{"id":3477,"date":"2019-11-06T08:38:03","date_gmt":"2019-11-06T08:38:03","guid":{"rendered":"http:\/\/blog.docotel.com\/?p=3477"},"modified":"2019-11-08T03:08:02","modified_gmt":"2019-11-08T03:08:02","slug":"instagram-makin-seru-dengan-tiga-fitur-terbaru-ini","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/instagram-makin-seru-dengan-tiga-fitur-terbaru-ini\/","title":{"rendered":"Main Instagram Makin Seru dengan Tiga Fitur Terbaru Ini"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Instagram\nsebagai media sosial yang menyajikan banyak fitur kini semakin digemari. Instagram dijadikan pilihan untuk berbagi tiap momen baik foto maupun video. Mengikuti perkembangan teknologi serta kebutuhan\npenggunanya, Instagram terus memperbarui fiturnya. Mau\ntahu fitur terbaru apa saja yang diluncurkan oleh Instagram? Yuk, baca artikel\ndi bawah ini!<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><strong>Fitur Restrict (batasi) untuk melindungi pengguna Instagram dari komentar negatif<\/strong><\/h4>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"768\" height=\"345\" src=\"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/docotel_fitur-restrict.jpg\" alt=\"Main Instagram Makin Seru dengan Tiga Fitur Terbaru Ini\" class=\"wp-image-3479\" title=\"\" srcset=\"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/docotel_fitur-restrict.jpg 768w, https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/docotel_fitur-restrict-300x135.jpg 300w, https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/docotel_fitur-restrict-370x166.jpg 370w, https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/docotel_fitur-restrict-270x121.jpg 270w, https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/docotel_fitur-restrict-740x332.jpg 740w\" sizes=\"auto, (max-width: 768px) 100vw, 768px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Fenomena perundungan (<em>bullying<\/em>) menjadi isu yang penting di media sosial, termasuk Instagram. Korban perundungan seringkali tak berdaya menghadapi bombardir komentar pedas yang menyerang baik itu di kolom komentar pada <em>feeds <\/em>atau balasan-balasan di Direct Messages (DM). Perundungan tersebut bisa berakibat fatal pada seseorang. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Salah satu akibat perundungan yang belakangan ramai dibicarakan adalah kasus bunuh diri yang dilakukan oleh personel <em>girlband <\/em>Kpop, Sulli F(x) yang dikabarkan bunuh diri akibat komentar pedas di media sosialnya. Instagram pun menanggapi hal ini dengan meluncurkan fitur Restrict (batasi). Namun, peluncuran fitur ini belum dilakukan secara luas karena masih dalam tahap uji coba. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Melansir situs <a href=\"https:\/\/inet.detik.com\/mobile-apps\/d-4731671\/instagram-rilis-fitur-anti-bully-begini-cara-kerjanya\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">detik.com<\/a>, fitur \u2018batasi\u2019 ini dapat diaktifkan langsung oleh pengguna melalui kolom komentar. Setelah diaktifkan, otomatis komentar tersebut hanya akan bisa dilihat oleh si pemberi komentar, sedangkan pemilik akun dan para pengikut (<em>followers<\/em>) tidak akan bisa melihat komentar tersebut. Namun, <a href=\"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/instagram-umumkan-fitur-repost-via-stories\/\">Instagram<\/a> tetap memberikan opsi pada pemilik akun untuk melihat isi komentar tersebut dengan mengetuk \u2018lihat komentar\u2019. Setelah itu, pemilik akun dibebaskan untuk menyetujui komentar tersebut dapat terlihat oleh pengikut, menghapus atau tidak mempedulikannya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tak hanya di kolom komentar, fitur Restrict juga akan berlaku di Direct Messages (DM). Ketika kita membatasi seseorang, maka otomatis kita tidak akan menerima notifikasi pesan dari orang tersebut. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selain itu, untuk meningkatkan kesadaran sesama pengguna akan bahaya perundungan <em>online, <\/em>Instagram memunculkan stiker yang dapat ditampilkan pada Istagram<em> <\/em>Stories<em> <\/em>bertuliskan \u2018<em>Create don\u2019t hate\u2019<\/em>. Stiker ini dapat langsung ditempelkan pada setiap aktivitas yang kita unggah pada Instagram Stories<em>. <\/em>Dengan diluncurkannya stiker ini, Instagram ingin memberikan peringatan kepada para perundung saat akan memberi komentar yang bersifat ofensif agar berpikir lebih reflektif untuk menghargai sesama pengguna. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Penting bagi kita semua untuk bijak ketika bermain media sosial dengan tidak berkomentar negatif yang akan menghancurkan kepercayaan diri seseorang. Saat kita merasa perlu mengaktifkan kembali orang yang telah dibatasi, kita dapat memilih fitur Unrestrict sehingga dia dapat mengomentari kembali foto atau video yang kita unggah maupun mengirim DM pada kita.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><strong>Deteksi hoaks pada unggahan foto dan video di Instagram<\/strong><\/h4>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"768\" height=\"345\" src=\"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/docotel_fitur-deteksi-hoaks.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-3482\" title=\"\" srcset=\"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/docotel_fitur-deteksi-hoaks.jpg 768w, https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/docotel_fitur-deteksi-hoaks-300x135.jpg 300w, https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/docotel_fitur-deteksi-hoaks-370x166.jpg 370w, https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/docotel_fitur-deteksi-hoaks-270x121.jpg 270w, https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/docotel_fitur-deteksi-hoaks-740x332.jpg 740w\" sizes=\"auto, (max-width: 768px) 100vw, 768px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tak mau ketinggalan dengan Facebook, Instagram juga berkomitmen untuk memerangi hoaks yang beredar di kalangan para pengguna dengan mengandalkan jasa pengecek fakta (<em>fact checkers<\/em>) pihak ketiga. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Semua pengguna Instagram bisa melaporkan konten\nyang menurut mereka salah, palsu, dan menyesatkan. Serupa dengan Facebook, Instagram mendorong\npenggunanya untuk terlibat dalam membagi peredaran informasi yang salah.\nCaranya dengan melaporkan konten yang mengandung hoaks dan berita palsu. Ketika\nkamu melihat <em>post<\/em> yang berpotensi\nmenyebabkan misinformasi, kamu bisa memberi tahu Instagram dengan memilih tombol\n\u201cReport\u201d atau \u201cLaporkan\u201d. Tidak ada batasan dalam melaporkan konten ini, tak\nterkecuali <em>meme<\/em>. Instagram Stories\npun bisa kamu laporkan kalau mengandung hoaks.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Lalu apa yang terjadi pada konten tersebut jika terbukti mengandung unsur\nhoaks? Pihak Instagram hanya akan menaruh <em>post <\/em>tersebut di\npaling bawah pada <em>Explore <\/em>dan penelusuran <em>hashtag<\/em>. Pengguna yang membagikannya\njuga tidak akan diberi tahu.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Nah, untuk\nkalian yang gemar menyebarkan informasi-informasi yang belum jelas\nkebenarannya, mulailah berhati-hati, ya! Kita juga bisa terkena pasal di UU ITE\nyang tentunya akan membuat kita masuk penjara dan terkena denda, lho!<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><strong>Fitur <em>Augmented Reality <\/em>(AR) untuk mencoba barang, bermain kuis, hingga membuat efek sendiri<\/strong><\/h4>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"768\" height=\"345\" src=\"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/docotel_fitur-AR.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-3483\" title=\"\" srcset=\"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/docotel_fitur-AR.jpg 768w, https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/docotel_fitur-AR-300x135.jpg 300w, https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/docotel_fitur-AR-370x166.jpg 370w, https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/docotel_fitur-AR-270x121.jpg 270w, https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/docotel_fitur-AR-740x332.jpg 740w\" sizes=\"auto, (max-width: 768px) 100vw, 768px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Salah satu\nkendala yang dialami pengguna saat berbelanja <em>online <\/em>adalah tidak adanya\nbentuk fisik yang bisa dilihat atau dicoba secara langsung. Instagram mencoba\nuntuk mengatasi hal itu dengan meluncurkan fitur dengan teknologi <em>Augmented\nReality <\/em>(AR) yang memungkinkan pengguna untuk mencoba barang sebelum\nmembeli. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Melansir <a href=\"https:\/\/tekno.kompas.com\/read\/2019\/10\/07\/08210097\/instagram-punya-fitur-ar-untuk-menjajal-lebih-dulu-barang-yang-dijual\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">kompas.com<\/a>, <em>brand <\/em>yang telah menerapkan fitur ini memang baru dua, yakni produk kosmetik dari Marc <em>and<\/em> Nars serta kacamata dari Rayban atau Warby Parker. Ke depannya, Instagram akan berusaha terus mengembangkan fitur ini untuk mempermudah pebisnis dalam memasarkan produk-produknya. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Untuk\nmenggunakan fitur ini, pengguna cukup melakukan <em>check-out <\/em>pada barang\nyang akan dibeli dan menggunakan kamera depan untuk mencobanya (<em>try it on<\/em>).\nHal ini diharapkan dapat mempermudah konsumen dalam berbelanja.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Fitur AR juga digunakan untuk menciptakan filter pada Instagram. Pengguna juga bisa\nmenciptakan filternya sendiri, lho. Melansir Kumparan, fitur\nyang bisa digunakan ini bernama Spark AR. Sebelumnya, fitur ini hanya bisa\ndigunakan oleh para kreator yang telah disetujui oleh Facebook, tetapi kini\nsemua pengguna bisa membuat dan mengunggah filter AR mereka sendiri ke\nInstagram.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Berdasarkan\ninformasi dari tech@facebook, lebih dari satu juta pengguna telah menggunakan\nfitur AR yang diciptakan oleh para kreator. Hal ini menunjukkan kreativitas\npengguna yang semakin bertambah tiap waktu. Bahkan dengan fitur tersebut,\nbeberapa pengguna dapat membuat suatu komunitas yang saling mendukung satu sama\nlain secara positif.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Fitur baru Instagram ini memberikan dampak positif, juga menjadi langkah yang bagus untuk memberantas hal-hal negatif dalam media sosial.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Tentang Docotel<\/h4>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Docotel 4.0 meliputi tim yang berdedikasi, berpengalaman, dan ahli dalam menyediakan produk dan solusi yang bernilai tinggi di semua industri. Kami hadir dengan visi mengatasi permasalahan sehingga dapat menciptakan pengalaman terbaik bagi klien.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Instagram sebagai media sosial yang menyajikan banyak fitur kini semakin digemari. Instagram dijadikan pilihan untuk berbagi tiap momen baik foto maupun video. Mengikuti perkembangan teknologi serta kebutuhan penggunanya, Instagram terus memperbarui fiturnya. Mau tahu fitur terbaru apa saja yang diluncurkan oleh Instagram? Yuk, baca artikel di bawah ini! Fitur Restrict (batasi) untuk melindungi pengguna Instagram [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":16938,"featured_media":3487,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[166,1293,187,244,1291,248,1292,1290,1294,1295],"coauthors":[1125],"class_list":["post-3477","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-knowledge","tag-augmentedreality","tag-bullying","tag-fitur","tag-fiturbaru","tag-hoax","tag-instagram","tag-report","tag-restrict","tag-sulli","tag-sullifx"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3477","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/16938"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3477"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3477\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3487"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3477"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3477"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3477"},{"taxonomy":"author","embeddable":true,"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/coauthors?post=3477"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}