{"id":3901,"date":"2020-02-25T10:35:21","date_gmt":"2020-02-25T10:35:21","guid":{"rendered":"http:\/\/blog.docotel.com\/?p=3901"},"modified":"2020-07-20T07:44:12","modified_gmt":"2020-07-20T07:44:12","slug":"iot-wujudkan-cita-cita-indonesia-jadi-kota-pintar","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/iot-wujudkan-cita-cita-indonesia-jadi-kota-pintar\/","title":{"rendered":"IoT dan 3D Printing, Wujudkan Cita-cita Indonesia Jadi Kota Pintar"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Nun jauh di sebuah negeri bernama\nWakanda (kalian yang pernah menonton film <em>Black Panther <\/em>garapan Marvel <em>Cinematic Universe<\/em> pasti bisa langsung membayangkan) perangkat\nteknologi modern yang lengkap untuk\nmenunjang kehidupan masyarakat menjadi representasi\nmasa depan ideal yang terus dikembangkan oleh manusia. Gagasan akan kota pintar ini telah ada sejak bertahun-tahun lalu dan\nmasih menjadi cita-cita besar yang ingin dicapai melalui program <em>Smart City\nand Environment<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kini,\nsolusi kota pintar tak lagi hanya ada dalam cerita fiksi sains belaka, karena negara-negara maju di\ndunia telah menerapkannya untuk meningkatkan produktivitas, pertumbuhan ekonomi\ndan kesejahteraan masyarakat. Melansir kompas, Kepala Ilmu Pengetahuan\nIndonesia (LIPI), Laksana Tri Handoko mengatakan, implementasi kota pintar\nbukan lagi menjadi sebuah pilihan, tetapi keharusan. Dengan lima elemen kota\npintar yang terdiri dari <em>smart people,\nsmart living, smart environment, smart economy, <\/em>dan <em>smart governance<\/em>, Indonesia sudah harus siap menerapkan konsep kota\npintar ini untuk masyarakat yang lebih sejahtera.<\/p>\n\n\n\n<h5 class=\"wp-block-heading\"><strong><em>Internet of Things <\/em><\/strong><strong>(IoT) Sebagai Pilar Utama Kota Pintar<\/strong><\/h5>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"726\" src=\"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/mrtj-komik-03-kawasan-berorientasi-transit-01-1024x726.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-3905\" title=\"\" srcset=\"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/mrtj-komik-03-kawasan-berorientasi-transit-01-1024x726.jpg 1024w, https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/mrtj-komik-03-kawasan-berorientasi-transit-01-300x213.jpg 300w, https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/mrtj-komik-03-kawasan-berorientasi-transit-01-768x545.jpg 768w, https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/mrtj-komik-03-kawasan-berorientasi-transit-01-370x262.jpg 370w, https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/mrtj-komik-03-kawasan-berorientasi-transit-01-270x192.jpg 270w, https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/mrtj-komik-03-kawasan-berorientasi-transit-01-740x525.jpg 740w, https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/mrtj-komik-03-kawasan-berorientasi-transit-01.jpg 1500w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><figcaption>Komik MRT Jakarta: Kawasan Berorientasi Transit<br>sumber: www.jakartamrt.co.id<\/figcaption><\/figure><\/div>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Salah satu indikator kota pintar\nyang telah dicapai Indonesia adalah\nautomasi transportasi publik terintegrasi bagi warga Jakarta. Kehadiran <em>Mass Rapid Transportation <\/em>(MRT) yang diresmikan oleh Presiden\nJoko Widodo pada 2019 membuka gerbang Indonesia menuju negara maju dengan\ntransportasi publik yang dapat mempermudah akses masyarakat ke ruang-ruang\npublik, seperti pelayanan pemerintahan hingga kesehatan. MRT kini telah\nterhubung dengan moda transportasi Transjakarta dan Kereta Rel Listrik (KRL)\nsehingga dapat dengan mudah diakses melalui petunjuk yang tertera di aplikasi\nGoogle Maps. Hal ini merupakan implementasi <em>Internet of Things<\/em> (IoT)\nsebagai pilar utama kota pintar. Selain terbukti mampu mengurangi kemacetan,\ntransportasi umum juga terbukti mengurangi polusi udara yang ditimbulkan akibat\npenggunaan kendaraan bermotor pribadi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Data dari <a href=\"https:\/\/www.ft.com\/content\/140ae3f0-1b6f-11ea-81f0-0c253907d3e0\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Financial Times <\/a>mengungkapkan, di 2019 jaringan IoT telah terhubung dengan 14,2 miliar perangkat. Sementara itu, menurut hasil survei Gartner, perusahaan riset asal Amerika Serikat, di 2025 mendatang jaringan IoT akan berkembang hingga mencapai 41,6 miliar perangkat. Transportasi terintegrasi termasuk ke dalam implementasi IoT yang menerapkan sistem pembayaran nontunai (<em>cashless<\/em>) untuk transaksi yang lebih ramah lingkungan. Sistem pembayaran transportasi umum yang selama ini kita gunakan telah menggunakan kartu elektronik (<em>e-card<\/em>), kartu jelajah sekali jalan (<em>one-way trip<\/em>), atau kartu jelajah multi trip. Kini, sistem pembayaran menggunakan dompet elektronik yang dapat kita akses melalui aplikasi di <em>smartphone <\/em>juga telah diterapkan oleh KRL dan MRT Jakarta. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selain transportasi terintegrasi yang tergolong <em>smart environment <\/em>dan <em>smart economy<\/em>, untuk menjadi sebuah kota pintar ada beberapa indikator penting lain yang harus dipenuhi, salah satunya <em>smart government<\/em>. Berdasarkan hasil survei yang dilakukan Waseda University, Indonesia menempati posisi ke-33 di antara negara di dunia yang telah menerapkan <em>e-Government<\/em>. Contoh <em>e-Government <\/em>yang telah bekerja secara efektif adalah sistem <a href=\"https:\/\/ssw.surabaya.go.id\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Surabaya Smart Windows<\/a> (SWS) yang telah diterapkan pemerintah Kota Surabaya. Pelayanan seperti Izin Mendirikan Bangunan (IMB), Surat Keterangan Lurah atau Camat, Surat Kuasa, hingga Surat Permohonan Nama Jalan sudah dapat dilakukan secara <em>online <\/em>melalui <em>smartphone <\/em>maupun komputer di situs www.surabaya.go.id. Selain pemerintah Kota Surabaya, pemerintah DKI Jakarta, Kota Bandung, dan Pandeglang juga telah menerapkan sistem <em>e-Government<\/em> untuk pelayanan masyarakat. Sistem ini memungkinkan pemerintah untuk membuat laporan secara transparan dengan akses yang dapat dibuka oleh seluruh lapisan masyarakat. Selain itu, hal ini juga dapat memangkas birokrasi untuk menghemat biaya dan waktu.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pihak Kementerian Pekerjaan Umum\ndan Pekerjaan Rakyat (PUPR) juga turut menanggapi upaya pemerintah untuk\nmewujudkan kota pintar. Nantinya, konsep <em>smart\ncity <\/em>akan digabungkan dengan konsep <em>green\ncity<\/em>. Pemerintah akan bekerja bersama masyarakat\nuntuk tidak hanya membuat sistem yang efisien, tetapi juga membangun\nruang-ruang terbuka hijau yang dapat dijangkau oleh transportasi umum, untuk\nmeningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan.<\/p>\n\n\n\n<h5 class=\"wp-block-heading\"><strong>3D <em>Printing<\/em> untuk Menunjang\nSistem Pembangunan yang Lebih Efektif<\/strong><\/h5>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Teknologi 3D <em>printing <\/em>ternyata juga dapat\ndigunakan untuk mengembangkan atau membangun gedung-gedung yang menunjang kota pintar beserta pertumbuhan perekonomiannya.\nUntuk membangun suatu kota pintar, sektor bisnis menjadi elemen penting yang\nperlu dikembangkan. 3D <em>printing <\/em>dapat menampilkan rancangan,\nmenyesuaikan bentuk, hingga merealisasikan bentuk tersebut menjadi sebuah\nbangunan yang utuh. Memanfaatkan teknologi <em>computer vision <\/em>untuk\nmendeteksi objek yang akan digunakan, 3D <em>printing <\/em>akan meniru hingga\nmemodifikasi bentuk-bentuk yang telah dilihat kemudian menampilkannya dalam bentuk\ntiga dimensi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jika selama ini untuk mendesain suatu bangunan kita hanya mencetaknya pada kertas, maka dengan bentuk tiga dimensi kita bisa mendapatkan gambaran secara riil, lengkap dengan kerangka berupa konstruksi yang memungkinkan kita untuk menghitung dan memperkirakan ukuran bangunan. Melansir Kumparan, kemampuan 3D teknologi <em>Printing <\/em>tersebut bahkan diperkirakan dapat menumbangkan industri manufaktur di masa depan, karena 3D <em>Printing<\/em> memungkinkan desainer atau arsitek langsung membuat <em>prototype <\/em>atau tiruan dari produk yang akan dibuat. <em>Prototype <\/em>tersebut bisa didiskusikan secara langsung bersama klien ketika akan memasuki proses produksi sehingga perusahaan tidak perlu lagi membuat sampel yang terlalu banyak untuk menghemat waktu dan tenaga kerja.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-embed-youtube wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio\"><div class=\"wp-block-embed__wrapper\">\n<iframe loading=\"lazy\" title=\"Coronavirus fight: 3D-printed houses installed in hospital in Hubei\" width=\"770\" height=\"433\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/0F0DDLIGVfM?feature=oembed\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture\" allowfullscreen><\/iframe>\n<\/div><figcaption><em>Coronavirus fight: 3D-printed houses installed in hospital in Hubei<\/em><br>Sumber: Youtube New China TV<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Di Indonesia, penerapan teknologi\n3D <em>printing <\/em>ini masih terbatas. Oleh karena itu, dalam kurun waktu dua\ntahun ke depan, pemerintah akan menggencarkan pembangunan rumah dengan konsep\nmodular. Rumah modular akan dibangun dengan proses prefabrikasi, yakni proses\nmengolah kembali sisa bahan-bahan bangunan yang sudah dibuat sebelumnya di\npabrik. Pembangunan dengan proses prefabrikasi ini telah diterapkan oleh China\nketika virus Corona menyerang negara tersebut. Pemerintah mendirikan Rumah\nSakit yang ditargetkan selesai dalam waktu kurang dari satu bulan. RS yang\ndiberi nama Huoshenshan ini juga menerapkan teknologi 3D <em>printing <\/em>dalam\npengerjaannya. Proses kerja 3D <em>printing <\/em>ini akan meniru model yang telah\ndigambarkan secara otomatis, memetakan lokasi yang telah dipilih berdasarkan\npenghitungan program, lalu membangun dalam waktu yang relatif singkat.\nTeknologi prefabrikasi yang digunakan juga membantu efisiensi biaya karena\nmaterial yang digunakan ringan tetapi memiliki ketahanan yang cukup kuat karena\ndidominasi logam dan bahan anti rayap seperti beton pracetak, <em>gypsum, <\/em>hingga\npapan partikel. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Teknologi 3D <em>Printing <\/em>juga\nditerapkan di bidang kesehatan. Melansir teknologi.id, dokter dan ahli gigi\nmemanfaatkan 3D <em>printing <\/em>untuk membuat model (<em>prototype<\/em>) susunan\ngigi. Teknologi ini juga digunakan untuk mencetak kawat gigi, bahkan memberikan\nperawatan khusus bagi pasien yang mengontrol kesehatan giginya secara berkala. Jika\nsebelum menggunakan 3D <em>printing <\/em>dokter harus membuat modifikasi\npenyesuaian kawat gigi, maka hal itu tidak diperlukan lagi karena dokter dapat\nsecara langsung mencetak kawat gigi yang pas untuk pasien dengan mudah. Cara\nkerja 3D <em>printing <\/em>ini cukup mudah, pertama, dokter akan memindai bentuk\nmulut dan gigi pasien, mengeditnya di komputer, dan\nmendapatkan model yang utuh untuk membuat bentuk implan yang tepat dan akurat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Cita-cita untuk menerapkan kota pintar (<em>smart city<\/em>) ini memang masih membutuhkan waktu yang panjang. Indikator teknologi seperti IoT, 3D <em>printing<\/em>, bahkan A<em>rtificial Intelligence <\/em>(AI) memang penting untuk mendukung pembangunan, tetapi ada faktor masyarakat (<em>smart people) <\/em>yang juga harus berperilaku lebih pintar dalam menyelesaikan pekerjaannya. Dengan adanya konsep kota pintar, masyarakat dan pemerintah dapat bekerja sama untuk menciptakan sebuah sistem yang efektif. Ketika pemerintah sudah mampu memberikan pelayanan dan edukasi tentang penggunaan teknologi, maka masyarakat sudah tentu akan memiliki kesadaran yang tinggi akan pentingnya bekerja secara aman, nyaman, dan efisien. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/jangan-kebanjiran-pantau-situasi-dengan-aplikasi\/\">Jangan Sampai Kebanjiran, Pantau Situasi dengan Aplikasi ini<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><strong>Tentang Docotel<\/strong><\/h4>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><a href=\"https:\/\/www.docotel.com\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Docotel<\/a>&nbsp;4.0 meliputi tim yang berdedikasi, berpengalaman, dan ahli dalam menyediakan produk dan solusi yang bernilai tinggi di semua industri. Kami hadir dengan visi mengatasi permasalahan sehingga dapat menciptakan pengalaman terbaik bagi klien.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Nun jauh di sebuah negeri bernama Wakanda (kalian yang pernah menonton film Black Panther garapan Marvel Cinematic Universe pasti bisa langsung membayangkan) perangkat teknologi modern yang lengkap untuk menunjang kehidupan masyarakat menjadi representasi masa depan ideal yang terus dikembangkan oleh manusia. Gagasan akan kota pintar ini telah ada sejak bertahun-tahun lalu dan masih menjadi cita-cita [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":16938,"featured_media":3902,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1465,2],"tags":[1361,1331,1363,1340],"coauthors":[1125],"class_list":["post-3901","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-ai-data","category-knowledge","tag-3dprinting","tag-internetofthings","tag-kotapintar","tag-iot"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3901","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/16938"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3901"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3901\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3902"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3901"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3901"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3901"},{"taxonomy":"author","embeddable":true,"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/coauthors?post=3901"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}