{"id":3891,"date":"2020-02-24T09:16:47","date_gmt":"2020-02-24T09:16:47","guid":{"rendered":"http:\/\/blog.docotel.com\/?p=3891"},"modified":"2020-02-24T09:36:05","modified_gmt":"2020-02-24T09:36:05","slug":"jangan-kebanjiran-pantau-situasi-dengan-aplikasi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/jangan-kebanjiran-pantau-situasi-dengan-aplikasi\/","title":{"rendered":"Jangan Sampai Kebanjiran, Pantau Situasi dengan Aplikasi ini"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cBanjir\nlagi.. banjir lagi! Mau sampai kapan seperti ini?!\u201d<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Keluhan\nini sering kita dengar ketika musim hujan datang. Kehadiran banjir seakan\nmenjadi momok yang menghambat aktivitas, menghentikan moda transportasi, bahkan\nberimbas pada sektor perekonomian masyarakat. Padahal, selain karena intensitas\nhujan yang tinggi, ternyata eksploitasi alam yang konstan, efek rumah kaca,\nhingga tidak adanya kawasan penyerapan air juga menjadi komponen pendukung munculnya\nbanjir yang belakangan terjadi di kota-kota besar maupun daerah penyangga.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menurut\nBank Dunia, pada 2019 banjir mewakili 43% dari semua bencana alam yang tercatat\ndalam dua puluh tahun terakhir. Sebagai bukti, pada Oktober 2019 setidaknya\n25.000 hektar wilayah Honshu, Jepang terkena banjir setelah kedatangan Topan\nHagibis yang mematikan disertai hujan dan angin kencang. Di Argentina, banjir singgah\ndi 12 provinsi disebabkan badai dan hujan dengan intensitas tinggi pada April\n2019. Sementara itu di Indonesia, berdasarkan data Badan Nasional\nPenanggulangan Bencana (BNPB) tercatat 757 banjir dari 3721 bencana alam yang terjadi\nsepanjang 2019.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Diperlukan\nsolusi untuk mengatasi keresahan masyarakat atas kondisi ini. Dalam jurnal\nberjudul \u201cNatural Disaster Monitoring Alert Using IoT\u201d yang digarap oleh\nNarendra Khedkar, Prerana Jagdale, Pallavi Mhaisane, dan Prof. Madhuri Badole disebutkan\nbahwa bencana alam dapat menyebabkan berbagai jenis kerusakan pada manusia.\nBencana alam seperti tsunami, topan, atau banjir tidak bisa dikendalikan,\ntetapi dapat dicegah dengan mengambil langkah-langkah tertentu sehingga\nkerusakan yang disebabkan tidak terlalu besar. Salah satu yang bisa diupayakan\nadalah dengan mengembangkan aplikasi android peringatan dini dengan desain yang\n<em>user friendly<\/em> bagi para pengguna.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Alert\nMessage adalah pesan teks dan layanan notifikasi berbasis Android yang\ndirancang pertama kali untuk menyiarkan berita saat bencana alam akan terjadi\nkepada pengguna di India. Modul yang dilengkapi dengan pengiriman status\nketinggian air ini diharapkan dapat membantu para pengguna untuk mencegah dan\nmengurangi kerugian akibat bencana alam. Aplikasi ini juga memiliki fitur pemantauan\nkemajuan evakuasi secara berkala sehingga pengguna dapat segera mengambil\nlangkah untuk mencapai ke tempat yang lebih aman.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebelum\npengguna mendapatkan informasi peringatan tentang bencana, sistem akan menerima\ndata dari sensor yang terpasang di beberapa titik rawan bencana. Data-data yang\nditerima akan tersimpan di sebuah <em>database<\/em>\ndan dihubungkan melalui <em>Wireless Sensor\nNetwork<\/em> (WSN) untuk dianalisis. Nah, jika permukaan air atau tingkat\ngetaran bumi lebih dari batas normal maka sistem akan memberikan peringatan\nkepada pengguna terdekat dari lokasi yang memiliki potensi tertimpa bencana. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Perkembangan penerapan Internet of Things (IoT) di berbagai negara yang memungkinkan kita dapat memantau potensi bencana banjir dapat kita temukan pada perangkat teknologi lainnya sebagai berikut.<\/p>\n\n\n\n<h5 class=\"wp-block-heading\"><strong>1. Flood4Cast<\/strong><\/h5>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"943\" height=\"533\" src=\"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/Untuk-dalam-artikel-imeccityofthings.be_.png\" alt=\"Jangan Sampai Kebanjiran, Pantau Situasi dengan Aplikasi ini\" class=\"wp-image-3894\" title=\"\" srcset=\"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/Untuk-dalam-artikel-imeccityofthings.be_.png 943w, https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/Untuk-dalam-artikel-imeccityofthings.be_-300x170.png 300w, https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/Untuk-dalam-artikel-imeccityofthings.be_-768x434.png 768w, https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/Untuk-dalam-artikel-imeccityofthings.be_-370x209.png 370w, https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/Untuk-dalam-artikel-imeccityofthings.be_-270x153.png 270w, https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/Untuk-dalam-artikel-imeccityofthings.be_-740x418.png 740w\" sizes=\"auto, (max-width: 943px) 100vw, 943px\" \/><figcaption>Sumber: Imeccityofthings.be<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Teknologi IoT jelas sangat bermanfaat jika dapat memprediksi banjir\ndan dampaknya lebih awal. Seperti Flood4Cast, sebuah sistem berbasis IoT yang\ndikembangkan dari hasil kolaborasi beberapa perusahaan di Belgia, yang menawarkan\nlayanan informasi darurat sehingga kita dapat lebih mengatisipasi kemungkinan terjadinya\nbanjir. Aplikasi ini juga dapat membantu kita menghindari dan mengurangi\nkerusakan barang pribadi akibat banjir.&nbsp; <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Beberapa keunggulan dari Flood4Cast lainnya, yaitu memprediksi\nbanjir di kawasan perkotaan 3 jam sebelumnya secara <em>real-time<\/em> dengan\nakurasi tinggi, pembaruan atau <em>update<\/em> setiap 5 menit, visualisasi\nskenario banjir yang akan datang ditampilkan dalam portal lokal, <em>user-freindly,\n<\/em>hingga ada fitur alarm\/tanda bahaya. Flood4Cast juga menggunakan gambar\nradar untuk melakukan analisis awan hujan yang dilengkapi dengan data dari\npluviometer (alat untuk mengukur curah hujan) juga sensor ketinggian air yang\ntidak kalah keren fungsinya. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Untuk cara kerjanya, sensor ketinggian air diletakkan dalam selokan, tujuannya untuk mengukur secara <em>real<\/em>&#8211;<em>time<\/em> seberapa banyak air yang dapat mengalir melalui selokan. Apabila ketinggian air melewati batas normal dari yang ditentukan maka sistem akan memberikan peringatan tanda bahaya. Dalam penggunaan fase pertama, Flood4Cast telah diujicoba di kota Antwerpen, Merkem, dan Ekeren, Belgia. Hujan deras yang mengguyur kota-kota tersebut pada Juni 2019 ternyata mampu diprediksi dengan sangat baik oleh Flood4Cast. <\/p>\n\n\n\n<h5 class=\"wp-block-heading\"><strong>2. IoT Low-Cost Flood Inundation Sensor dan Geo-targeted Smart Alerts<\/strong><\/h5>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"634\" height=\"334\" src=\"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/Untuk_dalam_Artikel_Digitaljournal.com_.jpg\" alt=\"Jangan Sampai Kebanjiran, Pantau Situasi dengan Aplikasi ini\" class=\"wp-image-3893\" title=\"\" srcset=\"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/Untuk_dalam_Artikel_Digitaljournal.com_.jpg 634w, https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/Untuk_dalam_Artikel_Digitaljournal.com_-300x158.jpg 300w, https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/Untuk_dalam_Artikel_Digitaljournal.com_-370x195.jpg 370w, https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/Untuk_dalam_Artikel_Digitaljournal.com_-270x142.jpg 270w, https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/Untuk_dalam_Artikel_Digitaljournal.com_-570x300.jpg 570w\" sizes=\"auto, (max-width: 634px) 100vw, 634px\" \/><figcaption>Sumber: Digitaljournal.com<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Banjir juga sering kali bertandang ke negara maju seperti\nAmerika Serikat (AS). Merujuk data National Severe Storms Laboratory, AS banjir\nkerap terjadi di negara bagian dan wilayah AS. Setiap tahun banjir memakan\nlebih banyak korban daripada bencana alam lainnya. Bertolak dari kondisi\ntersebut, Departemen Sains dan Teknologi Keamanan Dalam Negeri (DHS S&amp;T)\nbekerja sama dengan Lower Colorado River Authority (LCRA), Texas, AS membangun\ndua proyek teknologi manajemen banjir.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Di proyek pertama, mereka fokus pada <em>IoT Low-Cost Flood Inundation Sensor <\/em>yang harganya terjangkau,\nmengingat sensor pendeteksi banjir yang beredar di pasaran saat ini memiliki\nnilai jual lebih mahal. Pada &nbsp;proyek\nkedua fokus diarahkan ke <em>Geo-targeted\nSmart Alerts<\/em> yang bertujuan memberikan respons bencana banjir dengan lebih\nbaik dan mampu menyelamatkan lebih banyak nyawa juga properti dengan lebih\ncepat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Alat sensor IoT tersebut bekerja dengan mengukur kenaikan air secara cepat dan memantau daerah rawan banjir secara <em>real-time<\/em>. Ketika hasil sudah masuk ke dalam sistem maka alat Geo-targeted Smart Alerts akan melakukan pengiriman data untuk memberi peringatan kepada pejabat, pemimpin suatu industri, dan masyarakat terkait potensi ancaman banjir melalui pesan elektronik atau <em>Short Message Service<\/em> (SMS).<\/p>\n\n\n\n<h5 class=\"wp-block-heading\"><strong>3. Pantau Banjir<\/strong><\/h5>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"956\" height=\"540\" src=\"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/2.png\" alt=\"Jangan Sampai Kebanjiran, Pantau Situasi dengan Aplikasi ini\" class=\"wp-image-3892\" title=\"\" srcset=\"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/2.png 956w, https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/2-300x169.png 300w, https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/2-768x434.png 768w, https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/2-370x209.png 370w, https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/2-270x153.png 270w, https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/2-740x418.png 740w\" sizes=\"auto, (max-width: 956px) 100vw, 956px\" \/><figcaption>Jangan Sampai Kebanjiran, Pantau Situasi dengan Aplikasi ini<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pemerintah Indonesia juga tidak tinggal diam dalam mengatasi\nmasalah banjir yang masih tak kunjung usai. Salah satu upaya yang dilakukan\nyaitu dengan mengembangkan aplikasi atau sistem pendeteksi banjir berbasis IoT \u201cPantau\nBanjir\u201d yang merupakan bagian dari program Jakarta Smart City. <em>Hei<\/em>,\nwarga Jakarta, apakah kamu sudah tahu aplikasi ini? <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dirilis pada 12 Februari 2017, aplikasi ini bisa kita unduh\nmelalui ponsel pintar dengan sistem operasi Android. Pantau Banjir menyajikan\ndata mengenai ketinggian air di pintu air dan pos pengamatan hingga operasional\npompa air secara <em>real-time. <\/em>Tidak hanya itu, kita juga akan memperoleh\ninformasi banjir sesuai dengan tanggal serta melihat berbagai laporan wilayah\nyang terdampak banjir dari pengguna lengkap dengan foto, alamat, hingga status\npenanganan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tampilan dari aplikasi Pantau Banjir mudah digunakan (<em>user friendly<\/em>). Terdapat beberapa menu dalam aplikasi yang dapat kita temukan, mulai dari menu Pintu Air yang menunjukkan sejumlah pintu air di Jakarta beserta statusnya, menu Pos Pengamatan yang memperlihatkan berbagai pos beserta status debit air, dan menu Pompa Air yang menyajikan jumlah pompa yang beroperasi dan berapa yang disiagakan. \u00a0<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/iot-bikin-sepatu-compass-jadi-tuan-di-negeri-sendiri\/\">IoT Bikin Sepatu Compass jadi Tuan di Negeri Sendiri<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Itulah tadi beragam penerapan IoT yang difungsikan untuk memantau bencana banjir. Penasaran dengan informasi perkembangan teknologi lainnya? Terus ikuti blog Docotel, ya! <\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><strong>Tentang Docotel<\/strong><\/h4>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><a href=\"https:\/\/www.docotel.com\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Docotel<\/a>&nbsp;4.0 meliputi tim yang\nberdedikasi, berpengalaman, dan ahli dalam menyediakan produk dan solusi yang\nbernilai tinggi di semua industri. Kami hadir dengan visi mengatasi\npermasalahan sehingga dapat menciptakan pengalaman terbaik bagi klien.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u201cBanjir lagi.. banjir lagi! Mau sampai kapan seperti ini?!\u201d Keluhan ini sering kita dengar ketika musim hujan datang. Kehadiran banjir seakan menjadi momok yang menghambat aktivitas, menghentikan moda transportasi, bahkan berimbas pada sektor perekonomian masyarakat. Padahal, selain karena intensitas hujan yang tinggi, ternyata eksploitasi alam yang konstan, efek rumah kaca, hingga tidak adanya kawasan penyerapan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":10557,"featured_media":3899,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1465],"tags":[1360,1331,1340],"coauthors":[789],"class_list":["post-3891","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-ai-data","tag-banjir","tag-internetofthings","tag-iot"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3891","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/10557"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3891"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3891\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3899"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3891"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3891"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3891"},{"taxonomy":"author","embeddable":true,"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/coauthors?post=3891"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}