{"id":2548,"date":"2018-08-14T11:07:50","date_gmt":"2018-08-14T11:07:50","guid":{"rendered":"http:\/\/blog.docotel.com\/?p=2548"},"modified":"2020-02-10T07:22:32","modified_gmt":"2020-02-10T07:22:32","slug":"ingin-membuat-website-dan-aplikasi-ayo-berkenalan-dulu-dengan-wireframe","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/ingin-membuat-website-dan-aplikasi-ayo-berkenalan-dulu-dengan-wireframe\/","title":{"rendered":"Ingin Membuat Website dan Aplikasi? Ayo, Berkenalan Dulu dengan Wireframe!"},"content":{"rendered":"<p>Dalam membuat <em>website<\/em> atau aplikasi, rancangan desain diperlukan sebelum memasuki tahap <em>development.<\/em> Rancangan ini diperlukan agar <em>website<\/em> atau aplikasi yang dibuat dapat sesuai dengan apa yang diharapkan. Pada tahap perancangan, peran <em>user interface<\/em> sangatlah dibutuhkan dengan tujuan untuk membuat <em>wireframe<\/em>.<\/p>\n<p><strong>Lalu, apa itu<em> wireframe? <\/em><\/strong><\/p>\n<p><em>Wireframe<\/em> merupakan kerangka desain yang biasanya dikerjakan oleh <em>UI Designer<\/em> berbentuk coretan tangan di kertas atau menggunakan <em>tools<\/em> desain khusus <em>wireframing. Wireframe<\/em> digunakan sebagai patokan dalam penataan <em>item-item<\/em> pada halaman <em>website<\/em> sebelum proses desain yang sesungguhnya dimulai. <em>Item-item<\/em> yang biasanya masuk ke proses <em>wireframing<\/em> antara lain <em>banner, header, footer, form input, <\/em>dll<em>. <\/em><\/p>\n<p>Dengan <em>wireframe<\/em>, seluruh proses dalam pengerjaan <em>website<\/em> atau aplikasi dapat berjalan secara terstruktur dan terarah. <em>Wireframe<\/em> juga akan meminimalisir terjadinya revisi atau perbaikan yang dapat memperlambat pekerjaan <em>developer.<\/em><\/p>\n<p>Saat merancang <em>layout<\/em> untuk <em>wireframe<\/em>, tentukan jumlah kolom yang akan diperlukan pada <em>website<\/em>. Pada <em>layout<\/em> dasar terdapat dua tipe, yaitu dua kolom dan tiga kolom yang dapat digunakan sesuai dengan kebutuhan. Namun, seiring perkembangan tren <em>UI Design<\/em>, kini penggunaan <em>layout <\/em>tidak selalu terpaku dengan kedua tipe <em>layout<\/em> tersebut.<\/p>\n<p><strong><em>Wireframe<\/em> memiliki beberapa elemen penting, di antaranya:<\/strong><\/p>\n<ol>\n<li>Informasi<\/li>\n<\/ol>\n<p>Elemen ini berisi semua informasi yang bersumber dari hasil riset, konten, atau informasi yang ingin disampaikan. Seluruh informasi atau konten yang akan ditampilkan harus memiliki sumber yang jelas dan terpercaya. Contohnya <em>link<\/em>, konten tulisan, gambar, <em>form<\/em>, dan lain-lain.<\/p>\n<ol start=\"2\">\n<li>Navigasi<\/li>\n<\/ol>\n<p>Dalam sebuah <em>website<\/em> atau aplikasi, <em>user interface<\/em> harus memiliki tampilan yang mudah digunakan. Oleh karena itu, navigasi juga sangat diperlukan untuk memberikan petunjuk agar pengguna tidak kebingungan. Jika pengguna merasa bingung dan tidak nyaman saat menggunakan aplikasi atau <em>website<\/em>, mereka akan cepat menutup halaman tersebut dan tidak mau menggunakannya lagi.<\/p>\n<ol start=\"3\">\n<li>Desain <em>interface<\/em><\/li>\n<\/ol>\n<p>Desain <em>interface<\/em> berfungsi untuk membuat tampilan visual menjadi lebih cantik dan menarik. Dalam proses ini, penempatan <em>item<\/em>, pemilihan font dan <em>font-size<\/em>, pengaturan <em>text<\/em>, hingga penempatan judul dilakukan.<\/p>\n<p>Demikian penjelasan mudah mengenai <em>wireframe <\/em>pada proses pembuatan<em> website <\/em>dan aplikasi, semoga bermanfaat, ya!<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dalam membuat website atau aplikasi, rancangan desain diperlukan sebelum memasuki tahap development. Rancangan ini diperlukan agar website atau aplikasi yang dibuat dapat sesuai dengan apa yang diharapkan. Pada tahap perancangan, peran user interface sangatlah dibutuhkan dengan tujuan untuk membuat wireframe. Lalu, apa itu wireframe? Wireframe merupakan kerangka desain yang biasanya dikerjakan oleh UI Designer berbentuk [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":75,"featured_media":2550,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[315,298,156,314],"coauthors":[785],"class_list":["post-2548","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-knowledge","tag-designwebsite","tag-userinterface","tag-website","tag-wireframe"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2548","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/75"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2548"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2548\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2550"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2548"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2548"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2548"},{"taxonomy":"author","embeddable":true,"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/coauthors?post=2548"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}