi bentuk pertahanan diri di tengah persaingan. Ismi menilai media sosial\nsebagai salah satu \u201csenjata\u201d bagi perusahaan untuk mengembangkan\npeluang-peluang baru di era digital ini. \u201cMedia sosial membuat konsumen merasa\ndekat dengan <em>brand<\/em>-nya sekaligus mempererat hubungan dengan perusahaan,\u201d\ntuturnya. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Meski tidak memiliki latar belakang akademik dalam bidang <em>marketing<\/em>, tapi Ismi menuntut dirinya untuk paham bagaimana \u201cmerawat\u201d akun-akun media sosial Docotel Group. Ada beberapa hal yang setiap hari ia implementasikan untuk memastikan konten yang akan diunggah mampu menjaga komunikasi dengan audiens serta meningkatkan reputasi perusahaan.<\/p>\n\n\n\n<h6 class=\"wp-block-heading\">1. <strong>Menyiapkan Konten<\/strong><\/h6>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Langkah\npertama yang perlu dilakukan saat akan membuat sebuah konten adalah mengecek\ntren. Hal ini penting untuk membantu penentuan topik yang akan diangkat. Biasanya\nIsmi mengunjungi akun-akun Instagram atau portal berita <em>online<\/em> yang sejalan dengan karakter Docotel Group, lalu mencatat\nhal-hal menarik yang sekiranya bisa dijadikan topik. Ismi tidak pernah sungkan\nuntuk meminta pendapat dan pertimbangan dari rekan-rekan di timnya<em>. Brain\nstorming<\/em> memang secara rutin dilakukan tim Content dan Social Media\nagar dapat saling mendapat <em>insight<\/em>\ndan menginspirasi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jika sudah menemukan topik yang tepat, Ismi meramu data-data\nhasil riset hingga menjadi konten yang ciamik. <em>Social Media Officer<\/em> juga bertugas menentukan bentuk unggahan,\nmisalnya video, foto, infografik, atau <em>banner<\/em>.\n\u201c<em>Social Media Officer<\/em> dapat\nmenentukan apakah konsep <em>banner<\/em> (pada Instagram) akan berupa <em>carousel<\/em>\nyang <em>swipe<\/em> ke kanan atau infografik yang memuat runtutan kejadiannya,\u201d\npapar Ismi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>Caption<\/em> juga menjadi\ntanggung jawab <em>Social Media Officer<\/em>\nuntuk melengkapi kesempurnaan unggahannya. Menurut Ismi tidak ada resep khusus\npada tahap yang satu ini, tapi pastikan untuk memperhatikan tata cara atau gaya\npenulisan karena setiap <em>platform<\/em> media sosial memiliki karakteristik\nyang berbeda. Sering membaca dan mengulik kata-kata menjadi pendukung\nterciptanya <em>caption<\/em> yang menarik warganet. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jangan lupa sertakan <em>hashtag <\/em>yang dapat dapat mempermudah warganet dalam menemukan unggahan kita. Berkunjung ke portal Hastagforlikes bisa menjadi salah satu trik untuk menemukan <em>hashtag<\/em> yang tepat, caranya ketik kata kunci yang memiliki keterkaitan dengan produk atau bisnis perusahaan. \u201cAtau bisa juga nulis <em>keyword<\/em> di platform media sosial misalnya di Instagram, setelah itu cari <em>recent<\/em> yang paling awal. Di sana bisa tahu <em>hashtag<\/em> yang digunakan apa saja,\u201d tambah Ismi.<\/p>\n\n\n\n<h6 class=\"wp-block-heading\">2. <strong>Menghitung <em>Engagement Rate<\/em><\/strong><\/h6>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selain konten, tugas Ismi juga terkait dengan <em>engagement<\/em> <em>rate<\/em> atau tingkat keterikatan yang dihasilkan dari konten yang\ndiunggahnya. <em>Engagement rate<\/em> menjadi salah satu sumber informasi atas\nkualitas suatu akun media sosial. Apabila hasil perhitungan <em>engagement<\/em>-nya besar, maka bisa\ndiartikan antusiasme pada akun media sosial tersebut cukup tinggi dan konten\nyang dibuat sesuai dengan kebutuhan warganet. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ismi mengingatkan mengenai <em>engagement <\/em>yang berbeda dengan <em>reach. <\/em>Pada media sosial, <em>reach <\/em>merupakan sejauh mana suatu <em>brand <\/em>sampai atau dekat dengan masyarakat. Sementara <em>engagement, <\/em>sejauh mana masyarakat berinteraksi dengan akun media sosial. \u201cIntinya tidak akan <em>reach<\/em>\u00a0 (terjangkau) kalau tidak ada <em>engagement,\u201d<\/em> pungkas Ismi. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Lalu, gimana sih cara menghitung <em>engagement rate<\/em> pada\nmedia sosial? Cukup gampang, kok, karena pada dasarnya setiap <em>platform<\/em> sudah menyertakan <em>tools<\/em> untuk menghitungnya.&nbsp; Yuk, kita coba hitung <em>engagement rate<\/em> suatu unggahan di Instagram dengan formula \u201ctotal\naktivitas respon (meliputi <em>comment<\/em>s, <em>share<\/em>,\n<em>likes<\/em>, dan <em>click<\/em>) dibagi total\n<em>reach<\/em> dikali 100%\u201d. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Formula ini akan menghasilkan <em>engagement<\/em> dalam satu\nperiode tertentu. Setelah mendapatkan hasil, cari tahu berada di tingkat mana <em>engagement<\/em>\nakun Instagram itu dengan melihat pedoman berikut.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kurang dari 1% = <em>low engagement rate<\/em><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Antara 1% dan 3.5% = <em>average\/good engagement rate<\/em><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Antara 3.5% dan 6% = <em>high engagement rate<\/em><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Di atas 6% = <em>very high engagement rate<\/em><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cPokoknya jika hasilnya 1-3% itu baik. Di atas 3% berarti kualitas banget akunnya. Sementara, kalau di bawah 1% berarti audiensnya kurang terlibat dengan konten-konten yang dibuat. Bisa juga lewat phlanx.com, portal yang menyediakan layanan perhitungan <em>engagement<\/em> secara keseluruhan,\u201d jelas Ismi.<\/p>\n\n\n\n<h5 class=\"wp-block-heading\"><strong>Serunya Jadi <em>Social Media Officer<\/em><\/strong><\/h5>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"576\" src=\"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/Foto_1-1024x576.jpg\" alt=\"Social Media Officer: Bermain Media Sosial dengan Tidak Main-main - Docotel Official Blog\" class=\"wp-image-4011\" title=\"\" srcset=\"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/Foto_1-1024x576.jpg 1024w, https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/Foto_1-300x169.jpg 300w, https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/Foto_1-768x432.jpg 768w, https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/Foto_1-370x208.jpg 370w, https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/Foto_1-270x152.jpg 270w, https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/Foto_1-740x416.jpg 740w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Meski secara teori tugas-tugas <em>Social Media Officer<\/em> dapat dipelajari siapa saja, tapi ada kualitas diri yang terukur dalam dedikasi\u2014yang tidak semua individu mampu menjalaninya. Ismi menceritakan bagaimana ia cukup sering berhadapan dengan tantangan. Misalnya, harus tetap meluangkan waktu untuk membuat dan menayangkan sebuah konten meski di hari libur atau cuti. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kadang\nIsmi juga harus berbesar hati memaklumi dengan bijak saat ada yang berkomentar\nnegatif pada konten yang dibuatnya atau beranggapan bahwa media sosial hanya\nranah pekerjaan yang mudah dilakukan. \u201cMereka mungkin nggak tahu kalau <em>treatment<\/em>\nsetiap <em>platform<\/em> media sosial itu berbeda. Bahkan, kalau dijelaskan\nmereka juga nggak peduli, karena mereka hanya tahu konten jadinya saja. Kita\nharus tegak, setegak perusahaan dalam artian jangan sakit hati,\u201d curhatnya. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Di belakang beragam tantangan yang harus dihadapi, ada hal positif yang dituai Ismi. Ia belajar untuk terus menggali potensi dengan mencari wawasan baru terkait pengelolaan media sosial yang baik. Di akhir perbicangan, Ismi berpesan bagi siapa saja yang ingin menjadi seorang <em>Social Media Officer <\/em>\u201cKelihatanya gampang, terlihat seperti main HP terus. Padahal banyak yang harus dipikirkan, jangan anggap mudah pekerjaan ini,\u201d tutup Ismi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/hc-payroll-si-pengawal-keselamatan-gaji-bulananmu\/\">HC Payroll, Si Pengawal Keselamatan Gaji Bulananmu<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><strong>Tentang Docotel<\/strong><\/h4>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><a href=\"https:\/\/www.docotel.com\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Docotel<\/a>&nbsp;4.0 meliputi tim yang\nberdedikasi, berpengalaman, dan ahli dalam menyediakan produk dan solusi yang\nbernilai tinggi di semua industri. Kami hadir dengan visi mengatasi\npermasalahan sehingga dapat menciptakan pengalaman terbaik bagi klien.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sudah cek unggahan terbaru di akun Instagram, Facebook, atau LinkedIn Docotel Group? Pernah penasaran nggak, siapa sih yang menjalankan akun-akun tersebut? #DocoProfile kali ini akan mengupas seputar media sosial dan apa saja yang dikerjakan \u201cmimin\u201d Docotel Group dengan perannya sebagai seorang Social Media Officer. Media Sosial: Kebutuhan yang Kekinian Social Media Officer bukanlah pekerjaan yang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":10557,"featured_media":4005,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1468],"tags":[1299,1352,1388],"coauthors":[789],"class_list":["post-4004","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-perusahaan-berita","tag-docoprofile","tag-socialmedia","tag-socialmediaoffiicer"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4004","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/10557"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4004"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4004\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4005"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4004"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4004"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4004"},{"taxonomy":"author","embeddable":true,"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/coauthors?post=4004"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}