{"id":3604,"date":"2019-12-04T04:22:41","date_gmt":"2019-12-04T04:22:41","guid":{"rendered":"http:\/\/blog.docotel.com\/?p=3604"},"modified":"2020-07-20T07:45:01","modified_gmt":"2020-07-20T07:45:01","slug":"hoaks-jadi-bencana-fact-checking-solusinya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/hoaks-jadi-bencana-fact-checking-solusinya\/","title":{"rendered":"Ketika Hoaks Menjadi Bencana, Fact Checking Bisa Menjadi Solusinya"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Perkembangan internet sangatlah pesat, setiap orang mengakses internet setiap harinya, terutama berselancar di media sosial. Akhir-akhir ini, pemerintah tengah memberantas berita <a href=\"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/media-sosial-menjadi-wadah-berita-hoax\/\">hoaks<\/a> karena berita ini dirasa bisa memecah belah dan merugikan orang yang bersangkutan. Berdasarkan data yang disampaikan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (<a href=\"https:\/\/kominfo.go.id\/content\/detail\/18420\/siaran-pers-no-95hmkominfo052019-tentang-kominfo-identifikasi-486-hoaks-selama-april-2019-total-hoaks-sejak-agustus-2018-sebanyak-1731\/0\/siaran_pers\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Kominfo<\/a>), sebanyak 1.731 hoaks teridentifikasi selama April hingga Agustus 2019. Sebagai respon dari keresahan masyarakat terhadap hoaks tersebut<em>, <\/em>beberapa negara sudah mulai memanfaatkan teknologi untuk menanggulanginya, lho! Jadi, untuk kamu yang masih sering menyebarkan informasi yang tidak jelas tanpa mengecek kebenarannya harus mulai hati-hati, ya!<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kita\nsebagai pembaca bisa memilih <em>platform <\/em>mana saja yang nyaman untuk kita\ngunakan sebagai pengecek fakta. <em>Platform<\/em>\n<em>fact checking<\/em> kini telah tersebar di berbagai negara berupa <em>website <\/em>untuk\nmengklarifikasi hoaks. Sistem kerja <em>fact checking <\/em>memiliki penanganan\nyang berbeda-beda, tergantung dari fitur yang digunakan di dalam <em>website <\/em>masing-masing.\n<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pemerintah\nIndonesia mulai menerapkan teknologi Artificial Intelligence (AI) bernama Cyber\nDrone 9 yang hanya dapat diakses oleh tim khusus untuk mengusut dan melaporkan\nberbagai situs yang diduga terdeteksi sebagai berita palsu. Mesin sensor\ninternet besutan Kominfo ini akan berkerja dalam waktu yang cepat dan secara\notomatis membantu menyediakan informasi tentang puluhan ribu situs dan akun\npenyebar hoaks.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dengan\nberbagai situs yang mampu melakukan verifikasi berita bohong, maka pelaku\npenyebaran hoaks akan semakin mudah terdeteksi. Kalau kamu termasuk yang hobi\nmenyebarkan informasi bohong, kamu perlu waspada karena menurut Undang-Undang\nNo.19 Tahun 2016 pasal 28 ayat (1) tentang Informasi dan Transaksi Elektronik\n(ITE), setiap orang dengan sengaja, dan tanpa hak menyebarkan berita bohong dan\nmenyesatkan yang mengakibatkan kerugian konsumen dalam transaksi elektronik\nakan dikenakan sanksi pidana penjara paling lama enam tahun atau denda paling\nbanyak Rp 1 miliar.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Rasanya cukup\nmenakutkan apabila kita harus mendekam di penjara atau membayar denda akibat\nperilaku yang awalnya kita kira cukup sepele, bahkan terkadang kita lakukan\ntanpa kesadaran yang penuh. Memang di era disrupsi informasi ini, sangat sulit\nuntuk mengendalikan jari-jari kita agar tidak asal klik dan bagikan (<em>share<\/em>)\npesan yang didapat. Oleh karena itu, untuk mendukung gerakan saring sebelum <em>sharing<\/em>,\nada beberapa cara yang bisa kamu lakukan agar terhindar dari hoaks.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><strong>Pertahanan\npertama terhadap hoaks ada pada diri kita sendiri.<\/strong><\/h4>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bagi kamu\npengguna Facebook, ada beberapa tips yang dapat dilakukan pada laman bantuan\nuntuk mengenali berita palsu. Sebagian besar tips memang harus dimulai dari\ndiri kita sendiri terlebih dahulu. Hal paling mendasar adalah jangan langsung\npercaya dengan judul, karena seringkali, berita bohong dimulai dengan judul\nyang terlalu membesar-besarkan suatu kejadian hingga membuat para pembaca\nkesulitan untuk mempercayainya. Judul yang dibuat oleh penyebar hoaks pun cenderung\nprovokatif. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebagian\nbesar isi berita juga hanya sekedar disadur dari sumber-sumber lain tanpa\nmencantumkan data yang kredibel. <em>Clickbait <\/em>memang masih menjadi primadona\nyang diagungkan oleh para oknum ini untuk memancing klik dari para pembaca. Untuk\nitu, kita sebagai pembaca harus bisa lebih kritis ketika melihat judul. Salah\nsatu cara yang bisa kita lakukan adalah dengan riset, yakni mencari sumber\nberita dari portal yang kredibel, serta membandingkan apakah berita yang\nditulis sudah sama atau berbeda dengan aslinya agar mendapat pandangan yang\nberimbang. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selain\njudul, hal yang bisa kita perhatikan adalah alamat situs (URL) dari informasi\nyang akan dibaca atau bagikan. Data dari Dewan Pers menyebutkan, di Indonesia\nterdapat sekitar 43.000 situs di Indonesia yang mengklaim sebagai portal\nberita, sedangkan yang sudah terverifikasi hanya 300, jadi ada banyak portal\nberita abal-abal yang berpotensi sebagai produsen hoaks di Indonesia dengan\ndomain yang juga belum jelas asal-usulnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Langkah selanjutnya yang dapat kita lakukan untuk memeriksa informasi adalah dengan mengecek keaslian foto melalui pencarian gambar atau Google <em>Images<\/em>. Caranya cukup sederhana, kita hanya perlu seret dan lepaskan foto pada tab pencarian Google <em>Images. <\/em>Setelah itu, akan muncul sumber berupa <em>link <\/em>yang menunjukkan dari mana saja gambar tersebut diambil, sehingga memudahkan kita untuk membandingkan apakah sumber tersebut sudah kredibel atau belum.<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-gallery columns-1 is-cropped wp-block-gallery-1 is-layout-flex wp-block-gallery-is-layout-flex\"><li class=\"blocks-gallery-item\"><figure><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"625\" height=\"1024\" src=\"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/docotel-official-blog-hoaks-fact-checking-2-625x1024.png\" alt=\"docotel official blog - hoaks fact checking\" data-id=\"3610\" data-link=\"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/?attachment_id=3610\" class=\"wp-image-3610\" title=\"\" srcset=\"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/docotel-official-blog-hoaks-fact-checking-2-625x1024.png 625w, https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/docotel-official-blog-hoaks-fact-checking-2-183x300.png 183w, https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/docotel-official-blog-hoaks-fact-checking-2-768x1259.png 768w, https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/docotel-official-blog-hoaks-fact-checking-2-370x607.png 370w, https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/docotel-official-blog-hoaks-fact-checking-2-270x443.png 270w, https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/docotel-official-blog-hoaks-fact-checking-2-740x1213.png 740w, https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/docotel-official-blog-hoaks-fact-checking-2.png 801w\" sizes=\"auto, (max-width: 625px) 100vw, 625px\" \/><\/figure><\/li><\/ul>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Hoaks dapat dilaporkan melalui Platform <em>Fact Checking<\/em><\/h4>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tidak\nhanya itu, kita bisa memeriksa fakta melalui Platform <em>fact checking. <\/em>Di\nIndonesia, <em>platform <\/em>yang disarankan oleh Kominfo dan sudah teruji oleh\nDewan Pers adalah cekfakta.com dan aduankonten.id.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Situs\ncekfakta.com adalah sebuah proyek kolaboratif pengecekan fakta yang dibangun di\natas API Yudistira oleh Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (MAFINDO) dan bekerja\nsama dengan beberapa media online yang tergabung di Aliansi Jurnalis Independen\n(AJI) dan Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) serta didukung oleh Google News\nInitiative dan Internews serta FirstDraft. Untuk memeriksa kebenaran informasi\nmelalui <em>platform <\/em>ini, kita hanya perlu menyalin situs berita dan\nmenempelkannya pada kolom laporkan hoaks. Setelah itu, kita akan dialihkan pada\n<em>link <\/em>turnbackhoax.id dan diminta untuk mengisi data berupa nama, <em>e-mail<\/em>,\n<em>link <\/em>berita yang akan kita laporkan, pesan dan hasil tingkapan layar\ngambar yang mendukung data-data kita. Setelah itu, data yang terlapor akan\ndiproses menggunakan teknologi AI dan langsung diidentifikasi sebagai berita\nyang benar atau salah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Adapun\naduankonten.id merupakan laman web besutan Kominfo RI yang menfasilitaskan\npeganduan konten negatif baik berupa situs, URL, aplikasi mobile, akun media\nsosial, dan <em>software<\/em> (perangkat\nlunak) yang memenuhi kriteria sebagai informasi dan dokumen elektronik\nbermuatan negatif sesuai peraturan perudang-undangan. Untuk melakukan pengaduan\nmelalui situs ini kamu cukup mengirimkan tangkapan layar atau alamat URL konten\nyang ingin dilaporkan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Itulah\ntadi informasi tentang cara menangani atau mengadukan berita bohong yang dapat\nkamu lakukan. Untuk mengetahui seputar berita-berita terkini di dunia IT, ikuti\nterus artikel-artikel di blog ini ya!<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Tentang Docotel<\/h4>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><a href=\"https:\/\/www.docotel.com\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Docotel<\/a>&nbsp;4.0 meliputi tim yang berdedikasi, berpengalaman, dan ahli dalam menyediakan produk dan solusi yang bernilai tinggi di semua industri. Kami hadir dengan visi mengatasi permasalahan sehingga dapat menciptakan pengalaman terbaik bagi klien.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Perkembangan internet sangatlah pesat, setiap orang mengakses internet setiap harinya, terutama berselancar di media sosial. Akhir-akhir ini, pemerintah tengah memberantas berita hoaks karena berita ini dirasa bisa memecah belah dan merugikan orang yang bersangkutan. Berdasarkan data yang disampaikan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), sebanyak 1.731 hoaks teridentifikasi selama April hingga Agustus 2019. Sebagai respon [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":16938,"featured_media":3607,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1465,2],"tags":[1316,1315,1291],"coauthors":[1125],"class_list":["post-3604","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-ai-data","category-knowledge","tag-factchecking","tag-hoaks","tag-hoax"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3604","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/16938"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3604"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3604\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3607"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3604"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3604"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3604"},{"taxonomy":"author","embeddable":true,"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/coauthors?post=3604"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}