{"id":3066,"date":"2019-07-02T10:47:49","date_gmt":"2019-07-02T10:47:49","guid":{"rendered":"http:\/\/blog.docotel.com\/?p=3066"},"modified":"2019-11-27T03:35:56","modified_gmt":"2019-11-27T03:35:56","slug":"arus-deras-blockchain-gerakkan-anak-bangsa-ciptakan-bitcoin-ala-indonesia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/arus-deras-blockchain-gerakkan-anak-bangsa-ciptakan-bitcoin-ala-indonesia\/","title":{"rendered":"Arus Deras Blockchain Gerakkan Anak Bangsa Ciptakan \u201cBitcoin ala Indonesia\u201d"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jika menengok ke sistem keuangan dunia yang semakin maju dan terintegrasi teknologi rasanya perbincangan mengenai Bitcoin menjadi salah satu yang paling sering didengar di jagad maya. Satoshi Nakamoto\u2014seseorang atau mungkin sekumpulan orang yang sampai saat ini belum diketahui identitasnya\u2014memperkenalkan Bitcoin pertama kali pada 2008. Satoshi Nakamoto sampai saat ini hanya bisa dihubungi melalui surel dan media sosial. Satoshi menciptakan sebuah sistem <em>database <\/em>yang kemudian disebut <a href=\"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/mengenal-teknologi-blockchain\/\">Blockchain<\/a> untuk menjalankan <a href=\"https:\/\/www.blog.docotel\/arus-deras-blockchain-gerakkan-anak-bangsa-ciptakan-bitcoin-ala-indonesia\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Bitcoin<\/a>.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bitcoin dan Blockchain memiliki\ndua pengertian yang berbeda. Bitcoin merupakan mata uang digital, sementara Blockchain adalah sistem teknologi yang digunakan untuk mencatat\nsetiap transaksi yang dilakukan melalui Bitcoin maupun\ntransaksi biasa. Blockchain tidak menggunakan pihak ketiga seperti bank pada\numumnya, tetapi sistemnya bisa digunakan oleh seluruh nasabah.<\/p>\n\n\n\n<h5 class=\"wp-block-heading\"><strong>Bagaimana Blockchain<\/strong><strong> Bekerja?<\/strong><\/h5>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Steven Suhadi, <em>co-founder <\/em>tech.id seperti yang dikutip <a href=\"https:\/\/www.cnnindonesia.com\/teknologi\/20171206103025-185-260438\/mengenal-blockchain-dan-bedanya-dengan-bitcoin\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">cnnindonesia.com,<\/a> menerangkan bahwa Blockchain tak ubahnya sistem Android yang membuat aplikasi berjalan dengan sistem tersebut. Bitcoin, bisa dibilang hanyalah satu aplikasi dari sistem Blockchain. \u201cBlockchain memiliki aplikasi yang jauh lebih baik dari sekadar Bitcoin. Blockchain membawa dampak yang positif untuk Indonesia berkat transparansi dan efisiensi yang disebabkannya. Saya kira, banyak fragmentasi di Indonesia yang bisa diatasi dengan Blockchain,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menurut Harvard\nBusiness Review, Blockchain bisa dipisahkan dari Bitcoin dan digunakan untuk hal\nlain terkait kerja sama antarorganisasi atau individu. Blockchain sejatinya\nadalah sistem basis data yang memungkinkan penggunanya mengetahui semua\ntransaksi antarsesama pengguna <em>cryptocurrency<\/em><em> <\/em>(menggunakan kriptografi\nuntuk keamanan) dan tercatat dalam blok-blok yang terlindungi dengan\nsandi-sandi rumit. Hal ini dapat menjamin keamanan data semua transaksi\npengguna dan mengurangi resiko penipuan dengan data yang dapat dilihat secara\numum (<em>open source<\/em>). <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Blockchain akan mencatat dan memberikan validitas secara otomatis ketika seseorang membeli Bitcoin. Dikutip dari <a href=\"https:\/\/www.antaranews.com\/berita\/694751\/mengenal-blockchain-dan-perbedaannya-dengan-bitcoin\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">antaranews.com<\/a>, Bitcoin mempunyai interkoneksi <em>server<\/em> yang membuat masing-masing server dapat saling memeriksa data yang mereka miliki. Ketika salah satu server diretas, maka server lainnya akan menganggap data tidak sah. <em>Server<\/em> Blockchain terdiri dari publik dan privat yang telah tersebar di seluruh dunia dan digunakan untuk mata uang kripto seperti Bitcoin, Ethereum, dan Ripple. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Blockchain menggunakan\nsistem yang saling terhubung sehingga memungkinkan perhitungan yang efisien.\nKetika seseorang membeli koin Bitcoin, sistem komputer yang terhubung jaringan\nBlockchain akan mencatat dan memberikan validitas secara otomatis sehingga\nminim kesalahan, cepat, lebih murah, dan mudah. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kehadiran\nBitcoin dan Blockchain dalam sistem keuangan dunia mampu memberi dampak positif\npada beberapa sektor di Indonesia. Namun, juga akan memberi dampak\nnegatif pada sektor-sektor\nlain karena akan mengubah seluruh sistem dan\nmengharuskan mereka untuk melakukan migrasi dari sistem keuangan konvensional\nmenuju sistem yang sepenuhnya menggunakan teknologi. Bidang keuangan, aset,\nkesehatan asuransi, hingga industri media akan merasakan dampak besar dengan hadirnya sistem ini.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Mengutip antaranews.com,\nsaat\ndiaplikasikan ke dalam sistem pencatatan administrasi yang lebih besar Blockchain\nberperan agar tidak ada lagi data ganda, misalnya untuk pencatatan administrasi\nakta tanah atau pekerjaan hingga ijazah pendidikan. Lebih dari itu, Blockchain\npun\nmemungkinkan\nuntuk digunakan dalam pencatatan data pemilihan umum agar hasil suara yang\ndihitung lebih transparan dan tidak dapat dimodifikasi.<\/p>\n\n\n\n<h5 class=\"wp-block-heading\"><strong>Bitcoin<\/strong><strong>, Pimpin Tren Mata Uang Digital <\/strong><\/h5>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bitcoin merupakan mata\nuang digital jenis <em>cryptocurrency, <\/em>yakni menggunakan kriptografi untuk\nkeamanan yang membuatnya tidak dapat dipalsukan. Layaknya valuta, Bitcoin\nmemiliki nilai tukar dengan mata uang tertentu yang fluktuatif. Jadi, pada intinya,\nBitcoin adalah mata uang, sementara Blockchain adalah sistem penyimpanan dan pencatatan data yang di\ndalamnya termasuk Bitcoin. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bitcoin sempat\ndilarang digunakan di Indonesia. Pernyataan tersebut keluar langsung dari Bank\nIndonesia. Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara menyatakan bahwa Bitcoin\nbisa menciptakan <em>black economy <\/em>karena asal muasal atau penerbit uang\ntersebut tidak jelas. Namun, dia tidak menolak kehadiran teknologi Blockchain\nyang menjadi teknologi dasar beroperasinya Bitcoin dan <em>cryptocurrency <\/em>lainnya.\nBitcoin memang sempat menuai\nketertarikan, satuannya sempat melesat di Desember 2017 hingga $17.000 (Rp230,2\njuta), padahal di awal Januari 2017 nilai satu koinnya hanya sebesar $800. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hingga saat ini,\nberdasarkan data yang diperoleh dari situs <em>trading online <\/em>inforexnews.com,\njumlah Bitcoin Teller\nMachine (BTM) di seluruh dunia telah mencapai 5.006 unit yang tersebar di lebih dari 90 negara. Pengguna uang kripto dapat\nmembeli atau menjual Bitcoin melalui BTM. Amerika Serikat merupakan negara yang\nmemimpin tren tersebut seiring semakin banyaknya lokasi dan format yang muncul.\n<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Melansir CNBC,\nharga Bitcoin sepanjang 2019 sudah melonjak hingga 170 persen. Kenaikan nilai Bitcoin ini\nturut menaikkan harga uang kripto yang terintegrasi Blockchain, seperti Ethereum\n(platform\/jaringan\nrantai blok publik terdistribusi yang berfokus pada menjalankan kode pemrograman\ndari aplikasi yang terdesentralisasi) yang melonjak\ndua kali lipat. Bitcoin berhasil menembus harga $11.000 atau sekitar Rp155\njuta, padahal pada Juni 2018 harga Bitcoin masih di kisaran $6.500 atau sekitar\nRp93 juta.<\/p>\n\n\n\n<h5 class=\"wp-block-heading\"><strong>Cyronium, <em>Cryptocurrency\n<\/em><\/strong><strong>Asli Indonesia<\/strong><\/h5>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Para pengembang\ninformasi teknologi, khususnya anak-anak bangsa inovatif di Indonesia tentunya\ntak mau kalah dengan kemajuan <em>cryptocurrency<\/em>. Mardigu Wowiek Prasantyo, seorang pengusaha muda Indonesia &nbsp;merealisasikan ketertarikannya terhadap Bitcoin\ndengan menciptakan mata uang Cyronium pada 2018 yang dapat digunakan oleh\nseluruh masyarakat sebagai alternatif penanaman dan penyimpanan saham.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Mengutip CNBC Indonesia, Mardigu ingin masyarakat Indonesia tak lagi ragu untuk bertransaksi menggunakan mata uang kripto, terutama <a href=\"https:\/\/www.cnbcindonesia.com\/fintech\/20180605073033-37-17835\/uang-kripto-cyronium-milik-pengusaha-lokal-akan-izin-bappebti\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Cyronium<\/a>. \u201cKami sudah menempuh jalur untuk bisa terdaftar di Bappebti,\u201d ungkapnya. Pihaknya sedang dalam proses untuk pendaftaran sebagai perusahaan mata uang kripto di Singapura dan Estonia yang legalitasnya sudah diatur secara resmi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Berbeda dengan\nBitcoin, Cyronium memungkinkan konsumen mendapatkan aset jaminan berupa koin\ndalam bentuk fisik. Dengan jaminan koin fisik ini Mardigu berharap Cyronium bisa menjadi aset\ninvestasi yang lebih stabil, terjamin, dan melindungi modal yang ditanam investor. \u201cHal\ntersebut akan mencegah harga Cyronium untuk tidak turun drastis seperti <em>cryptocurrency\n<\/em>lainnya,\u201d jelasnya lebih lanjut kepada CNBC Indonesia.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Situs <a href=\"http:\/\/www.cyronium.com\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">cyronium.com<\/a> pun menginformasikan bahwa mata uang Cyronium diciptakan oleh sekelompok anak muda dari Yogyakarta yang melakukan eksperimen sejak 2013 lalu. Tim ini berhasil melakukan <em>project sale up <\/em>mereka yang pertama, meski dibutuhkan waktu yang cukup lama. Dalam eksperimen tersebut mereka berhasil memulai bisnis dari nol sampai skala pabrik (keluar dari zona UMKM dalam waktu satu setengah tahun).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Cyronium memang memfokuskan bisnisnya untuk para pelaku UMKM dengan harapan bisnis UMKM tersebut ikut meningkat dalam waktu yang tidak lama. Cyronium Scale Up Project pada akhirnya benar-benar melakukan <em>scale up <\/em>hingga keluar dari zona UMKM dalam waktu satu minggu dan terus mendukung UMKM menjadi pemain terbesar nasional di industrinya masing-masing.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Berbagai program\nyang dijalankan swasta maupun pemerintah yang saat ini sudah berhasil membawa\nperubahan pada iklim bisnis di Indonesia dimanfaatkan dengan baik oleh\nCyronium. Saat ini, Cyronium berupaya berkontribusi memberdayakan UMKM agar\nlebih <em>impactful<\/em> dengan melibatkan talenta-talenta terbaik Indonesia\nuntuk langsung turun membantu UMKM, bukan sekadar membuat seminar atau seremonial\nyang sarat formalitas. Cyronium juga membantu puluhan UMKM dan digital Small Medium Enterprise (SME)\nuntuk keluar dari zona UMKM tanpa pendanaan dari investor asing. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selain membangkitkan semangat berinovasi generasi penerus bangsa ini,\nternyata Bitcoin juga menginspirasi Facebook untuk menciptakan mata uang\nsendiri. ya, Libra telah digadang-gadang menjadi salah satu penyebab\nmelonjaknya harga Bitcoin. Ikuti terus bagaimana geliat Blockchain juga Libra\ndi artikel selanjutnya, ya!<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jika menengok ke sistem keuangan dunia yang semakin maju dan terintegrasi teknologi rasanya perbincangan mengenai Bitcoin menjadi salah satu yang paling sering didengar di jagad maya. Satoshi Nakamoto\u2014seseorang atau mungkin sekumpulan orang yang sampai saat ini belum diketahui identitasnya\u2014memperkenalkan Bitcoin pertama kali pada 2008. Satoshi Nakamoto sampai saat ini hanya bisa dihubungi melalui surel dan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":16938,"featured_media":3068,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[1212,1213,1214,1216,1211],"coauthors":[1125,695],"class_list":["post-3066","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-knowledge","tag-bitcoin","tag-blockchain","tag-cryptocurrency","tag-financial","tag-fintech"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3066","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/16938"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3066"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3066\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3068"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3066"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3066"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3066"},{"taxonomy":"author","embeddable":true,"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/coauthors?post=3066"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}