{"id":2545,"date":"2018-08-07T08:45:10","date_gmt":"2018-08-07T08:45:10","guid":{"rendered":"http:\/\/blog.docotel.com\/?p=2545"},"modified":"2020-02-10T07:22:42","modified_gmt":"2020-02-10T07:22:42","slug":"heuristic-usability-pada-user-interface-part-2","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/heuristic-usability-pada-user-interface-part-2\/","title":{"rendered":"Heuristic Usability pada User Interface (Part 2)"},"content":{"rendered":"<p>Masih ingat dengan pembahasan tentang <em>Heuristic Usability<\/em>? <em>Yes<\/em>, ini adalah metode yang digunakan untuk menganalisa suatu objek agar memberikan kemudahan penggunaan untuk dapat mencapai suatu tujuan. Biasanya <em>Heuristic Usability<\/em> diterapkan pada pembuatan sistem aplikasi ataupun <em>website<\/em>.<\/p>\n<p>Nah, jika pada artikel sebelumnya Docotel manjelaskan 5 prinsip dalam <em>Heuristic Usability<\/em>, maka artikel kali ini akan melanjutkan penjelasan tentang prinsip ke 6 hingga 10 dalam <em>Heusristic Usability<\/em>. Apa saja? Yuk, dibaca!<\/p>\n<ol start=\"6\">\n<li><strong>Mudah dipahami<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p>Saat membuat sistem, jangan mengharapkan <em>user<\/em> untuk dapat mengingat seluruh alur dari sistem Anda. Buatlah sistem yang mudah dikenali dan dipelajari oleh <em>user<\/em> agar tidak membuat bingung saat <em>user<\/em> menjelajahi keseluruhan sistem Anda.<\/p>\n<ol start=\"7\">\n<li><strong>Fleksibel dan Efisien<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p>Sistem yang fleksibel dan efisien bukan hanya bermanfaat serta memudahkan pengguna baru, tapi juga pengguna lama yang sudah hafal bagaimana cara sistem Anda bekerja. Sistem\u00a0 yang fleksibel dan efisien juga menjadi salah satu penggambaran dari baiknya pengalaman pengguna yang Anda berikan.<\/p>\n<ol start=\"8\">\n<li><strong>Desain <em>layout<\/em><\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p>Desain <em>layout<\/em> tidak harus selalu memiliki banyak elemen dan berwarna-warni, karena tidak semua desain yang memiliki banyak elemen akan nyaman dilihat. Oleh karena itu, pemilihan warna dan penempatan posisi yang tepat harus Anda perhatikan baik-baik. Misalnya, memadukan desain minimalis dan <em>white space (<\/em>ruang kosong) akan menciptakan desain yang elegan.<\/p>\n<ol start=\"9\">\n<li><strong>Penanganan e<em>rror<\/em><\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p>Saat terjadi <em>error<\/em>, menggunakan desain yang bagus memang akan membuat <em>user<\/em> paham tentang apa yang terjadi pada sistem saat itu. Namun, di sisi lain <em>user<\/em> pasti akan kebingungan tentang apa yang harus ia lakukan untuk menangani hal tersebut. Nah, selain desain, sistem yang baik juga akan memberikan solusi untuk menangani <em>error<\/em> sehingga <em>user<\/em> tidak kebingungan saat <em>error<\/em> terjadi.<\/p>\n<ol start=\"10\">\n<li><strong>Pusat bantuan<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p>Saat <em>user<\/em> menggunakan sistem aplikasi, pasti mereka mengharapkan sistem aplikasi tersebut dapat membantu menyelesaikan masalah dan pekerjaannya. \u00a0Tak jarang <em>user<\/em> melakukan beberapa kesalahan kecil yang membutuhkan penanganan cepat. Oleh karena itu, fitur bantuan diperlukan untuk membantu <em>user <\/em>menangani masalah-masalah kecil tersebut.<\/p>\n<p>Itu tadi penjelasan tentang prinsip <em>Heuristic Usability <\/em>yang harus Anda ketahui.\u00a0 Semoga bermanfaat, ya!<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Masih ingat dengan pembahasan tentang Heuristic Usability? Yes, ini adalah metode yang digunakan untuk menganalisa suatu objek agar memberikan kemudahan penggunaan untuk dapat mencapai suatu tujuan. Biasanya Heuristic Usability diterapkan pada pembuatan sistem aplikasi ataupun website. Nah, jika pada artikel sebelumnya Docotel manjelaskan 5 prinsip dalam Heuristic Usability, maka artikel kali ini akan melanjutkan penjelasan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":75,"featured_media":2546,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[301,298,156],"coauthors":[785],"class_list":["post-2545","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-knowledge","tag-heuristicusability","tag-userinterface","tag-website"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2545","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/75"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2545"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2545\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2546"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2545"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2545"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2545"},{"taxonomy":"author","embeddable":true,"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/coauthors?post=2545"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}