{"id":3078,"date":"2019-07-05T06:59:17","date_gmt":"2019-07-05T06:59:17","guid":{"rendered":"http:\/\/blog.docotel.com\/?p=3078"},"modified":"2019-11-27T03:35:46","modified_gmt":"2019-11-27T03:35:46","slug":"facebook-rambah-bisnis-mata-uang-kripto-libra-jadi-saingan-berat-bitcoin","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/facebook-rambah-bisnis-mata-uang-kripto-libra-jadi-saingan-berat-bitcoin\/","title":{"rendered":"Facebook Rambah Bisnis Mata Uang Kripto, Libra Jadi Saingan Berat Bitcoin"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Facebook masuk dalam jajaran media sosial dengan pengguna paling banyak di Indonesia. Bahkan, hasil &nbsp;riset We Are Social dan Hootsuite menunjukkan pengguna Facebook telah mencapai penetrasi 81 persen (tertinggi pertama) dari total 150 juta pengguna media sosial di Indonesia. Wow! Apakah kamu salah satu <em>fans<\/em> setia <a href=\"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/facebook-rambah-bisnis-mata-uang-kripto,-libra-jadi-saingan-berat-bitcoin\">Facebook<\/a>?<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ya, eksistensi Facebook sepertinya memang masih jauh dari titik\nredup. Perusahan jejaring sosial raksasa ini mengumumkan\ntelah merambah bisnis mata\nuang kripto dengan memperkenalkan \u201cLibra\u201d. Facebook menargetkan pada 2020 masyarakat\ntelah bisa bertransaksi dengan mata uang ini. Libra\nakan berdiri di bawah anak perusahaan Facebook bernama Calibra.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Melansir theverge.com, ide menciptakan Libra \u2018dicuri\u2019 oleh Mark Zuckerberg\ndari dua anak muda Tyler dan Cameron Winklevoss, si kembar yang konon juga menciptakan\nide awal pembuatan media sosial Facebook seperti yang ditampilkan dalam film\nThe Social Network. Kenyataannya, dua biliuner ini memang pesaing bisnis utama Facebook. Sebelumnya,\nmereka telah menciptakan mata uang kripto yang diberi nama Gemini.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>Cryptocurrency <\/em>ini didukung teknologi Blockchain yang sebelumnya telah menaungi mata uang kripto pertama, <a href=\"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/arus-deras-blockchain-gerakkan-anak-bangsa-ciptakan-bitcoin-ala-indonesia\/\">Bitcoin ciptaan Satoshi Nakamoto<\/a>. Blockchain juga digunakan untuk menyimpan data-data dari uang kripto lain yang diciptakan berbarengan dengan Bitcoin, yakni Ethereum dan Ripple.<\/p>\n\n\n\n<!--nextpage-->\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Pengaruh Libra Terhadap Sistem Keuangan Dunia<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Teknologi mata uang kripto terbaru, Libra, tak lantas diterima begitu saja oleh masyarakat, utamanya mereka yang bergerak di bidang keuangan. Libra diprediksi akan mendisrupsi seluruh sistem keuangan dunia, karena keberadaannya mengancam hampir sebagian besar pekerja keuangan dan dianggap akan membuat mereka kehilangan pekerjaan. Seluruh transaksi yang terjadi pada Libra dapat dilakukan secara mandiri oleh konsumen yang memiliki jaringan internet dan terpasang aplikasi dompet digital Calibra Wallet yang terhubung langsung ke Facebook atau WhatsApp.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Mark Mahaney, analis RBC Capital Markets seperti yang diinformasikan <a href=\"https:\/\/www.bloomberg.com\/news\/articles\/2019-06-18\/better-than-bitcoin-facebook-unveils-libra-cryptocurrency\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Bloomberg<\/a> mengatakan, \u201cKami melihat pengenalan mata uang Libra di Facebook sebagai momen penting bagi perusahaan dan adopsi global uang kripto. Dalam hal skala dan kepentingannya, kami percaya infrastruktur keuangan baru ini dapat menyerupai pengenalan Apple iOS kepada para pengembang lebih dari satu dekade yang lalu.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Gubernur Bank of England Mark Carney pada 2018 lalu mengungkapkan bahwa mata uang kripto seperti Bitcoin telah gagal berlaku sebagai bentuk mata uang serta menunjukkan adanya tanda mengalami gelembung finansial (<em>financial bubble<\/em>). Ada beberapa faktor yang menyebabkan harga Bitcoin menjadi tidak pasti, seperti minimnya regulasi yang diterapkan pihak Bitcoin sendiri. Sementara Libra, diperkirakan akan menjadi mata uang digital yang berbeda dengan Bitcoin. Salah satu alasannya, nilainya yang akan cenderung lebih stabil dengan tingkat fluktuasi yang tidak terlalu ekstrem.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menurut informasi yang dilansir dari <a href=\"https:\/\/techcrunch.com\/2019\/06\/18\/facebook-libra\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">techcrunch.com<\/a>, Libra dapat membuat pelanggannya bertransaksi ke semua sistem pembayaran tanpa dikenakan biaya administrasi sama sekali (<em>nearly zero fees<\/em>). Konsumen diberi kebebasan dalam melakukan tarik tunai atau transfer tanpa ada batasan (<em>limit<\/em>) harian. Libra akan menjadi token digital yang dapat dimanfaatkan penggunanya untuk transfer, berbelanja, dan melakukan transaksi keuangan lainnya. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Seluruh pengguna yang memiliki token pada aplikasi Calibra Wallet\notomatis dapat melakukan transaksi kapan pun dan di mana pun, bahkan\nmenggunakannya untuk membeli barang-barang di toko-toko yang menyediakan sistem\npembayaran menggunakan Calibra Wallet. Saat ingin membeli token pengguna harus\nmelakukan penukaran di bursa <em>cryptocurrency<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tech Crunch bahkan menyebut Libra sebagai <em>Crypto\u2019s new oligarchy<\/em> yang akan menguasai seluruh sistem keuangan apabila teknologi finansial memutuskan untuk beralih menggunakan mata uang kripto sebagai alat pembayaran utama. Facebook telah meluncurkan setiap data dan dokumentasi tentang Libra dan Calibra yang berisi lebih dari 100 halaman. Dalam dokumentasi tersebut, Facebook mengajak beberapa perusahaan besar yang menggunakan <em>financial technology <\/em>sebagai sistem pembayarannya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Facebook mendirikan Libra Association (perusahaan nonprofit yang pusatnya di Jenewa) dan mengajak para pelaku industri teknologi untuk menjadi anggota dalam\nasosiasi tersebut. Asosiasi Libra ini nantinya akan membuat peraturan sendiri yang\ndiajukan ke pemerintah agar masyarakat lebih mudah menaruh kepercayaan untuk\nberinvestasi di Libra. Inilah yang membedakan Libra dengan mata uang kripto\nsebelumnya, Bitcoin. Jika Bitcoin bebas beredar di pasar dan dapat berjalan\ntanpa pengelolaan resmi, maka Libra memiliki Asosiasi yang berfungsi sebagai\nbank sentral. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">David Marcus, Vice President of Blockchain dari Facebook dalam wawancaranya bersama Tech Crunch mengatakan, \u201cJika perusahaan <em>e-commerce <\/em>banyak yang menggunakan Libra, maka akan lebih banyak lagi bisnis kecil yang mengikutinya dan akan menjual lebih banyak produk dengan membeli iklan pada Libra. Hal itu akan sangat menguntungkan bisnis iklan kami. Selain itu, jika kami memegang kendali sepenuhnya, masyarakat akan sulit untuk percaya dengan alasan keamanan dan privasi. Oleh karena itu, kami mengundang beberapa pihak untung bergabung dalam asosiasi yang kemudian kami beri nama <em>Founding Members<\/em>.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Setiap <em>founding members <\/em>diwajibkan membayar minimal $10 juta\nuntuk bergabung dan dapat mengajukan diri menjadi validator. Syarat menjadi validator\nyaitu\nmemiliki ruang server yang luas, kecepatan internet minimal 100Mbps, serta teknisi\nyang mengatur sekaligus mengawasi keamanan situs web perusahaannya dengan baik sehingga\ncukup dipercaya oleh konsumen.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Validator juga harus memiliki keuntungan perusahaan sebesar $1\nmilliar atau $500 juta dalam saldo pelanggan dengan minimal 20 juta orang per\ntahun dan diakui telah mencapai peringkat 100 teratas perusahaan informasi\nteknologi terbaik oleh Interbrand Global atau S&amp;P.<\/p>\n\n\n\n<h5 class=\"wp-block-heading\"><strong>Beberapa Perusahaan yang Diperkirakan akan Bergabung dalam Founding Members<\/strong> Facebook<\/h5>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Berdasarkan laporan yang dikeluarkan The Block\u2019s Frank Chaparro, seperti dilansir techcrunch.com, ada 28 perusahaan dari beberapa bidang yang diperkirakan akan bergabung dalam Founding Members of Libra Association.<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\"><li>Pembayaran: Mastercard, Paypal,\nPayU (<em>financial technology <\/em>milik Naspers\u2019), Stripe, Visa.<\/li><li>Teknologi dan <em>Marketplaces<\/em>:\nBooking Holdings, eBay, Facebook\/Calibra, Farfetch, Lyft, Mercado Pago, Spotify\nAB, Uber Technologies.Inc.<\/li><li>Telekomunikasi: Illiad,\nVodafone Group<\/li><li>Blockchain: Anchorage, Bison\nTrails. Coinbase.Inc, Xapo Holdings Limited<\/li><li>Penanam Modal: Andreessen\nHorowitz, Breakthrough Initiatives, Ribbit Capital, Thrive Capital, Union\nSquare Ventures.<\/li><li>Non-Profit, Organisasi Multilateral\ndan Institusi Akademik: Creative Destruction Lab, Kiva, Mercy Corps, Women\u2019s\nWorld Banking.<\/li><\/ol>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Nampaknya, Libra memang memiliki aset dasar yang lebih bisa menarik masyarakat untuk berinvestasi bila dibandingkan dengan Bitcoin yang nilai tukarnya fluktuatif. Beberapa aset seperti deposito bank dan surat berharga jangka pendek yang dipegang Network of Custodian yang dikendalikan Libra Association dianggap dapat menjamin kepercayaan para penggunanya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jadi, apakah pemerintah dan masyarakat kita akan\nmasuk dalam tren mata uang digital baru ini? Simak bagaimana sikap Indonesia\nmenghadapi eksistensi Libra di artikel selanjutnya!<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Facebook masuk dalam jajaran media sosial dengan pengguna paling banyak di Indonesia. Bahkan, hasil &nbsp;riset We Are Social dan Hootsuite menunjukkan pengguna Facebook telah mencapai penetrasi 81 persen (tertinggi pertama) dari total 150 juta pengguna media sosial di Indonesia. Wow! Apakah kamu salah satu fans setia Facebook? Ya, eksistensi Facebook sepertinya memang masih jauh dari [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":16938,"featured_media":3081,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[1214,1216,1220,337,41],"coauthors":[1125,695],"class_list":["post-3078","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-knowledge","tag-cryptocurrency","tag-financial","tag-libra","tag-mediasosial","tag-facebook"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3078","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/16938"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3078"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3078\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3081"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3078"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3078"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3078"},{"taxonomy":"author","embeddable":true,"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/coauthors?post=3078"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}