{"id":3010,"date":"2019-06-17T09:49:27","date_gmt":"2019-06-17T09:49:27","guid":{"rendered":"http:\/\/blog.docotel.com\/?p=3010"},"modified":"2020-02-10T07:33:40","modified_gmt":"2020-02-10T07:33:40","slug":"manjakan-pengguna-google-maps-luncurkan-lima-fitur-baru","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/manjakan-pengguna-google-maps-luncurkan-lima-fitur-baru\/","title":{"rendered":"Manjakan Pengguna, Google Maps Luncurkan Lima Fitur Baru"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">Berkat peta digital Google Maps, kita bisa dengan mudah mengetahui keberadaan suatu tempat secara akurat melalui website maupun smartphone. Google Maps pun mampu memberikan perencanaan rute bepergian dengan beberapa opsi\u2014berjalan kaki, mobil, atau angkutan umum. Bagi kalian yang kemarin mudik Lebaran tentu banyak yang perjalanannya terbantu dengan aplikasi ini, \u2018kan?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ya, diluncurkan pada 8 Februari 2005, Google Maps hadir membawa misi pelayanan pemetaan web. Kini, Google Maps semakin digemari terlebih karena menawarkan banyak keunggulan seperti menampilkan situasi lalu lintas secara real time, satelit imagery (citra), peta jalan, dan panorama 360\u00b0. Teknologinya pun selalu mengalami pembaruan, terlebih banyak fitur yang ditambah dan dikembangkan mengikuti kebutuhan dan tren masyarakat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Melansir Teknologi.id, pada 2019 ini Google Maps memublikasikan adanya teknologi dan beberapa <a href=\"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/manjakan-pengguna-google-maps-luncurkan-lima-fitur-baru\">fitur terbaru<\/a> lagi.<\/p>\n<h4 style=\"text-align: justify;\">1. SOS Alert<\/h4>\n<figure id=\"attachment_3012\" aria-describedby=\"caption-attachment-3012\" style=\"width: 451px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-3012 \" src=\"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/06\/Google-Maps-SOS.jpg\" alt=\"Google Maps SOS Alert\" width=\"451\" height=\"532\" title=\"\" srcset=\"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/06\/Google-Maps-SOS.jpg 417w, https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/06\/Google-Maps-SOS-254x300.jpg 254w, https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/06\/Google-Maps-SOS-370x437.jpg 370w, https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/06\/Google-Maps-SOS-270x319.jpg 270w\" sizes=\"auto, (max-width: 451px) 100vw, 451px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-3012\" class=\"wp-caption-text\">Sumber: @googlemaps<\/figcaption><\/figure>\n<p style=\"text-align: justify;\">Fitur ini membantu pengguna dalam mengakses informasi dengan cepat juga <em>real time<\/em> di situasi krisis, seperti terjadinya bencana alam.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Melalui <em>website<\/em> resminya, Google menyatakan berupaya meningkatkan layanan dengan menampilkan informasi secara visual terkait bencana alam juga memperbarui sistem peringatan navigasi. Dengan demikian, kita bisa selalu <em>update<\/em> informasi dan berita terkait bencana yang sedang terjadi, termasuk kontak darurat juga lokasi terbaik untuk mengungsi guna mengantisipasi bencana yang mungkin akan terjadi. Tidak hanya itu, fitur ini juga terkoneksi dengan akun Twitter otoritas setempat dan referensi jalan atau rute untuk tetap aman dari bencana.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Masih di portal yang sama, Google menjelaskan fitur SOS <em>Alert <\/em>pengguna dapat melihat secara rinci visual angin topan, gempa bumi, dan banjir untuk memberi pemahaman yang lebih baik pada pengguna terkait situasi di lapangan.<\/p>\n<h4>2.\u00a0Teknologi Augmented Reality (AR)<\/h4>\n<figure id=\"attachment_3013\" aria-describedby=\"caption-attachment-3013\" style=\"width: 357px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-3013 \" src=\"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/06\/Google-Maps-AR.jpg\" alt=\"Google Maps AR\" width=\"357\" height=\"461\" title=\"\" srcset=\"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/06\/Google-Maps-AR.jpg 455w, https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/06\/Google-Maps-AR-233x300.jpg 233w, https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/06\/Google-Maps-AR-370x477.jpg 370w, https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/06\/Google-Maps-AR-270x348.jpg 270w\" sizes=\"auto, (max-width: 357px) 100vw, 357px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-3013\" class=\"wp-caption-text\">Sumber: @googlemaps<\/figcaption><\/figure>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jika kamu tahu atau pernah memainkan aplikasi Pokemon Go, tentu akrab dengan teknologi yang satu ini, yeah <em>Augmented Reality<\/em> (AR). Eitss.. tentu kali ini bukan Pokemon Go yang akan dibahas ya, tapi teknologi AR yang telah terpasang pada Google Maps. Diumumkan langsung di akun Twitter @googlemaps, Google telah meluncurkan teknologi AR pada layanan Maps bagi perangkat Pixel.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sebenarnya Google telah mengenalkan teknologi AR untuk Maps setahun yang lalu. Namun, dikarenakan performanya dirasa belum sesuai dengan harapan perusahaan, maka baru dirilis pada 2019 ini. Sayangnya, sampai saat ini belum ada informasi lebih lanjut mengenai penggunaan fitur AR bagi perangkat non-Pixel.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Teknologi AR adalah penggabungan objek nyata dengan virtual yang bersifat interaktif secara <em>real time<\/em> dan merupakan animasi 3D. Nantinya, saat kita mengaktifkan fitur, <em>smartphone<\/em> secara otomatis akan membuka perangkat kamera, kemudian layar menampilkan lingkungan dan objek yang ada di sekitar pengguna, di antaranya gedung juga orang-orang yang ada di depan gawai pengguna. Pada bagian bawah layar ponsel juga terdapat tampilan peta Google seperti biasanya. Wah, menarik \u2018kan?<\/p>\n<h4>3. Mode Incognito<\/h4>\n<figure id=\"attachment_3014\" aria-describedby=\"caption-attachment-3014\" style=\"width: 469px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-3014 size-full\" src=\"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/06\/Google-Maps-Mode-Incognito.jpg\" alt=\"Google Maps Mode Incognito\" width=\"469\" height=\"611\" title=\"\" srcset=\"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/06\/Google-Maps-Mode-Incognito.jpg 469w, https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/06\/Google-Maps-Mode-Incognito-230x300.jpg 230w, https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/06\/Google-Maps-Mode-Incognito-370x482.jpg 370w, https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/06\/Google-Maps-Mode-Incognito-270x352.jpg 270w\" sizes=\"auto, (max-width: 469px) 100vw, 469px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-3014\" class=\"wp-caption-text\">Sumber: @googlemaps<\/figcaption><\/figure>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kamu sering berselancar di <em>web<\/em> melalui <em>browser<\/em> seperti Google Chrome? Tentu sudah tidak asing dengan mode Incognito atau mode Penyamaran, ya. Mode ini dirancang untuk menjaga privasi dan keamanan pengguna, khususnya saat mengakses internet di <em>mobile<\/em> atau komputer yang biasa digunakan oleh lebih dari satu orang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Belakangan ini mode incognito juga telah dipasang di Google Maps. Informasi ini disampaikan melalui cuitan akun twitter resmi @googlemaps. Tentu kehadiran mode ini menjadi langkah nyata Google dalam menghargai dan menjaga privasi juga keamanan para pengguna Google Maps.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurut Teknologi.id, mode Incognito memang tidak secara keseluruhan dapat menghentikan pelacakan aktivitas pengguna. Namun, jika mengaktifkan mode penyamaran tersebut, maka aktivitas yang dilakukan pengguna tidak akan tersimpan dan dihubungan ke profil pribadinya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Cara kerjanya juga cukup mudah, pengguna hanya perlu melakukan <em>tap<\/em> ikon profil di ujung kanan atas kemudian pilih \u201cTurn on Incognito mode\u201d, begitu pun sebaliknya saat ingin menonaktifkan mode Incognito. Dengan adanya mode ini pada Google Maps, Google memberikan keleluasaan kepada para pengguna untuk mengontrol hal yang ditelusurinya.<\/p>\n<h4>4. Popular Dishes<\/h4>\n<figure id=\"attachment_3015\" aria-describedby=\"caption-attachment-3015\" style=\"width: 465px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-3015 size-full\" src=\"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/06\/Google-Maps-Popular-Dishes.jpg\" alt=\"\" width=\"465\" height=\"615\" title=\"\" srcset=\"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/06\/Google-Maps-Popular-Dishes.jpg 465w, https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/06\/Google-Maps-Popular-Dishes-227x300.jpg 227w, https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/06\/Google-Maps-Popular-Dishes-370x489.jpg 370w, https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/06\/Google-Maps-Popular-Dishes-270x357.jpg 270w\" sizes=\"auto, (max-width: 465px) 100vw, 465px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-3015\" class=\"wp-caption-text\">Sumber: @googlemaps<\/figcaption><\/figure>\n<p style=\"text-align: justify;\">Di era <em>Internet of Things<\/em> (IoT), pecinta kuliner maupun wisatawan sangat dimudahkan dalam mencari keberadaan restoran yang ingin disambangi. Tidak ingin ketinggalan dalam memenuhi kebutuhan pelanggan, baru-baru ini Google mengenalkan fitur terbaru pada Google Maps, yaitu Popular Dishes. Mendongkrak fungsi dasar sebagai aplikasi penunjuk jalan, kini Google Maps dapat menjadi solusi bagi mereka yang masih bingung dalam mencari dan memilih makanan populer di sebuah restoran.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Merujuk teknologi.id, melalui fitur Popular Dishes para pengguna dapat melihat berbagai menu makanan favorit di suatu restoran lengkap dengan fotonya. Data menu makanan tersebut diambil dari publik sehingga setiap pengguna bisa berkontribusi mengedit unggahan, seperti menambahkan foto terbaru dari makanan dan restoran terkait.<\/p>\n<h4>5. Mudik Bersama Google<\/h4>\n<figure id=\"attachment_3016\" aria-describedby=\"caption-attachment-3016\" style=\"width: 1251px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-3016 size-full\" src=\"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/06\/Mudik-Bersama-Google.jpg\" alt=\"Mudik Bersama Google\" width=\"1251\" height=\"647\" title=\"\" srcset=\"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/06\/Mudik-Bersama-Google.jpg 1251w, https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/06\/Mudik-Bersama-Google-300x155.jpg 300w, https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/06\/Mudik-Bersama-Google-768x397.jpg 768w, https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/06\/Mudik-Bersama-Google-1024x530.jpg 1024w, https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/06\/Mudik-Bersama-Google-370x191.jpg 370w, https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/06\/Mudik-Bersama-Google-270x140.jpg 270w, https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/06\/Mudik-Bersama-Google-740x383.jpg 740w\" sizes=\"auto, (max-width: 1251px) 100vw, 1251px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-3016\" class=\"wp-caption-text\">Sumber: infomudik.go.id\/<\/figcaption><\/figure>\n<p style=\"text-align: justify;\">Masa arus mudik dan arus balik Lebaran 2019 memang sudah kita lalui bersama. Tapi, tentu masih terasa bagaimana berbagai persiapan dilakukan sebelum melakukan perjalanan ke kampung halaman. Saat hendak mudik kita perlu mengecek banyak hal, mulai dari kendaraan sampai mengaktifkan sistem navigasi atau <em>Global Positioning System<\/em> (GPS).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pemanfaatan GPS kini bisa diakses melalui berbagai peta digital yang ada dalam <a href=\"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/aplikasi-untuk-para-pemudik-ala-industri-4-0\/\">aplikasi untuk para pemudik ala industri 4.0,<\/a> salah satunya Google Maps. Penggunaan aplikasi peta ini bisa dikatakan cukup krusial. Kenapa begitu? Coba bayangkan, jika rute yang biasa kita lalui mengalami kemacetan. <em>Nah!<\/em> dengan adanya Google Maps pengendara dapat mencari alternatif lain untuk sampai di tujuan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Omong-omong tentang Google Maps, dikutip dari Teknologi.id, peta digital ini dikabarkan telah terintergrasi dengan situs resmi pemerintah infomudik.go.id untuk memberikan informasi seputar rute perjalanan. Lalu, ada pula keterangan mengenai fasilitas umum seperti SPBU, <em>rest area<\/em>, posko kesehatan, hingga posko mudik di sepanjang jalur tersebut. Kita juga bisa mendapatkan berita seputar mudik dan arus mudik pascalebaran.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Melalui proyek kerja sama ini pengguna dapat\u00a0 menerapkan peta versi terbaru yang bisa mengubah peta jalan. Dengan demikian, rute seperti tol baru dapat dilihat melalui peta digital ini. Masih bertanya-tanya bagaimana cara mengaksesnya? Terkait semua informasi mudik tersebut kita bisa cari tahu di Google Maps dan infomudik.go.id pada tab \u201cMudik bersama Google\u201d.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Itulah beberapa fitur terbaru dari Google Maps. Layanan dari fitur-fitur peta digital ini selalu diperbarui dan mengalami inovasi. Tentunya kita berharap semakin mudah mengakses aplikasi digital maka semakin ringan pula permasalahan kehidupan sehari-hari masyarakat. <em>Hmm, <\/em>kira-kira si peta digital ini akan punya fitur keren apalagi, ya?<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Berkat peta digital Google Maps, kita bisa dengan mudah mengetahui keberadaan suatu tempat secara akurat melalui website maupun smartphone. Google Maps pun mampu memberikan perencanaan rute bepergian dengan beberapa opsi\u2014berjalan kaki, mobil, atau angkutan umum. Bagi kalian yang kemarin mudik Lebaran tentu banyak yang perjalanannya terbantu dengan aplikasi ini, \u2018kan? Ya, diluncurkan pada 8 Februari [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":10557,"featured_media":3011,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[1195,1198,1200,1199,1196,1197],"coauthors":[789,695],"class_list":["post-3010","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-knowledge","tag-google-maps","tag-mode-incognito","tag-mudik-bersama-google","tag-popular-dishes","tag-sos-alert","tag-teknologi-augmented-reality"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3010","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/10557"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3010"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3010\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3011"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3010"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3010"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3010"},{"taxonomy":"author","embeddable":true,"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/coauthors?post=3010"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}