{"id":2430,"date":"2018-06-22T09:27:53","date_gmt":"2018-06-22T09:27:53","guid":{"rendered":"http:\/\/blog.docotel.com\/?p=2430"},"modified":"2020-02-10T07:33:27","modified_gmt":"2020-02-10T07:33:27","slug":"mengenal-var-teknologi-canggih-di-piala-dunia-2018","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/mengenal-var-teknologi-canggih-di-piala-dunia-2018\/","title":{"rendered":"Mengenal VAR, Teknologi Canggih di Piala Dunia 2018"},"content":{"rendered":"<p>Gelaran 4 tahun sekali, Piala Dunia, kembali dilaksanakan pada tahun ini. Bertempat di Rusia, kompetisi sepak bola terbesar di dunia ini dimulai pada 14 Juni 2018. Bukan hanya karena menjadi pertandingan yang melibatkan banyak negara serta kehadiran jajaran pemain yang dinanti-nantikan, adanya sebuah teknologi baru nan canggih juga jadi perbincangan hangat pada Piala Dunia 2018 ini.<\/p>\n<p>VAR (<em>Video Assistant Referee<\/em>) merupakan teknologi yang digunakan untuk membantu kinerja wasit dalam mengawasi jalannya pertandingan. Saat pertandingan, keputusan wasit pada sebuah situasi seperti gol, penalti, pelanggaran, dan kesalahan identitas biasanya menimbulkan banyak kontroversi. Nah, demi mengurangi kontroversi tersebut maka teknologi VAR dimunculkan sehingga dapat membantu wasit dalam mengambil suatu keputusan yang adil.<\/p>\n<p>Lalu, bagaimana VAR bekerja?<\/p>\n<p><strong>Tim VAR<\/strong><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-2434 size-full\" src=\"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/06\/VAR.png\" alt=\"\" width=\"900\" height=\"506\" title=\"\" srcset=\"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/06\/VAR.png 900w, https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/06\/VAR-300x169.png 300w, https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/06\/VAR-768x432.png 768w, https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/06\/VAR-370x208.png 370w, https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/06\/VAR-270x152.png 270w, https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/06\/VAR-740x416.png 740w\" sizes=\"auto, (max-width: 900px) 100vw, 900px\" \/><\/p>\n<p>VAR dioperasikan oleh sebuah tim beranggotakan 13 wasit yang dipilih oleh Komite Wasit FIFA. Tidak sembarangan, wasit-wasit ini telah diseleksi berdasarkan pengalaman dan dilatih secara resmi oleh FIFA.<\/p>\n<p>Wasit tersebut akan bekerja di VOR (<em>Video Operation Room)<\/em> yang berada di IBC (<em>International Broadcast Center<\/em>) di Moskow.\u00a0 Ruangan tersebut berisi layar-layar yang menampilkan jalannya pertandingan dari berbagai <em>angle<\/em>.<\/p>\n<p>Sedangkan di lapangan, tim VAR mengirim satu wasit dan tiga asisten wasit (AVAR1, AVAR2, dan AVAR3) untuk mengawasi pertandingan secara langsung.<\/p>\n<p>Komunikasi yang berlangsung antara tim VAR di lapangan dan di VOR akan diarahkan langsung oleh staf FIFA yang juga berada di VOR.<\/p>\n<p><strong>Kamera VAR<\/strong><\/p>\n<p>Tim VAR memiliki akses ke 33 kamera siaran, di antaranya adalah 8 kamera <em>slow-motion,<\/em> 4 kamera <em>ultra slow-motion, <\/em>dan 2 kamera <em>off-side<\/em> tambahan<em>. <\/em><\/p>\n<p>Nantinya tayangan ulang dari kamera <em>slow-motion <\/em>dan <em>ultra slow-motion <\/em>akan digunakan untuk membantu wasit dalam menentukan pelanggaran dan mengidentifikasi posisi pelanggaran.<\/p>\n<p><strong>Waktu penggunaan VAR<\/strong><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-2433 size-large\" src=\"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/06\/var-video-assistant-referee-1024x683.jpg\" alt=\"\" width=\"770\" height=\"514\" title=\"\" srcset=\"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/06\/var-video-assistant-referee-1024x683.jpg 1024w, https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/06\/var-video-assistant-referee-300x200.jpg 300w, https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/06\/var-video-assistant-referee-768x512.jpg 768w, https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/06\/var-video-assistant-referee-370x247.jpg 370w, https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/06\/var-video-assistant-referee-270x180.jpg 270w, https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/06\/var-video-assistant-referee-740x493.jpg 740w\" sizes=\"auto, (max-width: 770px) 100vw, 770px\" \/><\/p>\n<p>Selama waktu pertandingan, tim VAR akan mengawasi dan selalu memeriksa situasi yang terjadi. Jika ada situasi yang mungkin tidak terlihat oleh wasit, tim VAR akan memberi tahu melalui alat pendengaran atau <em>earpiece <\/em>yang dipakai wasit.<\/p>\n<p>Sedangkan jika wasit menemukan pelanggaran yang memerlukan pemeriksaan oleh tim VAR, maka wasit dapat memberikan isyarat tangan yang menggambarkan \u2018TV\u2019. Setelah itu wasit dapat mengambil keputusan berdasarkan informasi yang didapat dari tim VAR, ataupun memeriksa sendiri dengan melihat ke monitor yang menampilkan tayangan ulang dari sebuah situasi.<\/p>\n<p>Teknologi VAR ini diperkenalkan untuk membantu wasit dalam mengambil keputusan dan menghadirkan pertandingan yang lebih adil. Namun, ternyata VAR juga menimbulkan kontroversi. Banyak yang berpendapat teknologi VAR telah menghilangkan kesan alami sepak bola.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Gelaran 4 tahun sekali, Piala Dunia, kembali dilaksanakan pada tahun ini. Bertempat di Rusia, kompetisi sepak bola terbesar di dunia ini dimulai pada 14 Juni 2018. Bukan hanya karena menjadi pertandingan yang melibatkan banyak negara serta kehadiran jajaran pemain yang dinanti-nantikan, adanya sebuah teknologi baru nan canggih juga jadi perbincangan hangat pada Piala Dunia 2018 [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":75,"featured_media":2435,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[266,267,185,265],"coauthors":[785],"class_list":["post-2430","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-knowledge","tag-pialadunia2018","tag-sepakbola","tag-teknologi","tag-var"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2430","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/75"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2430"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2430\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2435"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2430"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2430"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2430"},{"taxonomy":"author","embeddable":true,"href":"https:\/\/dti.amon.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/coauthors?post=2430"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}