{"id":3145,"date":"2019-07-30T04:22:38","date_gmt":"2019-07-30T04:22:38","guid":{"rendered":"http:\/\/blog.docotel.com\/?p=3145"},"modified":"2019-10-28T03:59:03","modified_gmt":"2019-10-28T03:59:03","slug":"aplikasi-faceapp-berkembangnya-tren-edit-foto","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/aplikasi-faceapp-berkembangnya-tren-edit-foto\/","title":{"rendered":"Aplikasi FaceApp: Berkembangnya Tren Edit Foto"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Keriuhan media sosial tak pernah padam, beberapa pekan ini tagar #AgeChallenge juga #FaceAppChallenge kembali digandrungi netizen. Aplikasi edit foto <a href=\"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/Aplikasi-FaceApp-Berkembangnya-Tren-Edit-Foto\">FaceApp<\/a> menjadi penyebabnya. Aplikasi asal Rusia ini sanggup memperlihatkan wajah masa tua seseorang. Sesungguhnya FaceApp telah dirilis pada 15 Januari 2017 silam dengan menawarkan berbagai efek dan filter foto untuk para penggunanya. Aplikasi ini kembali <em>booming<\/em> dan semakin digandrungi setelah sejumlah selebritas Indonesia dan dunia turut mencobanya. Foto wajah mereka yang berubah menjadi tua diunggah di media sosial masing-masing. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tak hanya dapat mengubah foto\nseseorang menjadi lebih tua, FaceApp juga memiliki fitur lain seperti mengubah\nwajah merengut menjadi tertawa, wajah menjadi lebih muda, wajah menjadi lebih\ncantik, bahkan wajah perempuan menjadi laki-laki, begitupun sebaliknya. Aplikasi\nini semakin <em>hype<\/em> setelah dilakukan\npembaruan dengan algoritma yang dimiliki sehingga efek dan filter pada aplikasi\npengedit foto itu menjadi lebih baik dan hasilnya pun tampak seperti nyata. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dijelaskan dalam portal resmi FaceApp, aplikasi ini menjadi sebuah editor foto canggih yang ditenagai oleh kecerdasaran buatan atau Artificial Intelligence (AI) dan berhasil mendulang 80 juta pengguna aktif. Di awal kehadirannya FaceApp telah berhasil mencuri perhatian banyak warganet dan sempat memunculkan kontroversi karena salah satu filternya mampu mengubah ras seseorang. Setelah mendapatkan kecaman, filter tersebut dihapus dari aplikasi. Saat ini ada 21 filter menarik dan gratis untuk FaceApp versi dasar yang dapat diunduh di AppStore juga Google Play Store. Sementara untuk versi Pro atau Premium disertakan 28 filter unggulan yang dapat digunakan secara cuma-cuma selama masa uji coba 3 hari, setelah itu pengguna harus membayarnya. <\/p>\n\n\n\n<h5 class=\"wp-block-heading\"><strong>Sang\nPeramu Aplikasi<\/strong><\/h5>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Yaroslav\nGoncharov adalah lulusan Universitas St. Petersburg State di bidang mekanik dan\nmatematik yang sebelumnya telah menyelesaikan pendidikan di bidang fisika di\nAcademic Gymnasium. Goncharov mampu menyeimbangkan urusan akademik dan\npekerjaan hingga mendapat kesempatan bekerja di Microsoft. Di perusahaan teknologi\nmultinasional Amerika ini dia bekerja selama dua tahun. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Goncharov\nbergelut dengan dunia <em>coding <\/em>untuk<em> neural<\/em> <em>network <\/em>yang\nmerupakan bagian kecil dari kemampuan <em>bot <\/em>atau program komputer<em>. <\/em>Tidak\nhanya itu, dia juga mengerjakan beberapa pekerjaan yang berhubungan dengan\npelatihan mendalam (<em>in-depth training<\/em>), proyeknya tekait analisis suara (<em>speech\nanalysis<\/em>). Tepat pada 2016 pria ini memutuskan untuk memanfaatkan teknologi\nAI untuk pengolahan foto. Berawal dari sana, aplikasi FaceApp kemudian dikembangkan.&nbsp; <\/p>\n\n\n\n<h5 class=\"wp-block-heading\"><strong>Teknologi\nCanggih untuk &nbsp;Rekayasa Foto Mutakhir<\/strong><\/h5>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menurut\nGoncharov, FaceApp yang dirancang di Wireless Lab (<em>Startup<\/em> Rusia) lahir\ndari dua hal krusial yang menjadi tren. Pertama, nilai atau jumlah dari konten\nfoto dan video yang terus menjamur. Ada pandangan mengenai <em>stories<\/em> di\nSnapcat, Instagram, dan media sosial lainnya akan mematikan model <em>news feed<\/em>\nseperti Twitter. Facebook pun akan mengarah ke sana. Tren berikutnya adalah\nteknologi <em>neural networks <\/em>atau seperti analog otak manusia yang\ndisederhanakan dan diimplementasikan ke dalam kode komputasi. Untuk membuatnya\ndiperlukan jaringan <em>software<\/em> (perangkat lunak) simulasi yang besar\ndengan kemampuan menganalisa dan menyimpan informasi. Dalam bahasa sederhananya,\nini adalah salah satu cabang dari AI dan hal mendasar dari <em>machine learning,\ncybernetic, <\/em>dan lainnya yang mengadopsi kemampuan otak manusia sehingga\ndapat menganalisa bentuk wajah manusia. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam\njurnal Neural Networks: The Technology Behind FaceApp yang ditulis oleh\nJingshui Zhang, dijelaskan teknologi spesifik yang digunakan pengembang\naplikasi FaceApp, yaitu \u201cDeep Generative Convolutional Neural Networks\u201d. Teknologi\nini cukup komprehensif untuk menjalankan beberapa tugas seperti mentransfer\ngaya artistik atau super resolusi, tetapi memiliki tantangan ekstrem untuk\nfungsi foto realistis terutama dengan gambar resolusi tinggi. Contohnya, menambahkan\nsudut senyuman pada foto mungkin terlihat seperti modifikasi sederhana, pada\nkenyataanya sangat sulit. Tersenyum bukan hanya menggerakkan bibir karena seluruh\nwajah berubah dengan cara halus tetapi rumit. Senyuman juga perlu diperhitungkan\nterkait banyaknya faktor agar efek tersebut bekerja pada foto-foto yang\nsebagian besarnya <em>real<\/em> <em>life. <\/em>Faktor-faktor tersebut di antaranya postur,\npencahayaan, warna kulit, bentuk bibir dan mata, dan kualitas foto.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Yaroslav\nGoncharov percaya bahwa apa yang membedakan produknya dengan aplikasi pengedit\nfoto lain, yaitu <em>photorealism\u2014<\/em>lukisan dengan hasil yang mirip sebuah\nfoto\u2014bisa terwujud karena AI dapat menganalisis gambar asli ketika menerapkan\nfilter dari FaceApp. Nantinya, sebuah algoritma akan mengambil sampel wajah\nkemudian menyesuaikannya pada contoh wajah lainnya. Hasil editan aplikasi\ntersebut bervariasi tergantung foto yang diambil atau digunakan, tetapi\nbeberapa filter akan terlihat lebih realistis dibanding yang lain. Misalnya,\nfilter senyum tampak jauh lebih natural daripada filter untuk mengubah gender.<\/p>\n\n\n\n<h5 class=\"wp-block-heading\"><strong>Isu\nPrivasi Data Pengguna Aplikasi<\/strong><\/h5>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Meski <em>booming<\/em>, FaceApp tidak lepas dari rumor bahaya\nkeamanan privasi para penggunanya. Jelas, bagi sebagian orang atau kelompok hal\nini sangat mengkhawatirkan. Lalu, benarkah FaceApp memiliki celah pencurian\ndata pribadi? <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebagaimana\nyang dilaporkan BBC, mencuatnya isu kemanan data berawal ketika pengembang\naplikasi ini, Joshua Nozzi, mengunggah foto olahan FaceApp dari ponsel pintar\npelanggannya tanpa izin. Lantas, peneliti keamanan siber dari Perancis, Elliot\nAlderson turun tangan untuk memastikan kebenaran pernyataan tersebut. Dalam\ntemuannya tidak ada unggahan dalam jumlah besar yang terjadi dan FaceApp hanya\nmengambil foto yang dimasukkan pengguna. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Goncharov\nmengutarakan hal senada, FaceApp tidak menggunakan foto curian (tanpa\nsepengetahuan pengguna) untuk menguji sistem <em>facial recognition<\/em>. Pria\nyang menguasai teknologi AI itu menegaskan FaceApp hanya mengunggah foto yang dipilih\npengguna, menyimpan foto yang diunggah ke pusat penyimpanan data perusahaan,\ndan memastikan pengguna tidak mengunggah foto berulang kali. Lalu, foto akan dihapus\ndari penyimpanan data setelah 48 jam pengunggahan. Dengan demikian, FaceApp\ntidak pernah memindahkan foto lain ke pusat data perusahaan dan tidak mengirim\ndata pengguna ke Rusia seperti isu yang merebak di masyarakat. Menurut\nGoncharov, kebijakan privasi FaceApp sangat umum. Selain itu, perusahaan tidak perlu\nmenyebarkan data pengguna untuk tujuan iklan karena FaceApp telah mengantongi\nkeuntungan dari fitur premium berbayar. <\/p>\n\n\n\n<h5 class=\"wp-block-heading\"><strong>FaceApp di Indonesia<\/strong><\/h5>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Melansir CNBC\nIndonesia dan Tribun News, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menganggap\naplikasi pengedit foto tersebut belum membahayakan sehingga tidak ada tindakan\npemblokiran. Namun, Kominfo mengimbau masyarakat agar berhati-hati mengunduh\naplikasi apapun di ponsel dan menyarankan untuk mempelajari asal-usul dari\naplikasi yang diunduh, termasuk FaceApp.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hal ini\nberkaitan dengan banyaknya masyarakat yang tertipu aplikasi FaceApp tiruan. Seperti\ndipaparkan CNN Indonesia, perusahaan antivirus ESET mencatat ada 10.737 orang\nIndonesia yang menjadi korban aplikasi FaceApp gadungan yang diberi nama\nFaceApp Pro. Yudhi Kukuh, IT Security Consultant ESET Indonesia menjelaskan, tambahan\nkata \u2018Pro\u2019 pada aplikasi yang dapat diunduh secara gratis merupakan salah\nbentuk aksi dari para <em>scammer<\/em>. Padahal setiap aplikasi bertajuk Pro\njelas membutuhkan proses pembayaran. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">FaceApp gadungan\nini bahkan tersedia melalui layanan pihak ketiga, mediafire.com. Sumber unduhan\ntersebut akan membuat pengguna memperoleh aplikasi yang dapat memuat <em>malware<\/em>.\nTentu berbeda dengan aplikasi FaceApp yang hanya bisa diunduh lewat AppStore\ndan Google Play Store. ESET juga mendeteksi FaceApp Pro memanfaatkan YouTube sebagai\nwadah promosi. Lewat iklan yang tampil dalam video Youtube, secara tidak langsung\nsi calon korban akan digiring untuk mengunduh aplikasi FaceApp abal-abal. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>Nah<\/em>, itulah\nbeberapa informasi tentang aplikasi pengedit wajah yang sedang viral, FaceApp. Membahayakan\natau tidaknya aplikasi tersebut tergantung bagaimana diri kita menyikapinya. Tidak\nhanya terhadap aplikasi FaceApp, jika kita sadar akan pentingnya menjaga\nkeamanan data-data di ponsel pribadi, tentu sebelum mengunduh suatu aplikasi alangkah\nbaiknya mencari tahu asal-usul pengembang aplikasi, ulasan, peringkat, dan\nlainnya. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Buat kamu\nyang ingin eksis dan penasaran dengan tagar #AgeChallenge atau\n#FaceAppChallenge, boleh-boleh saja kok ikut mengedit foto dengan FaceApp. Asal\njangan gunakan FaceApp bohongan saja, ya!&nbsp;\n<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Keriuhan media sosial tak pernah padam, beberapa pekan ini tagar #AgeChallenge juga #FaceAppChallenge kembali digandrungi netizen. Aplikasi edit foto FaceApp menjadi penyebabnya. Aplikasi asal Rusia ini sanggup memperlihatkan wajah masa tua seseorang. Sesungguhnya FaceApp telah dirilis pada 15 Januari 2017 silam dengan menawarkan berbagai efek dan filter foto untuk para penggunanya. Aplikasi ini kembali booming [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":10557,"featured_media":3147,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[1250,343,1251,1248,1246],"coauthors":[789,695],"class_list":["post-3145","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-knowledge","tag-agechallenge","tag-artificialintelligence","tag-faceappchallenge","tag-neural-networks","tag-faceapp"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3145","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/10557"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3145"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3145\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3147"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3145"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3145"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3145"},{"taxonomy":"author","embeddable":true,"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/coauthors?post=3145"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}