{"id":3819,"date":"2020-02-10T08:29:19","date_gmt":"2020-02-10T08:29:19","guid":{"rendered":"http:\/\/blog.docotel.com\/?p=3819"},"modified":"2020-02-10T08:30:26","modified_gmt":"2020-02-10T08:30:26","slug":"startup-bluedot-mendeteksi-penyebaran-virus-corona","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/startup-bluedot-mendeteksi-penyebaran-virus-corona\/","title":{"rendered":"Sebelum WHO, Startup BlueDot Sudah Lebih Dulu Mendeteksi Penyebaran Virus Corona"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Suatu\npagi ditemukan mayat mengambang di sungai Han, Korea Selatan. Tak lama, banyak\nkorban tewas karena sakit. Masyarakat diserang kepanikan dan rasa cemas. Lalu,\ndengan bantuan alat-alat laboratorium dan kedokteran yang canggih diketahui\nadanya wabah penyakit yang disebabkan oleh cacing parasit <em>yeongasi <\/em>yang bermutasi.\nItulah penggalan kisah dalam film Deranged besutan sutradara Park Jung Woo.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Namun,\nkali ini yang akan kita bicarakan bukan kisah dalam film, tapi peristiwa nyata\nyang statusnya telah ditetapkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebagai\nDarurat Kesehatan Masyarakat Internasional.&nbsp;\nYa, tentu saja ini tentang mewabahnya Virus 2019 Novel Coronavirus (2019-nCoV).\nSeperti di dalam film-film, virus ini benar-benar dengan cepat menyerang sistem\npernapasan, mengakibatkan pneumonia akut, hingga kematian.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Penyebaran\nvirus Corona ini diumumkan pertama kali oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO)\npada 9 Januari 2020 berasal dari Wuhan, Tiongkok. Sebelumnya, Pusat\nPengendalian dan Pencegahan Penyakit AS juga telah melaporkan penyebaran virus\nini pada 6 Januari 2020. Eits, tapi tahukah kamu? ada sebuah perusahaan yang menyatakan\ntelah dapat mendeteksi penyebaran virus Corona lebih awal dari lembaga mana pun!\n<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Memang\nini bukanlah pekara balapan, tapi mengingat kita sekarang tengah berhadapan di masa\nserba canggih, maka tidak menutup kemungkinan apapun bisa dilakukan dengan\ncepat termasuk mendeteksi suatu penyakit. BlueDot, perusahaan rintisan asal\nKanada mengklaim berhasil mengetahui dan memberikan peringatan soal virus\nCorona lebih cepat dibanding organisasi atau perusahaan lain. Melansir <a href=\"https:\/\/www.wired.com\/story\/ai-epidemiologist-wuhan-public-health-warnings\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Wired<\/a>,\nBlueDot menyampaikan pernyataan resmi tentang wabah ini kepada pelanggannya\npada 31 Desember 2019. <em>Kok<\/em>, bisa, ya? <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Didirikan pada 2014 oleh seorang mantan dokter, BlueDot telah mengembangkan suatu algoritma yang didasarkan pada Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan sehingga memungkinkan untuk memantau, menggambarkan<strong>,<\/strong> dan mengantisipasi risiko penyakit menular. Alat yang digunakan juga menerapkan <em>big data<\/em> dan <em>machine<\/em> <em>learning<\/em>, secara umum relatif mudah untuk dipahami. <\/p>\n\n\n\n<h5 class=\"wp-block-heading\"><strong>Dari\nmana Sumber Data BlueDot? <\/strong><\/h5>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">BlueDot menangkap dan menganalisis data dari 65\nbahasa, mencangkup pesan yang diunggah pada artikel di <em>web<\/em>, berita televisi, pencarian mengenai gejala-gejala penyakit di\nmesin pencari, dan buletin kesehatan mengenai patologi baru, hewan, atau\nsayuran. Namun, metode algoritma BlueDot tidak mengacu pada data unggahan di\nmedia sosial sebab data-data tersebut dianggap terlalu \u201cberserakan\u201d. Saat\ninformasi sudah cukup terhimpun dan data telah disaring, tim ahli epidemiologi\u2014yang mempelajari pola kesehatan dan\npenyakit serta faktor yang terkait di tingkat populasi\u2014akan mengonfirmasi\nhasil temuan apakah masuk akal dari sudut padang ilmiah atau tidak. Jika sudah\njelas, hasil temuan akan dikirim ke pemerintah, pelaku bisnis, dan pelanggan\nperusahaan. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Khusus\npada kasus virus Corona, BlueDot menggunakan data tiket maskapai global untuk\nmemprediksi ke negara mana saja dan kapan warga yang terinfeksi virus bepergian.\nPrediksi BlueDot terbukti, virus Corona telah menyebar ke Bangkok dan Tokyo\nbeberapa hari setelah kemunculan awal. Namun, prakiraan BlueDot rupanya\ntergantung pada <em>platform<\/em> The Airline Tariff Publishing Company (ATPCO)\u2014perusahaan\nyang mengumpulkan data maskapai\u2014yang kadang menampilkan beberapa ketidakjelasan\nseputar sifat data yang disediakan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jika berbicara soal jam terbang, sebelumnya BlueDot berhasil memprediksi lokasi wabah Zika di Florida Selatan dalam sebuah publikasi di jurnal medis Inggris The Lancet. Terkait data penelitian yang didistribusikan, BlueDot mengatakan belum menjualnya kepada publik. Saat ini, hanya pejabat <a href=\"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/mengintip-alat-alat-kesehatan-era-industri-4-0\/\">kesehatan<\/a> masyarakat di beberapa negara seperti Amerika Serikat dan Kanada, maskapai penerbangan, dan rumah sakit yang dapat menerima hasil laporan BlueDot. <\/p>\n\n\n\n<h5 class=\"wp-block-heading\"><strong>Peran\nAI dalam Mendeteksi Peyebaran Virus<\/strong><\/h5>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Perlu\ndicatat! AI tidak akan menghentikan virus Corona atau menggantikan peran ahli\nepidemiologi. Tetapi sekarang untuk pertama kalinya dalam wabah global, AI\nmenjadi alat yang berguna dalam upaya memantau dan menanggapi krisis. Dalam\nbeberapa hari terakhir, banyak orang mengunggah informasi tentang virus Corona\ndi berbagai media sosial dan situs berita. Hal ini memungkinkan algoritma\nmenghasilkan data yang nyaris <em>real-time<\/em> bagi pelaku kesehatan untuk\nmelacak penyebaran penyakit. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menurut\nCEO BlueDot dr. Kamran Khan, penerapan AI sangat penting untuk memantau\npenyakit, karena jika hanya mengandalkan pemerintah akan memakan waktu cukup\nlama. Dokter Daniel Streicker, peneliti di Universitas Glasgow, juga menyatakan\nbahwa AI mungkin dapat membantu mengumpulkan data mengenai pergerakan manusia\ndari berbagai hal mulai dari catatan penerbangan,&nbsp; informasi lalu lintas, bahkan membayangkan\ninformasi yang dikumpulkan melalui Google. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kekuatan AI yang dapat mengintegrasikan semua sumber data secara bersama-sama telah membuat bidang epidemiologi melangkah lebih cepat dalam melakukan pengawasan, prediksi, dan pengendalian wabah penyakit parah atau virus. Melalui data yang begitu besar, AI pun dapat dilatih lebih baik. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Apakah\ndi masa depan AI mampu menemukan cara penyembuhan sebuah virus juga? Mari kita\ntunggu perkembangannya dengan pantau terus Blog Docotel, ya!<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><strong>Tentang Docotel<\/strong><\/h4>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><a href=\"https:\/\/www.docotel.com\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Docotel<\/a>&nbsp;4.0 meliputi tim yang\nberdedikasi, berpengalaman, dan ahli dalam menyediakan produk dan solusi yang\nbernilai tinggi di semua industri. Kami hadir dengan visi mengatasi\npermasalahan sehingga dapat menciptakan pengalaman terbaik bagi klien.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Suatu pagi ditemukan mayat mengambang di sungai Han, Korea Selatan. Tak lama, banyak korban tewas karena sakit. Masyarakat diserang kepanikan dan rasa cemas. Lalu, dengan bantuan alat-alat laboratorium dan kedokteran yang canggih diketahui adanya wabah penyakit yang disebabkan oleh cacing parasit yeongasi yang bermutasi. Itulah penggalan kisah dalam film Deranged besutan sutradara Park Jung Woo. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":10557,"featured_media":3832,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1465],"tags":[343,1348,1347],"coauthors":[789],"class_list":["post-3819","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-ai-data","tag-artificialintelligence","tag-virus","tag-viruscorona"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3819","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/10557"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3819"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3819\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3832"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3819"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3819"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3819"},{"taxonomy":"author","embeddable":true,"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/coauthors?post=3819"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}