{"id":2496,"date":"2018-07-24T09:50:14","date_gmt":"2018-07-24T09:50:14","guid":{"rendered":"http:\/\/blog.docotel.com\/?p=2496"},"modified":"2020-02-10T07:22:53","modified_gmt":"2020-02-10T07:22:53","slug":"heuristic-usability-pada-user-interface-ui-part-1","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/heuristic-usability-pada-user-interface-ui-part-1\/","title":{"rendered":"Heuristic Usability pada User Interface (UI) &#8211; Part 1"},"content":{"rendered":"<p>Dalam dunia <em>User Interface <\/em>(<em>UI<\/em>) dan <em>User Experience <\/em>(<em>UX<\/em>), <em>Heuristic Usability<\/em> merupakan salah satu faktor penting yang harus diketahui. Namun, sebelum membahas apa itu <em>Heuristic Usability<\/em>, mari kita pahami dulu apa yang dimaksud dengan <em>Usability<\/em>.<\/p>\n<p><strong><em>Usability <\/em><\/strong><\/p>\n<p>Dalam konteks <em>UI<\/em>, <em>Usability<\/em> merujuk pada tingkat kualitas dari sistem yang mudah dipelajari, mudah diingat, serta mudah digunakan.<\/p>\n<p><em>User Interface<\/em> yang baik harus memiliki <em>usability<\/em> yang tinggi agar dapat terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan, seperti pemborosan waktu,\u00a0 penurunan produktivitas, atau bahkan membuat orang tidak ingin kembali menggunakan sistem Anda.<\/p>\n<p><em><strong>Heuristic Usability<\/strong><\/em><\/p>\n<p><em>Heuristic<\/em> merupakan prosedur analitis untuk memberikan perkiraan yang tepat dan pengecekan ulang sebelum memberikan kepastian. Jadi, <em>Heuristic Usability<\/em> adalah metode untuk menganalisa suatu alat objek agar memberikan kemudahan dalam penggunaan untuk dapat mencapai suatu tujuan.<\/p>\n<p>Nah, di dalam <em>Heuristic Usability<\/em> terdapat 10 prinsip yang harus diterapkan pada UI. Apa saja?<\/p>\n<ol>\n<li><strong>Status sistem yang mudah dibaca<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p>Merupakan suatu kondisi yang mampu memberikan informasi yang terjadi pada <em>user<\/em> mengenai apa yang sedang dilakukan atau apa yang sedang terjadi. Contohnya pada penulisan <em>password<\/em>.<\/p>\n<ol start=\"2\">\n<li><strong>Kecocokan antara sistem dan dunia nyata<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p>Berusaha memberikan informasi yang mudah dipahami oleh <em>user<\/em> dengan penggunaan bahasa sehari-hari dan konsep yang mudah dimengerti. Hal ini dilakukan untuk memberikan kesan keakraban dan kepercayaan bagi <em>user<\/em>.<\/p>\n<ol start=\"3\">\n<li><strong>Kebebasan dan kontrol pengguna<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p>Saat menggunakan sistem, <em>user<\/em> seringkali melakukan kesalahan. Memberikan pilihan yang memudahkan dan membebaskan <em>user<\/em> dalam penggunaan <em>interface<\/em> sangatlah dibutuhkan. Contohnya pada pilihan <em>undo<\/em>, <em>redo<\/em>, dll.<\/p>\n<ol start=\"4\">\n<li><strong>Standar dan Konsistensi<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p>Konsistensi dibutuhkan agar memudahkan <em>user<\/em> saat menggunakan fitur-fitur Anda. Menggunakan informasi atau gambar yang berbeda, tapi memiliki makna yang sama akan membuat <em>user<\/em> bingung dalam menggunakan sistem.<\/p>\n<ol start=\"5\">\n<li><strong>Pencegahan<em> error<\/em><\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p>Kasus <em>error<\/em> atau <em>bug<\/em> memang seringkali ditemukan saat penggunaan sistem dan kondisi ini tidak dapat dihindari. Oleh karena itu, penggunaan desain atau visual saat terjadi <em>error<\/em> sangat dibutuhkan agar <em>user<\/em> memahami apa yang terjadi saat itu pada sistem.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Itu tadi 5 prinsip yang harus diterapkan pada <em>Heuristic Usability<\/em>. Supaya bisa mengetahui informasi lain tentang <em>Heuristic Usability <\/em>pada<em> UI<\/em>, simak terus blog Docotel selanjutnya, ya!<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dalam dunia User Interface (UI) dan User Experience (UX), Heuristic Usability merupakan salah satu faktor penting yang harus diketahui. Namun, sebelum membahas apa itu Heuristic Usability, mari kita pahami dulu apa yang dimaksud dengan Usability. Usability Dalam konteks UI, Usability merujuk pada tingkat kualitas dari sistem yang mudah dipelajari, mudah diingat, serta mudah digunakan. User [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":75,"featured_media":2498,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[299,301,297,300,298,156],"coauthors":[785],"class_list":["post-2496","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-knowledge","tag-design","tag-heuristicusability","tag-ui","tag-usability","tag-userinterface","tag-website"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2496","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/75"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2496"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2496\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2498"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2496"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2496"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2496"},{"taxonomy":"author","embeddable":true,"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/coauthors?post=2496"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}