{"id":3933,"date":"2020-03-04T09:22:59","date_gmt":"2020-03-04T09:22:59","guid":{"rendered":"http:\/\/blog.docotel.com\/?p=3933"},"modified":"2020-03-04T09:23:38","modified_gmt":"2020-03-04T09:23:38","slug":"lensa-kontak-pertama-wujudkan-fantasi-jadi-nyata","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/lensa-kontak-pertama-wujudkan-fantasi-jadi-nyata\/","title":{"rendered":"Lensa Kontak Pertama di Dunia yang Wujudkan Fantasi Sci-Fi Menjadi Nyata"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Coba bayangkan.. kamu melirik ke kiri, melirik ke kanan, memutar bola mata\nke atas, bawah, dan ke depan. Lalu, bersamaan dengan pandanganmu yang melayang ke sudut-sudut ruangan, lensa matamu bisa menampilkan\nprakiraan cuaca hari ini, disusul\npesan masuk dari ibumu, kemudian jadwal terbaru\nKRL yang <em>chaos<\/em> akibat perbaikan wesel, hingga\nmengontrol <em>mood <\/em>musik yang tepat untuk menemani aktivitas yang sedang\nkamu jalankan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Itu semua dulu hanya kumpulan adegan dalam\nfilm-film <em>science fiction <\/em>yang bisa kita saksikan dari hasil <em>editing <\/em>semata.\nNamun, kini semua visi itu akan terwujud bersama lensa mata pintar berbekal teknologi\ngabungan <em>computer vision <\/em>dan <em>augmented reality <\/em>yang bisa segera\nkita nikmati.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jika selama ini lensa kontak yang kita gunakan hanya untuk membantu penglihatan, kini lensa kontak telah berevolusi hingga mampu menghadirkan pengalaman <em>augmented reality <\/em>menjadi semakin nyata. Mojo Vision, <em>start-up <\/em>asal California, Amerika Serikat yang digawangi mantan kreator-kreator andal Apple, Google, Amazon, dan Microsoft ingin mengurangi ketergantungan kita pada layar dengan menciptakan lensa yang menggabungkan teknologi <em>computer vision <\/em>dan <em>augmented reality. <\/em>Nantinya, teknologi inimenghadirkan berbagai informasi secara <em>real-time <\/em>langsung dari mata kita.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"682\" src=\"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/Gear_Mojo-Visions-prototype-in-palm-SOURCE-Julian-Chokkattu-1024x682.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-3936\" title=\"\" srcset=\"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/Gear_Mojo-Visions-prototype-in-palm-SOURCE-Julian-Chokkattu-1024x682.jpg 1024w, https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/Gear_Mojo-Visions-prototype-in-palm-SOURCE-Julian-Chokkattu-300x200.jpg 300w, https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/Gear_Mojo-Visions-prototype-in-palm-SOURCE-Julian-Chokkattu-768x512.jpg 768w, https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/Gear_Mojo-Visions-prototype-in-palm-SOURCE-Julian-Chokkattu-370x247.jpg 370w, https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/Gear_Mojo-Visions-prototype-in-palm-SOURCE-Julian-Chokkattu-270x180.jpg 270w, https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/Gear_Mojo-Visions-prototype-in-palm-SOURCE-Julian-Chokkattu-740x493.jpg 740w, https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/Gear_Mojo-Visions-prototype-in-palm-SOURCE-Julian-Chokkattu.jpg 1600w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><figcaption>Sumber: Julian Chokkattu on Wired<br> <a href=\"https:\/\/www.wired.com\/story\/mojo-vision-smart-contact-lens\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/www.wired.com\/story\/mojo-vision-smart-contact-lens\/<\/a> <\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Mojo Vision sebenarnya sudah ada sejak lima tahun lalu, tetapi baru merilis produk ini di awal 2020. Alasannya, lensa AR ini masih dalam tahap penelitian dan pengembangan. Menurut Julian Chokkattu, Reporter <a href=\"https:\/\/www.wired.com\/story\/mojo-vision-smart-contact-lens\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Wired <\/a>yang berkesempatan melihat produk ini, prototipe lensa kontak masih dalam bentuk lensa terpisah yang dijepit pada sebuah alat seperti remot untuk mengontrol pergerakan. Salah satu hal menarik dari lensa ini adalah ukuran layar yang hanya sebesar titik tinta pena. Para pendiri Mojo Vision mengatakan, \u201cIni adalah layar terkecil dan terpadat yang pernah dibuat.\u201d Julian sempat mencoba prototipe tersebut dan sesuai ekspektasi, ia melihat sebuah teks melayang yang menampilkan pemberitahuan pesan masuk. <\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><strong>Menampilkan\nNotifikasi dan Aplikasi Cukup dengan Lirikan Mata<\/strong><\/h4>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Alih-alih mengeluarkan <em>smartphone <\/em>dari saku untuk mengecek siapa gerangan yang menelepon atau mengirim pesan, kita cukup melirikan mata ke sudut kiri atau kanan untuk menjawab panggilan dan melihat pesan. Mike Wiemer, salah satu pendiri sekaligus Chief Technology Officer Mojo Vision menegaskan, \u201cKami ingin menciptakan teknologi yang membuatmu tidak merasa aneh ketika berjalan di tengah kerumunan orang dan tidak merasa asing karena harus terus-menerus mengecek <em>smartphone<\/em>, sebuah teknologi yang membuatmu merasa bisa menjadi dirimu sendiri. Teknologi ini sangat rahasia, hanya menampilkan informasi yang dibutuhkan untuk menjaga privasi Anda dengan aman.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pada dasarnya,\nlensa AR ini hanya akan menampilkan informasi penting yang memang kita butuhkan\ndan tidak akan memborbardir kita dengan iklan atau informasi tidak penting\nlainnya. Saat melihat lurus ke depan, tidak akan ada penampakan visual yang\nmengganggu, hanya seperti saat kita berjalan dengan pandangan mata biasa. Namun, ketika\nmengintip dari berbagai sudut, maka kita akan menyaksikan ikon-ikon muncul, misalnya kalendar, cuaca, notifikasi, juga <em>playlist <\/em>musik yang terakhir kita putar. Lalu, jika kita menatap lebih lanjut\npada panah yang tertera di samping ikon-ikon itu, akan ada informasi lebih\ndetail mengenai ramalan cuaca tiga hari mendatang atau agenda lengkap dengan\ndaftar kegiatan harian yang telah kita buat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Fitur menarik lainnya\nadalah <em>Speech. <\/em>Hanya dengan sekali lirikan mata, fitur ini memungkinkan\nkita untuk membuka narasi pidato yang telah kita susun, men-<em>scroll<\/em>, kemudian membacanya keras-keras. Aplikasi ini\nmembuka banyak kemungkinan di masa depan. Bayangkan, hanya dengan duduk sambil\nmelirik atau mengedipkan mata, kita dapat melakukan banyak hal seperti merekam\nhingga memutar film. Bahkan, ketika merekam video, kita tak perlu lagi\nmengulang beberapa kali <em>take<\/em> karena naskah yang kita buat telah tersedia\ntepat di tengah kornea mata kita. Sungguh menakjubkan, bukan?<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><strong>Masih dalam Tahap Penelitian dan Pengembangan <\/strong><\/h4>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Meski penggunaannya seperti lensa kontak pada\numumnya\u2014cukup meletakkannya tepat pada kornea mata\u2014tapi, untuk bisa memperoleh lensa ini di pasaran masih\ndiperlukan tahapan yang cukup panjang. Ashley Tuan, Vice President of Medical Devices Mojo Vision\nmengungkapkan timnya masih menghitung kemampuan proyeksi cahaya pada retina dan\nmemastikan semuanya akan sesuai dengan standar dan peraturan di bidang\nkesehatan. Fokus pertama Ashley adalah untuk mendapatkan lisensi dari Food and\nDrug Administration (FDA) di Amerika Serikat. Kini, Mojo Vision telah\nmengantongi penghargaan \u201cBreakthrough Devices Program\u201d untuk inovasi teknologi\ndi dunia medis yang menyediakan produk bagi penyembuhan penyakit.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Saat ini, Mojo\nVision fokus memasarkan lensanya untuk para tunanetra juga mereka yang memiliki penglihatan rendah dan\npenyembuhannya tidak dapat diatasi dengan lensa kaca biasa. Untuk membantu\norang-orang dengan penglihatan rendah, Mojo Vision membuat model di sebuah ruangan\ngelap yang dipenuhi dengan simbol dilarang berhenti dan simbol-simbol lalu\nlintas lainnya. Melalui prototipe yang telah dilegkapi dengan sensor gambar, orang dengan\npenglihatan rendah diuji untuk menunjukkan simbol-simbol apa yang dilihat.\nHasil uji membuktikan bahwa simbol-simbol tersebut dapat dengan mudah dibaca,\nbahkan orang-orang yang telah diuji mampu menyebutkan siapa saja orang-orang\nyang ada dalam ruangan tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Mojo Vision bekerja sama dengan Vista Center for the Blind and Visually Impaired di Palo Alto, California, untuk menjangkau klien dari organisasi-organisasi non-profit dan bertemu dengan para ahli di bidang FDA agar bisa mendapatkan sertifikat keamanan. Selagi masih dalam tahap pengembangan, kamu yang memiliki penglihatan rendah dan ingin menikmati teknologi ini, bersiap-siaplah untuk merogoh kantong cukup dalam karena selain mahal, produk ini akan dipasarkan secara terbatas. Untuk kamu yang penglihatannya normal tapi ingin merasakan teknologi canggih ini, bersabarlah lebih lama, ya, karena produk ini untuk sementara hanya diluncurkan bagi pelaku bisnis dan organisasi-oraganisasi non-profit.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Baca Juga: <\/strong><a href=\"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/mengulik-serba-serbi-pemanfaatan-augmented-reality\/\">Mengulik Serba-serbi Pemanfaatan Teknologi Augmented Reality Masa Kini<\/a><\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><strong>Tentang Docotel<\/strong><\/h4>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><a rel=\"noreferrer noopener\" href=\"https:\/\/www.docotel.com\/\" target=\"_blank\">Docotel<\/a>&nbsp;4.0 meliputi tim yang berdedikasi, berpengalaman, dan ahli dalam menyediakan produk dan solusi yang bernilai tinggi di semua industri. Kami hadir dengan visi mengatasi permasalahan sehingga dapat menciptakan pengalaman terbaik bagi klien.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Coba bayangkan.. kamu melirik ke kiri, melirik ke kanan, memutar bola mata ke atas, bawah, dan ke depan. Lalu, bersamaan dengan pandanganmu yang melayang ke sudut-sudut ruangan, lensa matamu bisa menampilkan prakiraan cuaca hari ini, disusul pesan masuk dari ibumu, kemudian jadwal terbaru KRL yang chaos akibat perbaikan wesel, hingga mengontrol mood musik yang tepat [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":16938,"featured_media":3935,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1465],"tags":[342,166,1317,1370],"coauthors":[1125],"class_list":["post-3933","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-ai-data","tag-ai","tag-augmentedreality","tag-computervision","tag-vision"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3933","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/16938"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3933"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3933\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3935"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3933"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3933"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3933"},{"taxonomy":"author","embeddable":true,"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/coauthors?post=3933"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}