{"id":3847,"date":"2020-02-14T07:32:09","date_gmt":"2020-02-14T07:32:09","guid":{"rendered":"http:\/\/blog.docotel.com\/?p=3847"},"modified":"2020-02-14T07:45:03","modified_gmt":"2020-02-14T07:45:03","slug":"iot-bikin-sepatu-compass-jadi-tuan-di-negeri-sendiri","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/iot-bikin-sepatu-compass-jadi-tuan-di-negeri-sendiri\/","title":{"rendered":"IoT Bikin Sepatu Compass jadi Tuan di Negeri Sendiri"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ada yang belum tahu sepatu Compass? Okay! Tim penulis\nakan kasih tahu kamu kenapa keberadaan sepatu ini layak diperbincangkan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><a href=\"https:\/\/sepatucompass.com\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Compass<\/a> adalah merek sepatu asal Bandung yang sebenarnya sudah lahir sejak 1998 di tangan Gunawan Kahar. Karena berbagai faktor internal ditambah kondisi pasar yang saat itu masih mengagungkan <em>brand<\/em> impor, Compass sempat <em>stuck<\/em> dan tak terdengar di lini fesyen Indonesia. Namun, musim berganti&#8230; Tepat dua dekade sejak kelahirannya, Compass unjuk taring.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Di 2018, Compass mulai jadi merek asli\nIndonesia yang namanya sering diberitakan. Compass wara-wiri di pasar Indonesia\ndengan wajah baru. Ada banyak pihak yang bekerja menyukseskan proses perbaikan <em>marketing<\/em> dan <em>rebranding<\/em> Compass, salah satunya ialah Aji Handoko yang didapuk\nsebagai Creative Director. Sederet pihak lain juga ikut mendukung gaung Compass\nke penjuru negeri. Konsep <em>rebranding<\/em>\nyang diusung sejalan dengan perkembangan zaman digital dan minat masyarakat\nyang didominasi kalangan milenial.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><strong><em>The Power of Social Media<\/em><\/strong><\/h4>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>I.N.T.E.R.N.E.T,\ndo your magic!<\/em> <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Yeah, siapa sih yang saat ini nggak paham\ninternet. Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menyebut hingga Juni\n2019 tercatat ada 171 juta pengguna internet di Indonesia. Setiap tahun\npengguna internet tumbuh 10,2 persen atau 27 juta jiwa. Dari angka tersebut,\nsekitar 95 persennya menggunakan internet untuk mengakses media\/jejaring\nsosial. Internet menjadi sebuah eksistensi. Aktivitas digital mampu mewujudkan\nmimpi-mimpi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Compass memang bukan satu-satunya yang\nmemanfaatkan era internet ini untuk mengembangkan bisnis. Ada banyak merek\nlokal lain yang juga berjuang mengembangkan sayap lewat internet. Bedanya,\nCompass tepat membuat strategi bisnis bertandem dengan <em>style<\/em>. Melalui media sosial, kualitas sepatu Compass\ndigadang-gadang memberi kenyamanan level internasional dengan material <em>twill<\/em> yang tidak setebal kanvas, lebih\nlentur, dan tentu saja dengan desain simpel tapi memikat selera anak muda.&nbsp; Jadi, ini bukan soal merealisasikan idealisme\ntanpa <em>cuan<\/em>, atau sebaliknya, sekadar mengejar\nkeuntungan bisnis tanpa memberi pengaruh apapun. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Langkah <em>rebranding<\/em> Compass pun ibarat sepaket lengkap \u201cpermainan\u201d jejaring sosial, mulai dari memilih <em>platform<\/em> hingga menggandeng para <em>influencer<\/em>. Compass memutuskan banyak bermain di Instagram dan YouTube. Unggahan pertama @sepatucompass di Instagram pada 31 Agustus 2018 merupakan <em>repost<\/em> dari akun seorang model sekaligus <em>influencer<\/em> @bryantbrian yang menginformasikan dirinya telah me-<em>review<\/em> koleksi Compass Gazzele di akun YouTube miliknya. Meski Compass tidak memiliki akun YouTube sendiri, tapi ada banyak akun dengan konten mengenai sepatu Compass yang dapat kita temui di sana.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Instagram telah berperan besar dalam\nmengumpulkan para <em>sneakerhead<\/em>.\nPenggila <em>sneakers<\/em> terpincut strategi\npemasaran Compass melalui unggahan-unggahan informasi dan kegiatan yang diadakan.\nBahkan, hanya dengan menginformasikan lewat media sosial, pada Agustus 2019 ada\n7000 orang yang mendaftarkan diri secara <em>online<\/em>\ndi <em>website<\/em> Compass untuk bisa\nmenghadiri perilisan <em>offline<\/em> koleksi\nResearch &amp; Destroy. Namun, hanya 800 orang yang terpilih untuk mengikuti\nrangkaian acara tersebut dan hanya ada 180 pasang sepatu (Proto 1) yang bisa\ndiperoleh audiens dengan cara <em>silent\nraffle<\/em>\u2014semua audiens memakai <em>headphone<\/em>\nuntuk mendengarkan apakah namanya disebut oleh <em>influencer<\/em> favorit sebagai pemenang undian sepatu tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Satu kata; WOW! Strategi pemasaran yang\nmenarik.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><strong>Bersahabat dengan Penjual Bendera hingga Najwa Shihab<\/strong><\/h4>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ada konsep yang jelas, ada teknologi dan media yang tepat, juga ada para penggerak, setidaknya itulah yang membuat nama Compass melejit. Tak main-main, Compass merangkul serta menjalin pertemanan dengan semua kalangan masyarakat dan menyebutnya sebagai #temancompass. Lagi-lagi tiap gerak-gerik Compas bersama teman-teman terpublikasi melalui media sosial. <\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"aligncenter is-resized\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/docotel-official-blog-sepatu-compass-4-1-640x1024.jpg\" alt=\"docotel official blog - IoT Bikin Sepatu Compass jadi Tuan di Negeri Sendiri\" class=\"wp-image-3856\" width=\"375\" height=\"600\" title=\"\" srcset=\"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/docotel-official-blog-sepatu-compass-4-1-640x1024.jpg 640w, https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/docotel-official-blog-sepatu-compass-4-1-188x300.jpg 188w, https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/docotel-official-blog-sepatu-compass-4-1-768x1228.jpg 768w, https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/docotel-official-blog-sepatu-compass-4-1-370x592.jpg 370w, https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/docotel-official-blog-sepatu-compass-4-1-270x432.jpg 270w, https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/docotel-official-blog-sepatu-compass-4-1-740x1184.jpg 740w, https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/docotel-official-blog-sepatu-compass-4-1.jpg 926w\" sizes=\"auto, (max-width: 375px) 100vw, 375px\" \/><figcaption>Instagram @sepatucompass <a href=\"https:\/\/www.instagram.com\/p\/B1P8ey2gYVg\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/www.instagram.com\/p\/B1P8ey2gYVg\/<\/a> <\/figcaption><\/figure><\/div>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menjelang ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia lalu, Compass membagi beberapa pasang sepatunya kepada figur-figur pilihan dalam rangka mengampanyekan #compassuntuksemua. Pada program kampanye ini, masyarakat digugah rasa persaudaraan juga &nbsp;kecintaannya sebagai bagian dari Indonesia dan warganet boleh merekomendasikan figur di sekitarnya yang dianggap membutuhkan sepatu baru dengan menceritakan biografi singkatnya melalui <em>e-mail<\/em>. Maka, dapat dilihat pada beberapa unggahan di Instagram, Compass telah memilih di antaranya penjual bendera, tukang becak, juga penyapu jalanan ibukota Jakarta untuk memiliki sepatu Compass.<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"aligncenter is-resized\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/docotel-official-blog-sepatu-compass-2-2-605x1024.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-3857\" width=\"411\" height=\"695\" title=\"\" srcset=\"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/docotel-official-blog-sepatu-compass-2-2-605x1024.jpg 605w, https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/docotel-official-blog-sepatu-compass-2-2-177x300.jpg 177w, https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/docotel-official-blog-sepatu-compass-2-2-768x1300.jpg 768w, https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/docotel-official-blog-sepatu-compass-2-2-370x626.jpg 370w, https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/docotel-official-blog-sepatu-compass-2-2-270x457.jpg 270w, https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/docotel-official-blog-sepatu-compass-2-2-740x1252.jpg 740w, https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/docotel-official-blog-sepatu-compass-2-2.jpg 926w\" sizes=\"auto, (max-width: 411px) 100vw, 411px\" \/><figcaption> Instagram @najwashihab<br><a href=\"https:\/\/www.instagram.com\/p\/B8aW8H7jKZ7\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/www.instagram.com\/p\/B8aW8H7jKZ7\/<\/a> <\/figcaption><\/figure><\/div>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ide-ide kampanye terus mengalir. Di sisi lain,\nCompass menggaet sederet nama keren di dunia fesyen, musik, bahkan tokoh publik\nsekelas Najwa Shihab. Figur-figur ini di bidang <em>digital marketing<\/em> disebut <em>influencer<\/em>\njuga <em>Key Opinion Leader<\/em> (KOL). Ya, mereka\nberperan memberi pengaruh untuk meningkatkan penjualan juga menguatkan\nkesadaran atas <em>brand<\/em>\/merek. &nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tirta Mandira Hudhi, seorang dokter sekaligus <em>influencer<\/em> yang getol mengampanyekan produk lokal kerap menjelaskan bagaimana merek lokal perlu didukung dan \u201cdisayang layaknya anak\u201d karena sejarah dan kualitasnya tidak kalah dengan merek luar negeri. Dokter Tirta sadar dirinya memiliki basis massa yang kuat di media sosial, oleh karena itu ia membuat kampanye #Local Pride di berbagai forum dan unggahan untuk banyak merek, termasuk Compass.<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"aligncenter is-resized\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/84279055_1235677896636690_168895398650483991_n.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-3851\" width=\"390\" height=\"390\" title=\"\" srcset=\"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/84279055_1235677896636690_168895398650483991_n.jpg 720w, https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/84279055_1235677896636690_168895398650483991_n-150x150.jpg 150w, https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/84279055_1235677896636690_168895398650483991_n-300x300.jpg 300w, https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/84279055_1235677896636690_168895398650483991_n-370x370.jpg 370w, https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/84279055_1235677896636690_168895398650483991_n-270x270.jpg 270w\" sizes=\"auto, (max-width: 390px) 100vw, 390px\" \/><figcaption>Instagram @najwashihab<br><a href=\"https:\/\/www.instagram.com\/p\/B8aW8H7jKZ7\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/www.instagram.com\/p\/B8aW8H7jKZ7\/<\/a> <\/figcaption><\/figure><\/div>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Berkat figur-figur seperti dr. Tirta, Compass\ndan merek-merek lokal lainnya \u201cnaik takhta\u201d. Apalagi, idola sejuta umat Najwa\nShihab pun ga ketinggalan ikut andil dengan mejeng menggunakan sepatu Compass\naneka seri. Coba saja cek akun Instagram @najwashihab, cukup sering dirinya\nmengunggah foto sedang mengenakan sepatu Compass. Bahkan, pekan ini Najwa\nmenyatakan Compass sebagai salah satu kawan perjalanan program Mata Najwa. Dan\nCompass memberi kado untuk&nbsp;\n#1DekadeMataNajwa dengan membuatkan 10 sneakers yang didesain dan\ndiproduksi dengan beragam detail khusus, seperti warna, label, dan 10 logo mata\nyang merepresentasikan 10 tahun perjalanan Mata Najwa.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><strong>Berbisnis\nPakai Internet Wajib Manfaatkan<em>\nE-commerce<\/em><\/strong><\/h4>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam bisnis, nama yang lejit juga dapat dibuktikan dengan kuantitas penjualan. Compass dijuluki \u201csepatu gaib\u201d saking susahnya didapat, harus berebut dengan jutaan umat. Koleksi Compass Gazelle Red Gum yang dirilis melalui Instagram Story pada 21 Mei 2019 pukul 15.00 WIB habis terjual pada pukul 15.03 WIB atau hanya dalam 3 menit.<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"aligncenter is-resized\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/docotel-official-blog-sepatu-compass-5-497x1024.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-3858\" width=\"361\" height=\"744\" title=\"\" srcset=\"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/docotel-official-blog-sepatu-compass-5-497x1024.jpg 497w, https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/docotel-official-blog-sepatu-compass-5-146x300.jpg 146w, https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/docotel-official-blog-sepatu-compass-5-768x1581.jpg 768w, https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/docotel-official-blog-sepatu-compass-5-370x762.jpg 370w, https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/docotel-official-blog-sepatu-compass-5-270x556.jpg 270w, https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/docotel-official-blog-sepatu-compass-5-740x1524.jpg 740w, https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/docotel-official-blog-sepatu-compass-5.jpg 1234w\" sizes=\"auto, (max-width: 361px) 100vw, 361px\" \/><figcaption>Instagram @sepatucompass<br> <a href=\"https:\/\/www.instagram.com\/p\/B7vXSNiAqZZ\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/www.instagram.com\/p\/B7vXSNiAqZZ\/<\/a> <\/figcaption><\/figure><\/div>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Animo yang luar biasa ini sebenarnya sudah difasilitasi dengan proses pembelian yang bisa diakses melalui <em>website<\/em> Compass dan <em>e-commerce<\/em> Bukalapak. Namun, tetap saja Compass kewalahan menghadapi permintaan yang membeludak hingga seringkali mengalami <em>server down<\/em>. Banyak calon pembeli yang kecewa karena berkali-kali gagal mendapatkan sepatu incarannya. Akhirnya, kini Compass melakukan kerjasama eksklusif dengan <a href=\"https:\/\/www.tokopedia.com\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Tokopedia<\/a>. Dalam informasi yang diunggah, Compass menjamin adanya fitur-fitur kerja sama dengan Tokopedia yang mampu setidaknya mengatasi lima permasalahan yang selama ini menghambat bisnis mereka: perataan distribusi, <em>sweeping<\/em> terhadap <em>reseller<\/em> nakal, pemberantasan merek tiruan, pembatalan pembelian ganda, juga penanggulangan BOT.\u00a0 <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tim penulis memang hanya dapat berkisah lewat artikel ini, tapi semoga kita semua semua dapat belajar tentang bagaimana memanfaatkan perkembangan media digital secara positif. Menjadi maju dan melek teknologi bukan berarti menghilangkan jati diri bangsa dan negara. Bahkan sesungguhnya kita semua dapat berkontribusi membuat Indonesia mendunia dengan internet dan kreativitas. <em>Support Local Products! <\/em>#LocalPride<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Baca Juga: <\/strong><a href=\"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/bedah-iot-bersama-sigfox-indonesia-dan-pt-inti\/\">Docotel Group Bedah Penerapan IoT Bersama Sigfox Indonesia dan PT Inti Bisa Fintech<\/a><\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><strong>Tentang Docotel<\/strong><\/h4>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><a href=\"https:\/\/www.docotel.com\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Docotel<\/a>&nbsp;4.0 meliputi tim yang berdedikasi, berpengalaman, dan ahli dalam menyediakan produk dan solusi yang bernilai tinggi di semua industri. Kami hadir dengan visi mengatasi permasalahan sehingga dapat menciptakan pengalaman terbaik bagi klien.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ada yang belum tahu sepatu Compass? Okay! Tim penulis akan kasih tahu kamu kenapa keberadaan sepatu ini layak diperbincangkan. Compass adalah merek sepatu asal Bandung yang sebenarnya sudah lahir sejak 1998 di tangan Gunawan Kahar. Karena berbagai faktor internal ditambah kondisi pasar yang saat itu masih mengagungkan brand impor, Compass sempat stuck dan tak terdengar [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":4208,"featured_media":3848,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1465],"tags":[1351,1352,54,1340],"coauthors":[695],"class_list":["post-3847","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-ai-data","tag-sepatucompass","tag-socialmedia","tag-internet","tag-iot"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3847","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4208"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3847"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3847\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3848"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3847"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3847"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3847"},{"taxonomy":"author","embeddable":true,"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/coauthors?post=3847"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}