{"id":3981,"date":"2020-03-20T09:40:00","date_gmt":"2020-03-20T09:40:00","guid":{"rendered":"http:\/\/blog.docotel.com\/?p=3981"},"modified":"2020-03-20T09:40:01","modified_gmt":"2020-03-20T09:40:01","slug":"lidah-elektronikbantu-deteksi-kandungan-makanan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/lidah-elektronikbantu-deteksi-kandungan-makanan\/","title":{"rendered":"Elto: Si Lidah Elektronik yang Bantu Deteksi Kandungan pada Makanan"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pasti\nkalian pernah menerima oleh-oleh berupa makanan dari kerabat atau keluarga yang\nbaru saja pulang jalan-jalan, kan? Apakah kalian selalu mengamati tulisan di\nbungkusnya? Ada label halal dan dan keterangan bahan-bahan\/kandungannya, nggak?\nKalau tidak ada, lalu bagaimana ya supaya kita bisa mencari tahu kandungan dari\nmakanan itu?<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Permasalahan\nini nyatanya sudah bisa diatasi berbagai negara dengan bantuan produk teknologi\nyang disebut Lidah Elektronik. Teknologi sensor ini umum digunakan di industri\nmakanan karena mampu merespons beberapa rasa makanan melalui transduksi sinyal\ndengan menerapkan sistem perangkat lunak <em>(software)<\/em> pengenal pola. Dalam\njurnal \u201cFood Review International\u201d disebutkan bahwa teknologi yang mulai\ndikembangkan pada 1998 ini memiliki kelebihan dalam mengukur zar beracun,\nmelakukan analisis objektif, dan tidak pernah \u2018lelah\u2019 untuk mendeteksi suatu\nmakanan. Di Washington State University <a href=\"https:\/\/www.designworldonline.com\/electronic-tongue-designed-to-test-spicy-foods-for-us\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">(WSU)<\/a>,\nAmerika Serikat, para peneliti telah mengembangkan lidah elektronik untuk\nmencari tahu tingkat kepedasan suatu makanan. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sementara itu, Indonesia telah mengembangan lidah elektronik yang sesuai kebutuhan masyarakat. <em>Electronic<\/em> <em>Tongue<\/em> (Elto) adalah lidah elektronik yang berfungsi layaknya metode untuk membuktikan keaslian produk-produk makanan, seperti air zam-zam dan kopi luwak, deteksi kontaminasi dan kehalalan, hingga mampu mengecap dengan cepat produk yang mengandung narkotika atau sejenisnya.\u00a0 <\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"880\" height=\"528\" src=\"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/Technology-Indonesia.jpg\" alt=\"Elto: Si Lidah Elektronik yang Bantu Deteksi Kandungan pada Makanan - Docotel Official Blog\" class=\"wp-image-3983\" title=\"\" srcset=\"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/Technology-Indonesia.jpg 880w, https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/Technology-Indonesia-300x180.jpg 300w, https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/Technology-Indonesia-768x461.jpg 768w, https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/Technology-Indonesia-370x222.jpg 370w, https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/Technology-Indonesia-270x162.jpg 270w, https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/Technology-Indonesia-740x444.jpg 740w\" sizes=\"auto, (max-width: 880px) 100vw, 880px\" \/><figcaption>Sumber: Technology-indonesia.com<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dosen\nUniversitas Gadjah Mada (UGM) sekaligus peneliti di Institute of Halal Industry\nand System (IHIS) UGM, Dr. Eng. Kuwat Triyana, M.Si., adalah sosok yang berhasil\nmenciptakan Elto. Produk anak bangsa ini bekerja layaknya lidah manusia dan\ndapat menganalisis berbagai macam rasa, seperti asam, asin, pahit, gurih, dan\nmanis. Alat multifungsi yang juga digarap bersama oleh tim mahasiswa\npascasarjana Fisika UGM tersebut mudah untuk dibawa atau <em>portable<\/em>, bekerja\ndengan cepat, dan memiliki akurasi tinggi lebih dari 98 persen. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Elto\nmemiliki beberapa komponen utama mulai dari larik sensor rasa, sistem akusisi\ndata, serta <em>Artificial<\/em> <em>Intelligence<\/em> (AI) yang terhubung ke komputer\natau ponsel pintar berbasis Android secara nirkabel. Alat ini juga memanfatkan\nsatu baterai lithium 3.500 mAH sebagai sumber energi yang dapat bertahan sampai\n14 jam untuk penggunaan secara terus-menerus. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Elto diklaim sebagai lidah elektronik terkecil yang ada hingga saat ini, pengoperasiannya pun terbilang mudah, <em>lho!<\/em> Mula-mula sampel produk yang akan dideteksi cukup dilarutkan menggunakan air atau alkohol, tergantung sifat sampelnya. Lalu, celupkan ujung larik sensor ke dalam larutan sampel tersebut selama 1-2 menit. Selanjutnya, data akan diproses melalui sistem AI yang membuat pengambilan keputusan atau hasil dari sampel didapatkan lebih mudah dan cepat. Tunggulah sekitar 2 menit maka hasilpun akan muncul di layar komputer atau ponsel pintar. Dengan begitu kita bisa mengetahui apakah produk tersebut halal atau tidak, asli atau tidak, hingga menjabarkan tingkatan kualitas produk. <\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"620\" height=\"350\" src=\"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/Beritasatu.com_.jpg\" alt=\"Elto: Si Lidah Elektronik yang Bantu Deteksi Kandungan pada Makanan - Docotel Official Blog\" class=\"wp-image-3984\" title=\"\" srcset=\"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/Beritasatu.com_.jpg 620w, https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/Beritasatu.com_-300x169.jpg 300w, https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/Beritasatu.com_-370x209.jpg 370w, https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/Beritasatu.com_-270x152.jpg 270w\" sizes=\"auto, (max-width: 620px) 100vw, 620px\" \/><figcaption>Sumber: Beritasatu.com<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Lidah\nelektronik yang ada di pasaran saat ini didominasi produk luar negeri dengan\ndimensi seukuran meja. Berbeda dengan Elto yang &nbsp;sistem akusisi datanya memiliki dimensi hanya\n105x73x35 mm. Keunggulan lain dari Elto yaitu menerapkan <em>Internet of Things<\/em>\n(IoT) yang mampu terhubung ke jaringan internet sehingga memungkinkan dibawa\ndan digunakan untuk melakukan tes di berbagai tempat secara langsung.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Elto \u00a0telah dikembangkan sejak 2016 dan diupayakan bisa distandardisasi pada 2020 ini. Di 2021 Elto ditargetkan bisa segera dirilis dan diproduksi secara massal untuk aplikasi tertentu. Ke depannya, Elto juga akan dikembangkan tidak hanya untuk industri makanan, tapi dapat dimanfaatkan untuk kepentingan diagnosis medis, industri farmasi, juga bidang lain yang akan \u2018diajarkan\u2019 untuk dipahami alat ini. Kalau sudah bisa dimiliki masyarakat luas, kita tidak perlu khawatir lagi saat mengonsumsi makanan ya.. Nah, silakan terus pantau blog Docotel untuk informasi menarik lainnya!<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/iot-dan-big-data-bisa-putus-rantai-covid-19\/\">Memanfaatkan IoT dan Big Data dengan Benar Bisa Putus Rantai Pandemi COVID-19<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><strong>Tentang Docotel<\/strong><\/h4>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><a href=\"https:\/\/www.docotel.com\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Docotel<\/a>&nbsp;4.0 meliputi tim yang berdedikasi, berpengalaman,\ndan ahli dalam menyediakan produk dan solusi yang bernilai tinggi di semua\nindustri. Kami hadir dengan visi mengatasi permasalahan sehingga dapat\nmenciptakan pengalaman terbaik bagi klien.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pasti kalian pernah menerima oleh-oleh berupa makanan dari kerabat atau keluarga yang baru saja pulang jalan-jalan, kan? Apakah kalian selalu mengamati tulisan di bungkusnya? Ada label halal dan dan keterangan bahan-bahan\/kandungannya, nggak? Kalau tidak ada, lalu bagaimana ya supaya kita bisa mencari tahu kandungan dari makanan itu? Permasalahan ini nyatanya sudah bisa diatasi berbagai negara [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":10557,"featured_media":3982,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1465],"tags":[343,1385,1340],"coauthors":[789],"class_list":["post-3981","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-ai-data","tag-artificialintelligence","tag-lidahelektronik","tag-iot"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3981","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/10557"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3981"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3981\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3982"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3981"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3981"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3981"},{"taxonomy":"author","embeddable":true,"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/coauthors?post=3981"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}