{"id":2950,"date":"2019-05-15T04:12:06","date_gmt":"2019-05-15T04:12:06","guid":{"rendered":"http:\/\/blog.docotel.com\/?p=2950"},"modified":"2019-10-28T03:53:43","modified_gmt":"2019-10-28T03:53:43","slug":"melaju-di-trek-industri-4-0-dengan-konektivitas-5g","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/melaju-di-trek-industri-4-0-dengan-konektivitas-5g\/","title":{"rendered":"Melaju di Trek Industri 4.0 dengan Konektivitas 5G"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify\">Kita berada di era revolusi industri 4.0 &#8212; masa ketika berbagai peralatan telah terhubung internet dan automasi guna mempermudah aktivitas sehari-hari. Ya, misalnya saja <em>Internet of Things<\/em> (IoT) yang telah merajai keseharian masyarakat. &nbsp;Tidak sebatas itu, saat ini manusia pun dibantu oleh kecerdasan buatan atau AI (<em>Artificial Intelligence<\/em>) yang mampu menafsirkan situasi (data eksternal) dan mentransformasikannya menjadi bentuk data yang kita inginkan (teks\/audio\/visual).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Implementasi revolusi industri 4.0 perlu didukung jaringan 5G agar <em>bandwith<\/em> komunikasi semakin besar sehingga memungkinkan penggunaan berbagai inovasi dan aplikasi yang lebih luas lagi. Tentu jaringan 5G memiliki perbedaan dengan 4G yang sampai saat ini masih mendominasi Indonesia. 5G adalah teknologi generasi kelima dengan kecanggihan mutakhir jika dibandingkan dengan teknologi 4G.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><a href=\"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/melaju-di-trek-industri-4-0-dengan-konektivitas-5g\">Konektivitas 5G<\/a> menjanjikan kecepatan pengunduhan dan pengunggahan data yang lebih cepat, jangkauan yang lebih luas, dan koneksi yang lebih stabil. Jaringan 4G saat ini menawarkan kecepatan rata-rata sekitar 45 Mbps dan masih perlu pengembangan untuk bisa mencapai 1 Gbps. Sedangkan 5G diperkirakan dapat mencapai kecepatan penelusuran dan unduhan 10 hingga 20 kali lebih cepat dari 4G. Beberapa perusahaan teknologi memperkirakan dengan 5G kita bisa mengunduh film setara dengan tiga kali penayangan televisi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Jaringan 5G memanfaatkan spektrum radio dengan lebih baik dan memungkinkan lebih banyak perangkat untuk dapat mengakses internet seluler pada saat yang bersamaan. &nbsp;5G juga semakin dibutuhkan seiring dengan perkembangan dunia yang lebih cepat. Manusia akan mengonsumsi lebih banyak data dibandingkan sebelumnya seiring dengan kebutuhan <em>streaming<\/em> akses video lancar tanpa <em>buffering<\/em>, panggilan video yang jelas tanpa perlu ada gangguan, serta kebutuhan berkomunikasi lainnya dengan dukungan kecepatan internet yang lebih baik.<\/p>\n<p><!--more--><\/p>\n<h4 style=\"text-align: justify\"><strong>Produk-produk <\/strong><strong>era industri 4.0 dengan dukungan konektivitas&nbsp;<\/strong><strong>5G<\/strong><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify\">Daniel Newman&nbsp;<em>principal&nbsp;<\/em><em>analyst<\/em>&nbsp;Futurum Research dan CEO Broadsuite Media Group<em>,<\/em> seperti yang dikutip <a href=\"https:\/\/www.huffpost.com\/entry\/5-ways-5g-will-change-the-world_b_5a31390de4b0b73dde46a8fb?guccounter=1&amp;guce_referrer=aHR0cHM6Ly93d3cuaHVmZnBvc3QuY29tL2F1dGhvci9kbmV3bWFuLTIzOQ&amp;guce_referrer_sig=AQAAADTyqs4CsYq84pmmkhgYx2nkhL7tkzrRER3p1EYJKaEvYwPNjcqcLCaUjNxk4so_vMVaEvxrwUDYK3vN4S4cVYm26idxVVXPQa1EcWqs6KJnP2jcvs0WaI9BB3-rm-3i-Vk8REF2Nv8fJENCMT_RhyXTMvBw88eB-cWjXJi7z0pq\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><em>Huffington Post<\/em><\/a><em>,<\/em> dalam analisisnya mengungkapkan akan ada beberapa teknologi yang memengaruhi dunia seiring kemunculan 5G, antara lain sebagai berikut:<\/p>\n<h5><strong>1. Mobil Otonom<\/strong><\/h5>\n<figure id=\"attachment_2962\" aria-describedby=\"caption-attachment-2962\" style=\"width: 1200px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-2962 size-full\" src=\"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/05\/mobil_otonom_-_unsplash.jpg\" alt=\"Melaju di Trek Industri 4.0 dengan Konektivitas 5G\" width=\"1200\" height=\"800\" title=\"\" srcset=\"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/05\/mobil_otonom_-_unsplash.jpg 1200w, https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/05\/mobil_otonom_-_unsplash-300x200.jpg 300w, https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/05\/mobil_otonom_-_unsplash-768x512.jpg 768w, https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/05\/mobil_otonom_-_unsplash-1024x683.jpg 1024w, https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/05\/mobil_otonom_-_unsplash-370x247.jpg 370w, https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/05\/mobil_otonom_-_unsplash-270x180.jpg 270w, https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/05\/mobil_otonom_-_unsplash-740x493.jpg 740w\" sizes=\"auto, (max-width: 1200px) 100vw, 1200px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-2962\" class=\"wp-caption-text\">Mobil Otonom<\/figcaption><\/figure>\n<p style=\"text-align: justify\">Mobil otonom adalah mobil yang dapat bergerak secara mandiri tanpa perlu ada pengemudi atau sopir. Dengan konektivitas 5G, mobil otonom mungkin untuk dioperasikan lengkap dengan fasilitas yang lebih baik karena dapat memperkirakan waktu kedatangan, menghindari kecelakaan, dan secara otomatis mendeteksi kerusakan yang terjadi pada mobil ketika berkendara. Namun, penggunaan mobil otonom ini bergantung pada pemanfaatan konsep penggunaan IoT di wilayah mana mobil-mobil tersebut dapat dijalankan, karena tidak semua lokasi siap untuk menerima \u201ckeberadaan\u201d mobil otonom.<\/p>\n<h5 style=\"text-align: justify\"><strong>2. Robot Pembedah yang Dikendalikan dari Jarak Jauh<\/strong><\/h5>\n<figure id=\"attachment_2964\" aria-describedby=\"caption-attachment-2964\" style=\"width: 472px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-2964 size-full\" src=\"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/05\/pembedahan_-_unsplash.jpg\" alt=\"Melaju di Trek Industri 4.0 dengan Konektivitas 5G\" width=\"472\" height=\"501\" title=\"\" srcset=\"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/05\/pembedahan_-_unsplash.jpg 472w, https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/05\/pembedahan_-_unsplash-283x300.jpg 283w, https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/05\/pembedahan_-_unsplash-370x393.jpg 370w, https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/05\/pembedahan_-_unsplash-270x287.jpg 270w\" sizes=\"auto, (max-width: 472px) 100vw, 472px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-2964\" class=\"wp-caption-text\">Robot Pembedah<\/figcaption><\/figure>\n<p style=\"text-align: justify\">Robot pembedah jarak jauh ini termasuk salah satu inovasi yang menggabungkan <em>Internet of Things<\/em> (IoT) dan <em>Artificial Intelligen<\/em><em>c<\/em><em>e<\/em> (AI). Dalam dunia kesehatan robot ini dapat digunakan sebagai alat bantu tenaga medis, khususnya pelaksanaan operasi. Dokter dapat melakukan operasi dari jarak jauh hanya dengan menggunakan layanan 5G sehingga dapat membantu pasien-pasien yang berada di daerah terpencil dan belum memiliki akses kesehatan yang memadai.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Dokter ahli bedah asal Tiongkok, Ling Zhipei, berhasil melakukan pembedahan jarak jauh pertama pada pasien yang memiliki penyakit Parkinson dengan jarak 3000 km. Ling Zhipei menanamkan neuro-stimulator atau alat pacu jantung dengan peralatan medis yang dioperasikan melalui gambar yang ditransmisikan melalui teknologi 5G.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Dikutip dari <em>South China Morning Post,<\/em> Ling Zhipei mengatakan, \u201cSaya seperti tidak merasakan operasi jarak jauh, karena terasa sangat <em>real time<\/em>. Gejala-gejala pasien, termasuk tremor tungkai dan kekakuan otot secara signifikan berkurang setelah prosedur. Pasien pun merasa jauh lebih baik dari sebelumnya dan dinyatakan dalam kondisi stabil,\u201d kisahnya.<\/p>\n<h5 style=\"text-align: justify\"><strong>3. Pabrik Pintar<\/strong><\/h5>\n<figure id=\"attachment_2963\" aria-describedby=\"caption-attachment-2963\" style=\"width: 1200px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-2963 size-full\" src=\"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/05\/pabrik_pintar_-_unsplash.jpg\" alt=\"Melaju di Trek Industri 4.0 dengan Konektivitas 5G\" width=\"1200\" height=\"800\" title=\"\" srcset=\"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/05\/pabrik_pintar_-_unsplash.jpg 1200w, https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/05\/pabrik_pintar_-_unsplash-300x200.jpg 300w, https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/05\/pabrik_pintar_-_unsplash-768x512.jpg 768w, https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/05\/pabrik_pintar_-_unsplash-1024x683.jpg 1024w, https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/05\/pabrik_pintar_-_unsplash-370x247.jpg 370w, https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/05\/pabrik_pintar_-_unsplash-270x180.jpg 270w, https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/05\/pabrik_pintar_-_unsplash-740x493.jpg 740w\" sizes=\"auto, (max-width: 1200px) 100vw, 1200px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-2963\" class=\"wp-caption-text\">Pabrik Pintar<\/figcaption><\/figure>\n<p style=\"text-align: justify\">Kemunculan 5G akan membantu proses pengolahan dalam pabrik menjadi lebih cepat dan efisien, bahkan hingga 100 kali lebih cepat dibandingkan dengan teknologi konvensional biasa. Tak hanya mampu mempercepat proses produksi, dengan 5G akan ada inovasi-inovasi baru yang bisa dilakukan secara otomatis untuk variasi produk yang lebih beragam.<\/p>\n<h5 style=\"text-align: justify\"><strong>4. Aplikasi <em>G<\/em><em>aming<\/em><\/strong><\/h5>\n<figure id=\"attachment_2965\" aria-describedby=\"caption-attachment-2965\" style=\"width: 750px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-2965 size-full\" src=\"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/05\/aplikasi_gaming_-_unsplash.jpg\" alt=\"Melaju di Trek Industri 4.0 dengan Konektivitas 5G\" width=\"750\" height=\"500\" title=\"\" srcset=\"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/05\/aplikasi_gaming_-_unsplash.jpg 750w, https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/05\/aplikasi_gaming_-_unsplash-300x200.jpg 300w, https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/05\/aplikasi_gaming_-_unsplash-370x247.jpg 370w, https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/05\/aplikasi_gaming_-_unsplash-270x180.jpg 270w, https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/05\/aplikasi_gaming_-_unsplash-740x493.jpg 740w\" sizes=\"auto, (max-width: 750px) 100vw, 750px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-2965\" class=\"wp-caption-text\">Aplikasi Gaming<\/figcaption><\/figure>\n<p style=\"text-align: justify\">Para penggemar <em>game <\/em>tentunya akan menjadi pihak yang paling diuntungkan dan bergembira dengan keberadaan 5G, karena permainan akan berjalan lebih cepat secara <em>real time <\/em>tanpa membutuhkan konsol (peralatan pendukung permainan) yang terlalu banyak dan super ribet. Selain itu, gangguan teknis seperti pemberhentian secara paksa (<em>forced closed<\/em>) atau <em>lagging <\/em>(permainan menjadi lambat) tidak akan terjadi lagi dengan bantuan 5G.<\/p>\n<h4><strong>Keberadaan 5G di Indonesia<\/strong><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify\">Melansir tempo.co, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara mengungkapkan teknologi 5G di Indonesia belum bisa digunakan untuk kepentingan komersial. \u201cKemungkinan yang masuk lebih dulu itu industri, karena mereka melihat dari segi bisnis. Sedangkan untuk konsumen, misalnya 4G speed-nya 7 megabyte, nah kalau 5G bisa mencapai 100 atau 200 megabyte. Kalau 100 megabyte misalkan, tinggal dikali 15 kecepatannya. Masalahnya, konsumen mau nggak bayar 15 kali lipat?\u201d ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Sementara itu, dalam <em>website <\/em>Institut Teknologi Bandung (ITB), Ridwan Effendi selaku pengamat telekomunikasi dari ITB mengatakan, \u201cTarget (aturan) komersialisasi kemungkinan ditetapkan pada 2022 atau 2 tahun setelah standar IMT-2020 diterbitkan.\u201d Menurutnya, meski realisasi 5G telah dilakukan pada 2018 oleh tiga operator besar di tanah air, tapi berdasarkan tren dan data historis, komersialisasi 5G di Indonesia akan membutuhkan waktu lebih lama. Hal itu diungkapkan berdasarkan hasil pengamatan dan pengalaman terhadap perkembangan 3G ke 4G, lalu 4G ke 5G. Standarisasi 3G yang dimulai pada akhir 1999 baru diimplementasikan pada akhir 2003, sedangkan generasi keempat atau 4G yang diperkenalkan sekitar 2008 akhir baru terealisasi pada akhir 2013, menjelang 2014.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kita berada di era revolusi industri 4.0 &#8212; masa ketika berbagai peralatan telah terhubung internet dan automasi guna mempermudah aktivitas sehari-hari. Ya, misalnya saja Internet of Things (IoT) yang telah merajai keseharian masyarakat. &nbsp;Tidak sebatas itu, saat ini manusia pun dibantu oleh kecerdasan buatan atau AI (Artificial Intelligence) yang mampu menafsirkan situasi (data eksternal) dan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":16938,"featured_media":2983,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[1126,1127,1128],"coauthors":[1125,695],"class_list":["post-2950","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-knowledge","tag-industri40","tag-konektivitas5g","tag-produkindustri40"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2950","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/16938"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2950"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2950\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2983"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2950"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2950"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2950"},{"taxonomy":"author","embeddable":true,"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/coauthors?post=2950"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}