{"id":3994,"date":"2020-03-24T09:58:39","date_gmt":"2020-03-24T09:58:39","guid":{"rendered":"http:\/\/blog.docotel.com\/?p=3994"},"modified":"2020-03-24T10:01:30","modified_gmt":"2020-03-24T10:01:30","slug":"menghadapi-kebakaran-hutan-dan-lahan-dengan-drone","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/menghadapi-kebakaran-hutan-dan-lahan-dengan-drone\/","title":{"rendered":"Menghadapi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) dengan Bantuan Drone"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Indonesia sempat dilanda\nbencana kebakaran hutan dan\nlahan (karhutla) besar pada September 2019. Asap tebal\ndan beracun mengakibatkan masyarakat di wilayah Sumatera, utamanya Riau terpaksa tidak bisa\nmenjalankan aktivitas sehari-hari. Kebakaran hutan dan lahan ini tak hanya\nmerugikan rakyat, tetapi juga mengancam nyawa satwa-satwa liar dilindungi yang\nada di ambang kepunahan. Guna mengatasi hal tersebut, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), TNI, hingga organisasi nonprofit lokal maupun internasional\nberupaya menggunakan teknologi <em>drone<\/em> untuk mempermudah proses mitigasi\nhingga membantu misi penyelamatan diri. &nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><strong><em>Drone <\/em>untuk mitigasi satwa endemik saat kebakaran hutan<\/strong><\/h4>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Saat ini pemanfaatan <em>drone <\/em>untuk membantu mitigasi kebakaran hutan telah dilakukan oleh negara-negara di dunia. Saat karhutla terjadi di Australia selama Juli 2019 hingga Februari 2020, <em>drone <\/em>super digunakan untuk menyemprotkan air di area yang tak dapat dijangkau manusia serta selang pemadam karena titik api terlalu kuat. Para ahli ekologi dari organisasi nonprofit (<em>non-government organization\/<\/em>NGO) menggunakan <em>drone <\/em>untuk memetakan persebaran satwa-satwa yang dilindungi agar bisa menyelamatkan kanguru, marsupilami, juga koala.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-embed-youtube wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio\"><div class=\"wp-block-embed__wrapper\">\n<iframe loading=\"lazy\" title=\"Drones vs. California&#039;s wildfires: How they&#039;re helping firefighters\" width=\"770\" height=\"433\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/D3BWpoJ6ijs?feature=oembed\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture\" allowfullscreen><\/iframe>\n<\/div><figcaption><em>How Drones are Fighting California&#8217;s Wildfires, property of Cnet<\/em><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Koala merupakan\nhewan yang paling rentan punah ketika kebakaran hutan besar terjadi di\nAustralia. Insting koala cenderung memerintahkan dirinya untuk merangkak naik\nke pohon tinggi saat kebakaran hutan, tapi ini justru akan membuatnya mati.\nBegitu pula dengan mamalia lain yang cenderung bergerak lambat seperti kungkang\ndi hutan hujan Amazon yang juga terbakar pada September 2019. Beberapa <em>drone <\/em>khusus milik NGO diterbangkan untuk membantu melacak pergerakan\nsatwa-satwa ini agar manusia dapat membantu memetakan lahan yang tidak terlalu\nterdampak api sehingga dapat digunakan sebagai tempat berlindung.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sementara itu, salah\nsatu satwa dilindungi di\nIndonesia yang terancam akibat karhutla adalah orang utan. Habitatnya terkikis akibat pembangunan lahan sawit yang kian\nhari meluas. Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) terus melakukan\npengamatan menggunakan <em>drone <\/em>untuk menganalisisi vegetasi tanaman yang\nada di sekitar habitat orang utan. Pembakaran hutan ilegal telah mengganggu kelangsungan\nhidup orang utan. Oleh karena itu, tim <em>Orangutan Protection Unit <\/em>(OPU) BKSDA melakukan\nsegala upaya, termasuk dengan memanfaatkan <em>drone <\/em>guna meminimalkan risiko\nkepunahan orang utan dan mempercepat proses evakuasi saat terjadi karhutla. <\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><strong>Penggunaan <em>drone\n<\/em>untuk pengamatan titik api secara <em>real time<\/em> di Indonesia<\/strong><\/h4>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Karhutla di Riau pada September 2019 lalu membuat Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto memerintahkan upaya pemadaman api menggunakan <em>drone<\/em>. Upaya ini dilakukan untuk mengetahui persebaran titik api (<em>hot spots<\/em>) secara <em>real time<\/em>. Sebelum <em>Drone <\/em>digunakan untuk pengamatan ini, pelaporan titik api baru bisa diterima oleh BNPB setiap enam jam sekali. <em>Drone <\/em>digunakan untuk meningkatkan efektivitas pemadaman agar segera dilakukan penanganan oleh pasukan TNI dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). <\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"650\" height=\"366\" src=\"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/desa-siaga-api_properti-CNN-1.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-4001\" title=\"\" srcset=\"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/desa-siaga-api_properti-CNN-1.jpg 650w, https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/desa-siaga-api_properti-CNN-1-300x169.jpg 300w, https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/desa-siaga-api_properti-CNN-1-370x208.jpg 370w, https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/desa-siaga-api_properti-CNN-1-270x152.jpg 270w\" sizes=\"auto, (max-width: 650px) 100vw, 650px\" \/><figcaption>Desa Siaga Api, properti CNN Indonesia<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Di Ketapang,\nKalimantan Timur, pemerintah daerah bekerja sama dengan pengelola perkebunan\nberinisiatif membentuk Desa Siaga Api untuk melatih masyarakat setempat agar\nsiap menghadapi karhutla yang bisa terjadi sewaktu-waktu. Melansir CNN, dalam\nprogram Desa Siaga Api ini masyarakat diberikan sarana dan prasarana pemadaman\napi, termasuk pelatihan penggunaan <em>drone <\/em>untuk memantau titik api secara\nefektif. <em>Drone <\/em>ini sudah dilengkapi dengan sistem <em>monitoring hot\nspots <\/em>berbasis satelit yang hasil pengolahan datanya akan diteruskan ke\nPosko Satgas Desa Siaga Api. Selain untuk mengamati titik api tersebut, <em>drone\n<\/em>ini juga berguna bagi masyarakat untuk memetakan batas-batas desa dan\nmerencanakan penggunaan lahan di sekitar tempat tinggal untuk meminimalkan\npotensi terjadinya karhutla.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebenarnya penggunaan <em>drone <\/em>di tengah Karhutla ini masih perlu dikembangkan oleh para pengamat, khususnya badan-badan penanggulan bencana mulai dari tahap daerah hingga internasional. Oleh karena itu, Indonesia yang sebagian besar wilayahnya adalah hutan tropis dengan potensi kebakaran yang terus bertambah setiap tahun membutuhkan tenaga ahli yang lihai menggerakkan <em>drone<\/em> dan bisa membantu mengedukasi masyarakat untuk menggunakannya sebagai alat mitigasi ketika terjadi karhutla. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Baca Juga: <\/strong><a href=\"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/kota-kota-ini-pakai-drone-di-pesta-tahun-baru-2020\/\">Kota-kota ini Pakai Drone untuk Gantikan Kembang Api di Pesta Tahun Baru 2020<\/a><\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><strong>Tentang Docotel<\/strong><\/h4>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><a href=\"https:\/\/www.docotel.com\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Docotel<\/a>&nbsp;4.0 meliputi tim yang berdedikasi, berpengalaman, dan ahli dalam menyediakan produk dan solusi yang bernilai tinggi di semua industri. Kami hadir dengan visi mengatasi permasalahan sehingga dapat menciptakan pengalaman terbaik bagi klien.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Indonesia sempat dilanda bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) besar pada September 2019. Asap tebal dan beracun mengakibatkan masyarakat di wilayah Sumatera, utamanya Riau terpaksa tidak bisa menjalankan aktivitas sehari-hari. Kebakaran hutan dan lahan ini tak hanya merugikan rakyat, tetapi juga mengancam nyawa satwa-satwa liar dilindungi yang ada di ambang kepunahan. Guna mengatasi hal tersebut, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":16938,"featured_media":4003,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1465],"tags":[1321,1387,1386],"coauthors":[1125],"class_list":["post-3994","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-ai-data","tag-drone","tag-karhutla","tag-kebakaran"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3994","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/16938"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3994"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3994\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4003"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3994"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3994"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3994"},{"taxonomy":"author","embeddable":true,"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/coauthors?post=3994"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}